jump to navigation

Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti 8 August, 2006

Posted by netlog in Hakekat Manunggaling Kawulo Gusti.
trackback

Tulisan ini adalah sumbangan komentar dari Mas “Ario”  (arioadhinugroho@yahoo.com) yang coba saya kutip untuk menjadi bahan kajian bagi yang lain dan saya beri judul “Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti”. berikut ini adalah tulisannya :

———————————————- // kutip // ——————————————

Salam,
Maaf apabila saya ingin pula menyumbang sebuah pemikiran yang masih awam, namun saya setuju dengan istilah Manunggaling Kawulo Gusti adalah meniadakan sosok manusia itu menjadikan sebuah kehampaan diri yang tampak hanyalah Allah semata.

Jika kita lihat dari segi penciptaan, manusia tercipta atas rahmat Allah, tumbuh atas rahmat Allah, dapat berbicara atas kehendak Allah, dapat melihat atas kehendak Allah, mendengar atas kehendak Allah, hidup dan bernafas atas kehandak Allah, dan manusia tak memiliki satu apapun di dunia ini melainkan Allah Yang Maha Memiliki, manusia tak memiliki hak apapun, maka dari itu hidup manusia ini juga bukan milik dirinya, bagaimana manusia dapat menyebut bahwa dirinya itu ada dan mempunyai hak? Bagaimana manusia itu dapat menyebut bahwa manusia dapat menghidupi dirinya sendiri? Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan berhak menyebut bahwa Allah benar-benar ada.

Manusia adalah se-onggok daging yang lemah, lumpuh, tak berdaya dan mati. Allah telah menghidupkannya, Allah telah meminjamkan Ruh-Nya dan itu bukan hak dan milik kita.

Semua yang ada didunia ini adalah milik-Nya. Kita tak berhak mengatakan bahwa kita memiliki sesuatu. Hidup kita adalah milik-Nya dan kita tidak berhak untuk mengambil dan memilikinya. Kita hanya diwajibkan menjaga milik-Nya. Maka dari itu apakah kita masih bisa berkata bahwa kita itu ada, bahwa kita itu exsis, bahwa kita itu berhak? Kita adalah sebuah kekosongan, dan yang hidup hanyalah Allah.

Maka kembalikanlah diri kita kepada Allah. Kembalikanlah Ruh kita kepada Allah dengan bersih sama ketika kita diberikan pinjaman Ruh yang suci oleh-Nya. Maka disaat kita telah siap untuk mengembalikan Ruh kita kepada Allah saat itu kita akan merasakan  kemanunggalan dengan Allah.

Semoga pendapat saya dapat mengupas tentang pertanyaan Siapakah Saya? dan Siapakah Allah? Dapatkah Manunggaling Kawulo Gusti?

———————————————-// kutip //————————————————-

Semoga  Tulisan Mas Ario diatas dapat menambah wawasan dan pemahaman bagi mereka yang mengkaji dan menyelami ilmu ALLAH dimuka bumi ini.

About these ads

Comments»

1. nedi - 2 July, 2007

Puncak kekufuran yang terdapat pada sekte sesat ini adalah adanya keyakinan atau akidah bahwa siapa saja yang menelusuri ilmu laduni (ilmu batin) maka pada terminal akhir ia akan sampai pada tingkatan fana (melebur/menyatu dengan Dzat Allah). Sehingga ia memiliki sifat-sifat laahuut (ilahiyyah) dan naasuut (insaniyyah). Secara lahir ia bersifat insaniyyah namun secara batin ia memiliki sifat ilahiyyah. Maha suci Allah dari apa yang mereka yakini!!. Akidah ini populer di tengah masyarakat kita dengan istilah manunggaling kawula gusti.

Adapun munculnya akidah rusak ini bukanlah sesuatu yang baru lagi di jaman sekarang ini dan bukan pula isapan jempol dan tuduhan semata.

Bukti Bukti Nyata Tentang Akidah Manunggaling Kawula Gusti Di Tubuh Kaum Sufi
Hal ini dapat dilihat dari ucapan para tokoh legendaris dan pendahulu sufi seperti Al Hallaj, Ibnul Faridh, Ibnu Sabi’in dan masih banyak lagi yang lainnya di dalam karya-karya mereka. Cukuplah dengan ini sebagai saksi atas kebenaran bukti-bukti tadi.

1. Al Hallaj berkata:

“Maha suci Dia yang telah menampakkan sifat naasuut (insaniyah)-Nya lalu