jump to navigation

Dimana ALLAH Berada? 31 May, 2006

Posted by netlog in Dimana ALLAH Berada?.
trackback

Anak Bertanya 'dimana Allah Berada', Bagaimana Jawabnya,,,,

Pertanyaan:

Begini Ustadz,
Anak saya berumur 2 tahun, suatu ketika muncul pertanyaan darinya,,"dimana Allah berada ayah,,? diatas kah?. Pertanyaan ini membingungkan saya. Tolong ustadz, bagaimana saya menjawab pertanyaan anak saya tersebut sehingga dapat dimengerti oleh logika anak seusia itu?
Terimakasih,

Arief

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,
Allah itu adanya di langit dan di atas Arsy. Itulah keterangan yang benar sesuai dengan informasi yang Allah SWT tetapkan sendiri dalam Al-Quran Al-Kariem.

1. Allah Diatas Arsy

Keterangan bahwa Allah SWT ada di atas Arsy adalah firman Allah SWT sendiri yang ditetapkan di dalam Al-Quran Al-Kariem. Maka tidak ada kesempatan sedikitpun bagi manusia untuk menolak apa yang telah Allah SWT tetapkan sendiri tentang dirinya.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al-Araf : 54)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Yunus : 3)

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan , menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra�d : 2)

Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy .(QS. Thaha : 5)

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy , Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (QS. Al-Furqan : 59)

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy . Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(QS. As-Sajdah : 4)

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hadid : 4)

2. Allah Di Langit

Selain itu di dalam Al-Quran Al-Kariem juga ada keterangan bahwa Allah SWT itu ada di langit.

�Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah meraa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku�. ( QS Al-Mulk : 16-17).

Selain itu ada hadits dari Rasulullah SAW yang juga menjelaskan tentang dimanakah Allah SWT itu .

Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,�Kasihanilah yang bumi maka kamu akan dikasihani oleh Yang DI LANGIT�. (HR. Tirmiziy).

Namun tentang bagaimana tentang keberadaan Allah SWT di langit dan di asry, kita tidak punya keterangan pasti. Maka kita imani keberadaannya sedangkan teknisnya seperti apa, itu majhul. Dan bertanya tentang seperti apa teknisnya adalah bid�ah. Ini adalah jawaban paling aman dan inilah yang diajarkan Imam Ahmad kepada kita.

3. Tidak Ada Keterangan Bahwa Allah Ada Dimana-mana

Sebaliknya, tentang keterangan bahwa Allah SWT itu ada dimana-mana, sama sekali kita tidak mendapatkan dalil yang sharih.

Paling jauh ada ayat berikut ini saja :

Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid : 4)

Namun kata ma�a tidak berarti menunjukkan tempat seseorang berada. Sebab dalam percakapan kita bisa mengatakan bahwa aku menyertaimu, meski pada kenyataannya tidak berduaan. Sebab kebersamaan Allah SWT dalam ayat ini adalah berbentuk muraqabah atau pengawasan.

Seperti ketika Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar ra di dalam gua,�Jangan kamu sedih, Allah beserta kita�. Ini tidak berarti Allah SWT ikut masuk gua. Juga ketika Musa as berkata,�bersamaku tuhanku�, tidak berarti Allah SWT ada di pinggir laut merah saat itu.

Jikalau kamu tidak menolongnya maka sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengeluarkannya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita."(QS. At-Taubah : 40)

Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".(QS. As-Syu�ara : 62)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

About these ads

Comments»

1. hendra - 19 July, 2006

Ini menarik. Namun berpegang secara tekstual bahwa ia IA DI LANGIT juga problematik. 1) bagi orang yang berdiri di belahan bumi barat, merujuk kata langit sebagai sesuatu yang “di atas”, sementara di sisi lain di belahan timur juga ada langit yang “di bawah”nya namun di “di atas” bagi orang yang berada di belahan timur, 2) membayangkan Zat berada di ruang fisik apakah tidak berarti menjadikan zat tersebut terbatas dan serupa dengan mahluknya, 3) imajinasi nakal dari kanak-kanak, misalnya dapat mengacaukan konsep Tuhan dan malaikat ini dengan fiksi tentang ufo dan alien misalnya-Naudzubillah wa nastagfirullah. Jadi yang paling aman memang tafsiran Ahlussunnah wal jama’ah. Mahasuci Allah dari segala sifat-yang-disifatkan-yang-tidak-sesuai-dengan-keagungaNya-dan-keunikanNya, oleh kita mahluknya.

Budi - 26 April, 2014

HORMAT
RESPECTED

aku bersujud hanya padaMu
Aku hidup karenaMu
Engkau llah yg memberi tempat manuisa semua
Engkau yang menghidup hidupi manusia
Engkau yang menyayangi manusia sedunia
Aku mencintai u lebih dari semua

Waktu kecil
di desa mbahku menasehatiku :

” tole khormatana bumimu, udara, air sak liyan liyane ”

Aku diajari mbah saya yg sepuh :
diajari siram siram pd tanaman, dan tanah,
diajari memberi minum pd burung, ternak
Diajari menanam, dilarang memotong pohon.
Santun pd orang tua siapapun mereka
Sayang pd teman siapapun mereka

Tiapa bangun eyang saya selalu mengingatkanku dngn santun.
” cah bagus, kalau bangun tidur bukalah jendela kamar hirup lah udara segar dgn senyummu. Lihatlah mentari, pohon, kebun. Dalam hati mu sapalah dgn ” selamat pagi”. Cah bagus eling ya..”

Eyang sudah almarhum
Aku selalu berdoa untuk beliau.
Yang sealu kuingat :
Eyang selalu pakai udeng kalau bersembahyang.
Eyang selalu tersenyum
Sembahyang Eyang bisa dimana saja.

Itulah yang kupelajari dlm hidupku.
Hari ini kuselalu menangis dalam hati melihat sikon manusia di negeriku.
Selalu kuingat nasihat Eyangku….
” tersenyumlah..lah selalu, alam semua ini telah menyayangimu”

2. Risna Rahmatuloh - 20 July, 2006

Bagi anak kecil yang bertanya dimanakah Allah berada jangan terlau pake ayat Alquran, belum tentu orang tuanya juga mengerti kandungan dari ayat-ayat tersebut. Usul saya, bagi seorang anak yang bertanya masalah itu tidak usah muluk-muluk katakanlah bahwa Tuhan bersama kita jika kita selau berbuat baik dan Tuhan jauh bila kita menyimpang dari kebaikan , gitu aja kok repot. Bagi orang tua, yang perlu ditekankan adalah penerapan moral kepada anak sejak dini. Seringlah berdialog dengan anak-anak supaya ada motivasi untuk terus mencari kebenaran yang sesungguhnya. Manfaatnya bukan hanya buat anak, orang tuapun punya andil di dalamnya. Jika ada Alquran maka baca dan renungkanlah kembali, lalu simpulkan makna yang telah didapatkan dari hasil pergulatan pemikioran kita. Toh selama kita tidak tahu, pintu ijtihad masih terbuka bagi kita.
Nah, baru apabila kita mendapatkan yang lebih benar dan dapat dimengerti, kita harus bisa meninggalkan argumen yang telah kita dapatkan, karena tidak ada kebenaran itu hanyalah milik Allah, baik itu datangnya dari anak berusia 2 tahun atau siapapun, meskipun datangnya dari mulut anjing tatplah Allah maha benar.
Alquran adalah firman Allah yang harus kita pikirkan dan renungkan, bukan sekedar untuk diterima begitu saja. Itu namanya taklid, yang namanya pentunjuk yakni memberikan arahan, jika arahan yang diberikan tidak dimengerti bisa-bisa kita salah jalan.
Maka dari itu bukalah hati pintu hati kita, untuk selau bujaksana dalam menhadapi kehidupan. Dan ingatlah segala puji hanyalah milik Allah, maka barang siapa yang berbuat terpuji, dialah yang sesungguhnya dekat dengan Allah. Selain itu berpijaklah di jalan yang lurus, yakni jalan yang benar. Insyaallah, maka tebukalah dinding penghalang yang membatasi antara Tuhan dan manusia.
“Jadikanlah agama sebagai pengabdian diri, dan islam sebagai kepasrahan total kepada yang Maha Kuasa.”
Selamat menikmati indahnya rasa.

3. Ario - 8 August, 2006

Allah ada didalam Qalbu. Karena Qalbu kita dapat menampung alam semesta, dan karena kita masih memiliki Ruh-Nya disitulah Allah berkehendak.

4. akhbar - 9 September, 2006

secara simboliknya yg tersirat Allah berada didalm “qalbu”hamba-hamba ku, dan akau teramat dekat dgn hamba ku lebih dekat dari anak mata menjuruskan kepada zikirrullah itu akan disifatkan oleh allah sebagai dekatnya hamba dengan khalik maka dari itu bukanlah bermakna allah bertempat kerana allah adalah bersalahan dgn yg baru ( hadis ) dan dia(allah) tidak bertemapat dan tidak mengambil tempat.

5. henri - 3 November, 2006

lagit itu mana? tapi yang aku gak mengerti sebenernya ‘Arsy itu apa.
langit itu batasnya mana dengan bumi?.

Karyani - 27 October, 2012

Q sngat ykin.

wahyu - 23 December, 2013

Arsy itu ada dimana? Itu akhir dari pertanyaan dan jawabannya. Namun jika tidak ada jawaban yg lebih spesifik terkait itu maka tidak berguna untuk memperdebatkannya apalagi saling menghina. Manisfestasi ajaran ISLAM adalah AMAL PERBUATAN dari ajaran itu sendiri, semoga keselamatan dilimpahkan Alloh Swt untuk kita semua, amin.

6. Kevin - 25 March, 2007

saya setuju dengan komentar “Ario”, allah ada di dalam qolbu, nah sekarang kalo ditanya qolbu ada dimana ?, kira2x dimana temen2x ?, bukannya kalo qolbu itu ada dalam diri kita ?, jadi kesimpulanya allah ada di setiap diri manusia dong ?

kalo saya ngambil dari ayat yang pernah saya denger, maaf saya lupa ayat apa tapi ayat ini berbunyi “maka kutiup kan sebagian ruh KU kepadamu”, ini ayat menyebutkan pada usia kehamilan 4 bulan, kira2x ayatnya berbunyi begitu.

dan liat ayat2x diatas yang di kasih oleh ustadz nya juga menyebutkan keberadaan allah bahwa dia beserta kita, atau dia melihat apa yang kita lakukan.

ingin lebih mengenal allah ?, maka ada saya kutip kata2x guru saya, jika ingin melihat isi dalam qolbu mu (allah), maka bukalah mata qolbumu.

dari temen2x disini ada yang sudah ber ma’rifat kah ?, jika ada maka sudah tau dong allah sebenarnya ada dimana ? :), apakah allah bisa dilihat ?, tentunya bisa, bagaimana kita sholat yang syariatnya untuk mengingatNYA tapi kita tidak pernah melihatnya ?, sungguh ironis dan extreme memang :)

7. fidihafidz - 12 June, 2007

Saya banyak membaca dan menemukan paham bahwa Allah MELIPUTI ciptaan-NYA.

Bagaimana dengan ayat2 berikut ini, mohon penjelasannya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al Baqarah 186)

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 115)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Al Qaaf 16)

Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Fushshilat 54)

8. ade - 12 August, 2007

menurut pemahaman saya allah yang dimaksud oleh anak2x adalah allah yang mewujud maklumlah namanya juga anak2x, akan tetapi bagi yang telah balig bukan begitu maksudnya, sehingga didalam suatu pemahaman yang saya pelajari dan fahami allah itu bukan seperti dan tdk bisa kita bayangkan atau hayalkan, bila itu kita lakukan maka hukum musrik telah jatuh kepada kita, karna allah tidak serupa dengan apapun dan tidak menempat pada mahluk ciptaannya. tiap2x yang allah adakan dan jadikan serta memiliki nama itu membuktikan bahwa allah bukan seperti itu. memang ada dalam al’kuran bahwa aku lebih dekat dari urat nadi akan tetapi bukan seperti itu adanya bila berfikir seperti itu maka timbul pertanyaan alllah ada dimana2x. Jadi untuk pemahaman seperti ini akan rame bila dipertanyakan, akan tetapi bila pemahaman ini dijalankan maka kita akan mengetahui bahwa allah tidak dimana2x.
Saya ingin bertanya tentang aras yang dimaksud dalam alquran ? menurut saya, ini suatu tempat dan bukan allah. Bila tempatnya saja tidak tahu bagaimana mungkin allahnya diketahui, kalaupun tempatnya diketemukan apahkah allahnya ada ?
mohon petunjuk lebih jauh lagi, ini sangat penting karna forum ini mengenai allah, yang sifatnya keimanan bagi seluruh mahluk.

9. gonie - 2 October, 2007

coba anda baca al baqarah ayat 115 .

10. Iwan - 3 March, 2008

Saya punya 3 anak laki. Paling tua SD klas lima. Paling kecil baru 10 bulan. Anak nomor 2 di kelas 1 SD.

Anak nomor 2, imajinasinya liar. Jika di komplek rumah saya listrik mati, dia berkata “Aku mau lihat Tuhan di langit”, sambil menyorotkan lampu senter ke bintang-bintang.

Syukurlah mereka tidak bertanya-tanya yang lebih spesifik..

Untuk kita sebagai orang dewasa, menerangkan kepada anak kecil tentang dimana Allah berada, barangkali bisa diandaikan seperti berikut.

” Seandainya kita punya aquarium kecil, dengan semua isi aquarium yang ada, ikan-ikan kecil itu adalah si Ojan, si Farid, dan si Andi. Kita yang di luar aquarium melihatnya adalah ‘Allah’… Apakah ikan-ikan itu bisa melihat kita ? ”

Kalau menurut saya sendiri, yang dimaksud langit itu haruslah langit dunia, bukan langit bumi saja. Dimana semua bintang, galaksi, dan sebagainya tidak ada lagi. Semua bintang, galaksi dll.-nya itu seperti semua yang ada di dalam aquarium.

Allah Maha Besar….
Allah Maha Melihat….
Allah Maha Pengasih…
Allah Maha Berkuasa….

Kita manusia, berada dalam aquarium milik-Nya….

11. Letting.......... - 10 June, 2008

Dari pemahaman saya, melainkan hujah-hujah Al-Quran dan Al-Hadis, saya kira tiada huraian yang boleh menjelaskannya..
Walau pun diterangkan contohnya “Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy”, setakat itu sahajalah yang boleh dihurai.

Cuma yang boleh saya katakan atas sifatnya, Yang Maha Melihat dan Yang Maha Mendengar, walau pun saya tidak tahu dimana Allah berada, tetapi Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar apa yang diperbuat oleh hamba-hambanya…

Wallahu’alam……

12. Deadboys - 24 August, 2008

Allah maha dekat, kemanapun kamu menghadap maka disitu wajah Allah, dan Allah meliputi segala sesuatu, tidak ada yang serupa dengan Allah, Allah tidak seperti apapun yg dpt dipikirkan maupun dibayangkan, Allah bukan semua itu. Yang terakhir, sesungguhnya AKU INI ADALAH ALLAH, MAKA SEMBAHLAH AKU DAN DIRIKANLAH SHOLAT UNTUK MENGINGATKU. kesemua pernyataan Allah tsb hrs ttp jd kesatuan yg utuh, tidak bisa dipotong2, akibatnya bingung sendiri.he he he Allah itu cuma nama agar manusia mengenalNya, sedang Allah yg sejati adl ‘AKU’. Bukan akunya saya tp akunya Dia yg maha Aku, saya harap apa maksud saya gak bikin mumet n salah kaprah, sesungguhnya yang melihat,mendengar,mencium,berjalan,bekerja, adalah Allah itu sendiri. Lalu kita? Kita bukan siapa2, tak punya apa2, tak bisa apa2…bila tak bisa melihatNya mk lihat tanda penampakanNya pd orang yg sedang makan dan minum.permisii..,salam

imam sangghita - 11 July, 2012

Assalam wr wb ,,,saya sangat setuju dg penjelasan anda ,,klu dibilang bs 1 juta percent ,,,anda menarangkan ayat : AKU INI ADALAH ALLAH , MAKA SEMBAHLAH AKU DAN DIRIKANLAH SHOLAT UNTUK MENGINGATKU ,,,dari ayat tersebut mhn diuraikan pekerjaan masing 2 , thanks wassallam

imam sangghita - 11 July, 2012

Pertanyaan sy : 1. Dimanakah Allah Berada …2. Seperti apakah orang yang Menyembah dan 3. Seperti apakah orang yg mendirikan Sholat ? Thanks

13. adfa - 15 July, 2009

hmmm… Allah…Allah yang mana???….
dibolak -balik jadi bingung nih yg baca…
katanya tidak sama dengan makluknya
katanya semua perbuatan kita adalah DIA, berarti aku adalah AKU
padahal semua benar…cuman yg jadi pertanyaan ……….
Allah…Allah yang mana???.. BANYAK/ JAMAK tapi didalam SATU/TUNGGAL yaitu DIA yg maha besar yg meliputi segala sesuatu.
segala puji baginya : termasuk yg baik ataupun yg buruk, yg tampak ataupun tidak , DIA maha segalanya.
cuman manusia / ajaran agama menginginkan DIA yg MAHA baik2 saja.
kalau ada yg menganggap DIA yg MAHA BAIK2 SAJA , berarti aku bisa mengambil kesimpulan bahwa TUHAN nya kecil. jadi TUHAN ku adalah TUHAN mu semua, dan TUHAN mu adalah bagian dari TUHANku

(0341)8171017

14. labotak - 15 August, 2010

Allah itu tidak dapat dilihat dengan panca indera kita tetapi keberadaannya dapat dirasakan melalui kacamata batin dan akal fikiran/logika bagi orang-orang yang selalu merenung dan berlogika sehat, disinilah ujian keimanan bagi masing-masing orang, oleh karenanya ada yang tidak sabar dan mutung menemukan tuhan Allah sehingga keluar dari keimanan kepada-Nya sehingga menjadi kaafir dan memilih atheis, tetapi sebagian besar yang lain berhasil memahami keberadaan Allah sehingga imannya bertambah sampai akhir hayatnya. Metoda mengenal Allah yaitu pertama mengenal Allah dengan akal fikiran/logika, dicoba dengan menjawab pertanyaan2 kritis seperti ini siapakah yang menciptakan langit semua planet tata surya yang luas serta bumi beserta isinya? siapakah yang menciptakan manusia pertama di bumi? logika normal siapapun pasti menjawab bahwa setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan tidak mungkin terjadi dan ada begitu saja dengan sendirinya contohnya adanya baju pasti ada yang membuat yaitu manusia, nah pertanyaannya kemudian siapakah yang menciptakan manusia dan Adam a.s manusia pertama dibumi begitu juga alam semesta ini tentu saja akal kita menyimpulkan pasti ada kekuasaan dan kekuatan dan kekuasaan yang mengadakan yang maha besar dan mahaa kuasa dan maha perkasa yaitu Allah SWT, yang kedua melalui dalil-dalil naqli yang dibawa rosul sejak Adam sampai dengan Nabi Muhammad SAW yang memberitahukan kepada umat tentang Allah di zamannya masing-masing, dalam al quran dan hadits shahih disampaikan bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang perlu diketahui antara lain (1.Allah itu ada (wujud) 2.Allah itu lebih dahulu ada dari mahluknya (Qidam) 3. Allah itu kekal (Baqaa) 4. Allah itu berbeda/tidak sama dengan sesuatu yang baru yang yang merupakan mahkluk-Nya (mukhalafatu lilhawwaditsi) 4. Allah itu Esa/Tunggal (wahdaniyyah) 5. Allah itu maha kuasa (Qudrat) 6. Allah itu maha berkehendak (Iradat) 7. Allah itu maha berilmu (ilmun) 8. Allah itu Maha Hidup (Hayyat) 9. Allah itu maha melihat (bashorun), 10. Allah itu maha Bicara dengan wahyunya (Kalam) 11. Allah itu Maha Pengasih (Arrahmaan) 12. Allah itu Maha Penyayang (Arrohiim) ini sebagian dari sifat-sifat Allah yang berjumlah 99 sifat yang dikenal dengan asmaaulhusna. Antara akal/logika dengan dalil naqli tidak ada kontradiksi bahkan saling menguatkan hingga akan mempercepat pemahaman dan pengenalan Allah

muhamad - 25 August, 2013

labotak , saya suka dengan komentarmu.. Sangat mudah untuk di mengerti.. Trimakasih

15. Dianth - 7 December, 2010

Allah tidak bertempat dan ditempatkan. Dimana Allah? Itu urusan Allah.

toghe - 26 April, 2011

Pemahaman yg rusak sekali. Saya sudah sering baca komen2 kamu dan sudah banyak dibantah oleh org2

16. mbah ati - 13 December, 2010

Allah itu maha BESAR besarnya meliputi jagat raya, dunia dan akhirat …. dlsb. Dia ada dimana mana tidak ada tempat yang tidak ada dia …. pasti maha melihat, maha mendengar, maha pengasih dan maha maha yang lainnya …. kan !

17. BARON - 26 May, 2011

eh ustad tolol u ngaji gak sih
masa allah ada di atas langit
itu sesuatu jawaban yg paling tolol
gua juga yg gak ngaji tau
masa u yg ngaji tapi’a bloan,bego end tolol

hamba allah - 14 July, 2011

dasar usatad tolol,, lo ngarti ilmu balagoh, mantiq, ma’ani, bayan gak?? kalo g ngrti,, diam aja lo,,,

18. agus - 14 July, 2011

tad,, lo mesantren di mana??? siapa guru lo..?? fatwa lo menyesatkan aqidah,.,.,

19. Ramdan Achmad Yusuf Maulana - 14 August, 2011

dilematis dan penuh problem cara yang baik ketika anak bertanya tentang allah swt adalah peluklah anakmu dengan kasih sayang cium pipi dan keningnya lalu bisikkan di telinganya ‘anakku allah sayang sama kita nanti kalau kamu sudah besar kamu akan tahu allah ada dimana’…

20. Syukur - 5 September, 2011

Assalamualaikum
Bicara tentang ALLAH
begitu banyak level yang
harus dibicarakan karena
ilmu dalam ISLAM ada
syariat,tariqat,hakikat,makrifat,dll.Dan
ada dua golongan orang
yang berbicara tentang
ilmu yang pertama bicara
dengan kepahaman
ilmunya dan yang kedua
bicara dengan
keterbatasan ilmunya
[Agama adalah untuk
orang orang yang berpikir]
Dalam Al Quran Allah
menjelaskan:
1. Allah bersemayam di
atas Arsy (Ar Ra’d:2)
2. kemanapun kamu
menghadap disitu wajah
Allah (Al Baqarah:115
3. Dan Dia bersama kamu
di mama saja kamu
berada. Dan Allah Maha
Melihat apa yang kamu
kerjakan. (QS. Al-Hadid : 4)
4.AKU adalah dekat (Al
Baqarah:186)
5. AKU lebih dekat
kepadanya daripada urat
lehernya (Qaaf:16)
6.DIA Maha Meliputi segala
sesuatu (Fushshilat:54)
7. Tidak ada satupun yang
menyerupai Dia (Assy
Syuura:11)
8. Tidak ada yang setara
dengan Dia (Al Ikhlash:4)
9. Kami akan tunjukkan
kepada mereka tanda-
tanda Kami dalam dunia
ini dan dalam diri mereka
sendiri,supaya Hakikat itu
boleh terzhohir kepada
mereka (Al-Fusilat:53)
Dan masih banyak lagi
ayat Al Quran dan Hadist
tentang ALLAH
Kalo menurut saya yang
bodoh “Allah” itu tidak
dilangit tidak dimekah
yang manakala kita berdoa
tangan menengadah
keatas atau apabila kita
sembahyang menghadap
kabah karena ALLAH tidak
bertempat dan ALLAH juga
bukan ada dimana-mana
tidak pula menyerupai
ciptaanNYA,tapi ALLAH
adalah yang Maha Meliputi
segala sesuatu jagat raya
yang wujud dan yang
gaib,sekecil apapun
diliputi oleh Allah, Dia
selalu bersama kita, selalu
dekat dengan kita sangat
dekat sekali,Allah tidak
bisa dicapai otak jenius
sekalipun namun hati yang
bersihlah yang mampu
menggapainya,tidak ada
satupun yang
menyerupai,dan tidak ada
yang setara,lihatlah yang
banyak pada yang satu
kemudian syukuri
nikmatnya karena bila
sedikit berpikir
langit,matahari,bumi,air,hewan,tumbuhan,dsb
utamanya hanya untuk
kepentingan manusia
supaya kita
mengenaliNYA,tugas kita
adalah IBADAH
memelihara alam dan
menjalani hidup dengan
Ahklak yang baik yang
bagi kita telah ALLAH
berikan petunjuknya
dalam Al-Quran dan
Haadist,sesungguhnya kita
semua sama yang
membuat beda hanyalah
bentuk/wujud yang punya
nafsu,kalo masih ada ragu
merenunglah sejenak
dengan mengesampingkan
dulu urusan dunia dari
jiwa dan pikiran lalu
tanyakan keraguan itu
pada diri sendiri karena
“Siapa yang kenal dirinya
akan Mengenal Allah”
dengan begitu pastinya
kita juga akan mengetahui
Arsy
wallahu a’lam bish
showaab

rawedeng - 10 December, 2011

Lu bnr Kur, buat yg lain yg g sejalan ama lu berarti Islamnya gadungan

muhamad - 25 August, 2013

Syukur on …Coment anda sederhana tp sungguh luar biasa untuk di mengerti dan di pahami.. Thanks ya

21. adi - 28 November, 2011

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”.

Jawapan yang disyorkan oleh Allah apabila ditanya tentang Allah ialah “Allah adalah dekat dengan hamba-hambaNya”. Kenapa pula nak gunakan jawapan yang lain

22. rawedeng - 10 December, 2011

Kpd yg mulia Arif jwbnya ”qolbul mukminin baitullah” bgmana cara membuktikannya? kenali jati dirimu dulu pasti kau akan mengenal tuhanmu

23. Alleeya - 18 December, 2011

Dari kelohan seorang Pencari
diawal menuruti Jalan2 Kebenaran :

Tuhan…Tuhan yang Maha Esa,
Dimana aku memuja dengan segala doa…

Tuhan… tempat aku berteduh,
Dimana aku bermohon dengan segala keloh…

**Aku dekat Dia dekat, Aku jauh Dia jauh…
Hati adalah cermin, Tempat pahala dosa bertaruh…

Tuhan… Tuhan yang Maha Esa,
Dimana aku memuja dengan segala doa…

24. naryo - 8 January, 2012

q pikir cuman sy orang yg bodoh masalah aqidah “eh ternyata ini ada orang yg lebih bodoh and tolol ustad lagi,!! ,ustad gendeng,,kl ngk bisa jawab ngk usah gengsi,,kl mo sesat,,sesat aja sendiri,,lo ngaji dimana,,lo pikir allah itu benda langit apa..

25. adi - 23 February, 2012

Dimana Allah? Dilangit..ini sahih..
Dimana Allah? Berada diatas langit…ini bidaah. kerana telah mengubah makna dilangit(fisamak) dengan berada diatas langit (makana) yang hanya bermaksud tempat. Tidak ada ulama yang mentafsirkan fisamak (dilangit) dengan makana berada diatas langit…
Allah dilangit …wajib diimani. Allah berada dilangit..mujassimah

26. joglempo - 9 March, 2012

jangan mudah mengatakan sesuatu itu bid’ah apalagi jika tidak mampu menjawab pertanyaan jangan kemudian mengatakan itu hal yang bid’ah tanpa memahami makna bid’ah itu sendiri…saya sarankan membaca KITAB Al-I’tisham karya Imam Asy-Syatibi

27. abiumar17 - 30 March, 2012

Ust.kalo menurut antum Alloh bersemayam di atas ars. Lalu sblm ars ada,Alloh bersemayam dmn?

28. oni - 3 April, 2012

Alloh berada di atas lagit itu boleh untuk menjelaskan kepada anak anak yang akalnya belum sempurna. Nah kita anak akan atau bukan? kalau masih anak anak ya bolehlah.Tapi kita kan tidak akan menjadi kanak kanak terus.kalau begitu memahaminya Alloh itu jauhh sekali.

29. Syarif Muharim - 2 May, 2012

Saya harapkan agar saudara2 seiman sama sekali tdk perlu saling menyalahkan, berselisih ataupun bahkan saling mengkafirkan ttg keberadaan Allah, karena berbagai komentar di atas memang memiliki dalil2x dlm kitab suci Al-Qur’an, seperti: “di atas ‘Arsy-Nya” (pada QS.7:54, QS.10:3, QS.13:2, QS.20:5, QS.25:59, QS.32:4, QS.57:4), “di langit” (pada QS.67:16), “Maha Dekat” (pada QS.34:50), “dekat” (pada QS.2:186), “lebih dekat daripada urat leher” (pada QS.50:16), “dekat ke jiwa-ruh-nyawa” (pada QS.56:85) dan “dimana-mana” (pada QS.57:4, QS.58:7, QS.2:115).
Jika dipahami scra tekstual-harfiah, tentunya semua ayat tsb seolah2 saling bertentangan. Namun jika dipahami hikmah dan hakekat yg terkandung ‘di balik’ ayat2 itu, bahkan semua ayatnya justru menjadi relatif benar, walau berbeda2 tngkat kesempurnaan / kebenarannya.
Kata kuncinya, ‘esensi’ Zat Allah, Yang Maha Gaib dan Maha Suci, justru tersucikan dari segala sesuatu hal, serta mustahil bisa dijangkau oleh semua alat indera dan akal-pikiran pd segala makhluk (bahkan termasuk para malaikat-Nya dan para nabi-Nya sekalipun), di dunia dan di akhirat.
Berbagai macam keterangan dlm kitab suci Al-Qur’an ttg keberadaan Allah, bahkan juga tdk ada yg terkait dgn ‘esensi’ Zat Allah.
Maka segala keterangan ttg keberadaan Allah, mestinya sama sekali bukan terkait dgn ‘esensi’ Zat Allah, tetapi hanya semata terkait dgn perbuatan, pengetahuan ataupun kebenaran-Nya di alam semesta.
Baca pula “Allah dan Arsy-Nya berada dlm hati-nurani tiap makhluk” (pd http://islamagamauniversal.wordpress.com/2012/02/08/allah-dan-arsy-nya-berada-dalam-hati-nurani/).

muhamad - 25 August, 2013

Syarif Muharim… Coment anda sangat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan saya..Trimakasih.. salam

30. indra - 30 May, 2012

stuju dngan syarief,itu jwaban yg damai

31. hydra - 21 July, 2012

secara syari’at blm ada yg bisa mengungkapnya. Tp jika telah masuk pada hakekat, sungguh keberadaan allah itu nyata dan dpt diketahui krn salh 1 sifat allah adalah “wujud”

anwarsaleh - 9 August, 2012

Buang-buang Waktu..
Mendingan ajak Si Anak main bola, hehe…

32. anto - 6 October, 2012

Allah Maha Besar. Besarnya tidak terbatas. Allah melingkupi semua ciptaanNya ( semua ciptannNya ada didalam diriNya; termasuk ‘arsy, ruang, waktu,surga,neraka, dan semuanya berada didalam diriNya). Kemanapun anda bergerak, ke ujung angkasa sekalipun pun, anda masih berada didalam Allah. Atau anda kejar sampai ke surga, andapun masih berada didalam Allah.

33. alwasit - 17 October, 2012

tdk ada yg tahu dimana allah,.. tp kita harus yakin allah itu ada dan mengatur semua ciptaanya, yg jelas kita harus percaya padanya dg agama kita agama islam yg dibawa oleh nabi muhammad saw.

34. jagatte - 28 October, 2012

Kuperjelas yg ke 3. Allah dimana-mana :

al-baqarah : 115
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu MENGHADAP disitulah WAJAH ALLAH. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Qaf : 16
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada URAT LEHERnya.

Engkau tafsirkan apa lagi kali ini??

35. Taqiya - 12 December, 2012

allah itu ada. tapi kita tidak bisa tunjukkan dimana. sama seperti halnya keberadaan surga dan neraka. karena itu semua sesuatu yang diluar jangauan akal kita. karena AKAL KITA TERBATAS. dengan keterbatasan inilah kita meyakini adanya ALLAH YANG MAHA SEMPURNA.

36. عمران لطفي - 19 December, 2012

سبحان الله
Wahai saudaraku semua, agar wawasan dan ilmu keislaman kita benar, kita harus banyak membaca dan belajar.
Bila kita bicara tentang hal GHAIB maka kita wajib merujuk kpd dalil Al Qur’an & Hadits.
Bila kita sudah berdalil dgn ayat Al Qur’an maka kita harus tahu ASBABUL NUZULNYA ayat tersebut serta PENAFSIRANNYA yg telah dikeluarkan oleh ULAMA ULAMA MUFASSIRIN YANG MASHUR atau MU’TABARO’, bukan dgn penafsiran logika dan ilmu kita yg bodoh.
Bila kita sudah berdalil dgn HADITS, maka kita harus tahu ASBABUL WURUDNYA hadits dan dgn penjelasan yg terkait dgn Hadits tersebut yg telah dikeluarkan oleh ULAMA ULAMA MUHADITSUN yg mashur atau Mu’tabaro’ jgn dengan akal akalan !!!
Kita wajib beriman dan mempercayai ayat:
ثم استوئ على العرش

Yang terpenting bagi kita bahwa ISTAWANYA ALLAH
ليس كمثله شيء

إنشا الله‎ kita selamat

PERBANYAKLAH BELAJAR !!!

37. عمران لطفي - 19 December, 2012

سبحان الله
Berbicara tentang hal GHOIB kita HARUS merujuk kpd AlQur’an dan Hadits, bila sudah berbicara sebuah ayat kita HARUS tahu ASBABUL NUZULNYA ayat tersebut serta tafsirnya yg sudah di keluarkan oleh ulama ulama MUFASSIRIN yg MU’TABARO’
Bila kita sdh berbicara sbuah Hadits, kita HARUS tahu ASBABUL WURUTNYA HADITS serta penjelasa yg rinci terkait dgn hadits tersebut yg telah dikeluarkan oleh ulama ulama MUHDDITSUN.
bukan dgn akal akan dan kebodohan kita !!!
Kita WAJIB percaya dan yakin terhadap AYAT:
ثم استوئ على العرش
Yang PENTING “ISTAWANYA ALLAH”
ليس كمثله شئ

إنشأ الله
Kita selamat…

PERBANYAKLAH BACA KITAB2 ULAMA SALAFUS SHALIH, AGAR KITA TIDAK SOK TAHU !!!

38. fhina - 25 February, 2013

sodara baron, hamba allah dan agus..

harap hargai pndpat org lain meskipun mnurut kalian itu salah, jangan berkata kasar gitu donk. tapi blum tentu pndpat anda benar di mta Allah…sungguh keterlaluan hnya krn mncri kbenaran, moral dan etika anda hilang seketika.

39. Paicong aglu gluk - 13 April, 2013

Tuhan cuma 1 yaitu Alloh. Tuhan ada di mana2, tp tak kemana mana.
Tuhan ada di dlm jiwa ini, hanya org2 yg khowash yg tau, dan hnya org2 yg awam yg tdk tau.

40. bintang sheroya - 19 May, 2013

yg prlu kita ketahui bhwa allah itu ada dan allah itu tidak butuh pada tempat termasuk bersemayam diatas arasy krn mustahil allah butuh kpd makhluknya.

41. Sobarli - 5 May, 2014

Terima aja dech apa yang Allah kabarkan kepada kita melalui Al-Qur’an… Jangan dipikirkan secara logika…

cahayapalingbaik - 15 June, 2014

Berdasarkan Al-Qur’an :

– Allah wujud ISTAWA “beyond” Arasy.
– Allah bukan “berada” di Langit.
– Allah wujud tidak berdimensi (bukan sahaja tempat malah waktu).
– Arasy Allah lah yang MEMISAHKAN “Alam Ciptaan” dan Wujud Diri Nya.
– Allah itu Al-Qarib – Maha Dekat.
– Arasy Allah itu juga DEKAT.
– Seluruh Lapisan Langit dan Bumi adalah BERADA dalam Parallel Universe – wujud bertindih-tindih MELIPUTI satu sama lain NAMUN Alam yang lebih tinggi boleh melihat Alam yang lebih Rendah. Contoh Alam Jin boleh melihat Alam kita manusia; begitu juga Alam Malaikat. Mereka DEKAT dengan kita. NAMUN DEKAT lagi Allah dengan kita lebih dekat dari URAT leher kita – NAMUN Allah tetap berada di OTHER SIDE of Arasy – tiada BERDIMENSI dan BERDIRI SENDIRI – tiada DIA bersama dengan kita di Alam Berdimensi iaitu Alam yang ada TEMPAT atau RUANG juga Waktu.
– ALLAH Muhitho – MELIPUTI segala sesuatu
– ILMU ALLAH Wasi’a – juga MELIPUTI segala sesuatu
– RAHMAT ALLAH juga Wasi’a – MELIPUTI seluruh alam
– KURSI ALLAH juga Wasi’a – MELIPUTI seluruh Alam.

Paling kena FAHAM – wujudnya 7 Lapisan Langit dan Bumi sebagai PARALLEL UNIVERSE. ALLAH wujud TIDAK di Mana-mana ALAM BERDIMENSI itu. ALLAH wujud TIDAK BERTEMPAT tidak BERWAKTU – namun ALLAH ISTAWA di “beyond” (‘ALAL) ARASY.

=====

Sila baca “Arasy dan Wujud Allah di mana (1) ”
Sila baca “Arasy dan Wujud Allah di mana (2)”

cahayapalingbaik.blogspot.com

=====

42. cahayapalingbaik - 15 June, 2014

Berdasarkan Al-Qur’an :

– Allah wujud ISTAWA “beyond” Arasy.
– Allah bukan “berada” di Langit.
– Allah wujud tidak berdimensi (bukan sahaja tempat malah waktu).
– Arasy Allah lah yang MEMISAHKAN “Alam Ciptaan” dan Wujud Diri Nya.
– Allah itu Al-Qarib – Maha Dekat.
– Arasy Allah itu juga DEKAT.
– Seluruh Lapisan Langit dan Bumi adalah BERADA dalam Parallel Universe – wujud bertindih-tindih MELIPUTI satu sama lain NAMUN Alam yang lebih tinggi boleh melihat Alam yang lebih Rendah. Contoh Alam Jin boleh melihat Alam kita manusia; begitu juga Alam Malaikat. Mereka DEKAT dengan kita. NAMUN DEKAT lagi Allah dengan kita lebih dekat dari URAT leher kita – NAMUN Allah tetap berada di OTHER SIDE of Arasy – tiada BERDIMENSI dan BERDIRI SENDIRI – tiada DIA bersama dengan kita di Alam Berdimensi iaitu Alam yang ada TEMPAT atau RUANG juga Waktu.
– ALLAH Muhitho – MELIPUTI segala sesuatu
– ILMU ALLAH Wasi’a – juga MELIPUTI segala sesuatu
– RAHMAT ALLAH juga Wasi’a – MELIPUTI seluruh alam
– KURSI ALLAH juga Wasi’a – MELIPUTI seluruh Alam.

Paling kena FAHAM – wujudnya 7 Lapisan Langit dan Bumi sebagai PARALLEL UNIVERSE. ALLAH wujud TIDAK di Mana-mana ALAM BERDIMENSI itu. ALLAH wujud TIDAK BERTEMPAT tidak BERWAKTU – namun ALLAH ISTAWA di “beyond” (‘ALAL) ARASY.

=====

Sila baca “Arasy dan Wujud Allah di mana (1) ”
Sila baca “Arasy dan Wujud Allah di mana (2) ”

cahayapalingbaik.blogspot.com
=====

43. Rahsia - 4 July, 2014

Allah yg menciptakan Arsy. Jadi sudah tentu Arsy lebih kecil drpd Allah. Begitu juga dgn langit. Mana mungkin Allah bertempat kepada makhluknya. Allah itu Maha Besar, jadi adalah tidak logik jika dikatakan Allah ada di langit dan di Arsy. Sila jelaskan.

44. dudi - 15 September, 2014

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.,. BANGGAMU ITU AKAN MENGHAPUS AMALMU 70 TAHUN !!!
KUAWALI TULISAN INI DENGAN KATA “HIDUP SEKALI HARUS BERARTI”, KARENA KETIKA SEKALI SUKSES DI DUNIA MAKA SELAMA-LAMANYA AKAN BAHAGIA DI AKHERAT KELAK. KITA TAHU DUNIA ADALAH LADANG TEMPAT UNTUK MENANAM, APABILA KITA MENANAM KEBAIKAN MAKA DI AKHERAT KEBAIKAN PULALAH YANG KITA PETIK, DAN APABILA APABILA KITA MENANAM KEBURUKAN MAKA DI AKHERAT KEBURUKANLAH YANG KITA DAPAT. PASTI SEMUA TIDAK INGIN HIDUP YANG HANYA SEKALI INI TIDAK BERARTI, KITA INGIN SURGA? MAKA TANAMANLAH BIBIT-BIBIT SURGA DI DUNIA JANGAN BERHANDAI-HANDAI KITA AKAN MASUK SURGA, JIKALAU BIBIT-BIBIT SURGA TIDAK KITA TANAM DI DUNIA INGAT… !!!

DI SURGA TIDAK ADA ORANG SOMBONG,
DI SURGA TIDAK ADA ORANG HASUD,
DI SURGA TIDAK ADA ORANG BANGGA,
DI SURGA TIDAK ADA ORANG YANG SALING FITNAH MENFITNAH,
DI SURGA TIDAK ADA IRI HATI MAUPUN DENGKI, DAN
DI SURGA TIDAK ADA MERASA AKU PALING BAIK,
BERBEDA DI NERAKA, KEBALIKAN DARI SURGA, MERASA SOMBONG, BANYAK HASUD, MERASA BANGGA SALING FITNAH MENFITNAH,SALING IRI HATI MAUPUN DENGKI, DAN SALING MERASA AKU PALING BAIK! MAKA JANGAN BERHANDAI-HANDAI MATI LALU MASUK SURGA,TIDAK! MARI SEJENAK KITA MERENUNG, BIBIT-BIBIT MANAKAH YANG KITA TANAM SEKARANG? SUDAHKAH BIBIT-BIBIT SURGA ITU KITA TANAM DIDALAM HATI KITA? ATAU MALAH SEBALIKNYA BIBIT-BIBIT NERAKALAH YANG KITA TANAM DIDALAM HATI KITA?

RASULULLAHPUN PERNAH BERSABDA: “TIDAK AKAN MASUK SORGA ORANG YANG DALAM LUBUK HATINYA ADA RASA SOMBONG, SEKALIPUN HANYA SEKECIL DZARRAH/ ATOM” ADA SEBUAH KISAH HIKMAH YANG BISA KITA AMBIL SUATU SAAT ADA ULAMA BESAR YANG TERKENAL AHLI MUKASYAFAH (TAHU ISI HATI ORANG LAIN), SAAT ITU ADA BEBERAPA ULAMA BERTAMU KEPADA ULAMA BESAR ITU. SATU DEMI SATU ULAMA YANG BERTAMU ITU DI PERSILAHKAN MASUK, AKAN TETAPI ADA ULAMA SATU YANG DIBIARKAN BEGITU SAJA TIDAK BOLEH MASUK KEDALAM RUMAHNYA, AKHIRNYA SETELAH SEMUA ULAMA PULANG TIBALAH ULAMA ITUPUN DIPANGGIL, DAN SETELAH DUDUK BERHADAPAN ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU, SI ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU TIDAK MENOLEH DAN MENGHIRAUKAN SAMA SEKALI. ULAMA YANG BERTAMU ITU HANYA BISA DIAM SERIBU BAHASA, TANPA BERANI BERBICARA, AKHIRNYA ULAMA ITU SEDIKIT MEMBERANIKAN DIRI UNTUK BERBICARA KEPADA ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU.

“WAHAI SYEIHK, MENGAPA SEKIAN LAMA ENGKAU DIAM, TIDAK MENGHIRAUKANKU? APAKAH AKU INI ORANG JAHAT? APAKAH PERBUATANKU JELEK? ATAU AMAL-AMALKU BUSUK? ATAUKAH ENGKAU TAKABUR MERASA LEBIH MULIA, LEBIH TERHORMAT DAN LEBIH BAIK DARIPADA AKU?” TANYA ULAMA YANG BERTAMU ITU AKHIRNYA ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU ITU BERKATA “BUKAN BEGITU WAHAI KYAI, AKU DIAM MEMBIARKANMU BUKAN KARENA AKU SOMBONG MERASA LEBIH BAIK, TAKABUR MERASA LEBIH MULIA DARIPADA KAMU, AKAN TETAPI AKU TIDAK MENGHIRAUKAN ENGKAU KARENA AKU KASIHAN KEPADAMU, AKU DIBERITAHU ALLAH DENGAN KEADAANMU SESUNGGUHNYA, MAKANYA AKU INGIN BERBICARA 4 MATA DENGANMU!” “MAKSDUNYA SYEIHK?” TANYA HERAN ULAMA YANG BERTAMU ITU “KITA SAMA-SAMA TAHU BAHWA DUNIA INI ADALAH TEMPAT MENANAM DAN KELAK HASILNYA AKAN DIPETIK SETELAH KITA MENINGGALKAN DUNIA KELAK” LANJUT ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU “AKU TAHU DIRIMU ITU ADALAH ORANG ULAMA, PUNYA SANTRI RIBUAN, KAMU SUDAH TERKENAL SEANTERO NEGERI INI, ORASI-ORASIMU ITU BISA MENIMBULKAN SEMANGAT BERJUANG BAGI SIAPA SAJA YANG MENDENGANR, DAN AKU JUGA TAHU BAHWA KAMU ADALAH AHLI IBADAH, PUASA SUNNAHMU TIDAK PERNAH LEPAS, SHOLAT MALAMMU SELALU TERJAGA, KEPADA FAKIR MISKIN ENGKAU JUGA SANGAT PERHATIAN” JAWAB ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU.

“LANTAS APA KESALAHANKU WAHAI SYEIHK?” TANYA HERAN ULAMA ITU “TAPI SAYANG TAMANMU ITU GERSANG, LADANGMU ITU TANDUS, AKBITNYA TANAMAN YANG ENGKAU TANAM TIDAK AKAN PANEN DI AKHERAT KELAK” TERKAGETLAH ULAMA ITU “MENGAPA SEPERTI ITU SYEIHK?” “IYA, SEBAB YANG ENGKAU TANAM DI DUNIA ITU ADALAH TANAH GERSANG, TANAH YANG TANDUS, BUKAN TANAH YANG SUBUR, SEHINGGA TANAMAN YANG KAU ENGKAU TANAM ITU SIA-SIA TIDAK TIDAK BERBUAH APAPUN” “LANTAS YANG DIMAKSUD TANAH YANG TANDUS ITU APA WAHAI SYEIHK?” TANYA ULAMA ITU “KAU TAHU BAHWA HATIMU ADALAH LADANG, LADANG UNTUK MENANAM BIBIT KEBAIKAN, TAPI SAYANG KETIKA KAMU MENANAM BIBIT KEBAIKAN ITU, PADA SAAT KAU MENANAM ITU HATIMU JAHAT, SUKA MENGGUNJING ORANG LAIN, SUKA MERENDAHKAN ORANG LAIN, SUKA MEREMEHKAN ORANG LAIN, DAN SUKA MENFITNAH ORANG LAIN, DAN SUKA MENGADU DOMBA ORANG LAIN, MAKA PADA SAAT ITU BIBIT-BIBIT KEBAIKANMU TIDAK TUMBUH, BIBIT-BIBIT SURGAMU ITU MATI KARENA SAAT ITULAH AKAN TERHAPUS AMAL-AMALMU” LANJUT ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU “DAN TANAMAN YANG BERSAMAAN YANG ENGKAU TANAMAN ITU ADA PENYAKIT UJUBNYA” “DIMANA UJUB ITU WAHAI SYEIHK?” “KETIKA KAMU MENJADI KYAI BANGGA, KAMU MENJADI ORANG BAIK BANGGA, KAMU DIHORMATI BANYAK ORANG BANGGA, MAKA BANGGAMU ITULAH YANG MENGHAPUS SEMUA AMALMU YANG KAU TANAM SAAT ITU JUGA”

INGAT RASULULLAH PERNAH BERSABDA “BANGGAMU ITU AKAN MENGHAPUS AMALMU 70 TAHUN!” (HR. DAILAMI) SETELAH MENDAPAT TEGURAN KERAS, MENANGISLAH ULAMA ITU SEJADI-JADINYA, SAMBIL BERKATA “TERNYATA AKULAH ORANG YANG PALING HINA, TERNYATA AKULAH ORANG YANG PALING RENDAH DAN BERLUMURAN DOSA, AKUPUN TAK PANTAS MASUK DALAM SURGAMU, APALAGI BERTEMU DENGANMU” “YAA ALLAH AMPUNILAH DOSA-DOSA HAMBAMU YANG LEMAH DAN HINA INI, BIARPUN AKU MASUK NERAKA, JANGAN KAU LEPAS KASIH SAYANGMU UNTUKKU”

“ALLAH BERI APA YG KITA BUTUHKAN, BUKAN YG KITA INGINKAN”

45. Wahyu - 10 October, 2014

Assalamualaikum,

Bismillah Hir Rohman Nir Rohim.

Mengapa anak kecil sering memberi soalan seperti itu? Pertanyaan itu amat mendalam untuk memahaminya.

Di dalam surah Fussilat ayat 54. Menyatakan “INGATLAH BAHAWA SESUNGGUHNYA MEREKA ADALAH DALAM KERAGUAN TENTANG PERTEMUAN DGN TUHAN MEREKA. INGATLAH BAHAWA SESUNGGUHNYA DIA MAHA MELIPUTI SEGALA SESUATU”

Kandungan ayat Kursi pula. Allah menyatakan “YANG MENGETAHUI APA YG ADA DI HADAPAN MEREKA DAN APA YG ADA DI BELAKANG MEREKA, SEDANGKAN MEREKA TIDAK MENGETAHUI SESUATU PUN DARI (KANDUNGAN) ILMU ALLAH MELAINKAN APA YG ALLAH KEHENDAKI (MEMBERITAHU KEPADANYA”.

Pendek kata “kenali diri baru mengenali Allah”.
Barulah tahu di mana Allah itu berada. Bagaimana pula untuk kita akui Allah itu di Qalbu.

“Baitullah qalbu mukminin” (makam Allah di qalbu orang islam). Hemmm… Fikirkanlah. Benar ke Allah di qalbu…?

Kenali diri, bila dah kenal, Lebur lah jasad baru dapat bertemu Zatnya.

Wallahu alam.

Insya Allah semoga Allah berikan petunjuk pada kita semua.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: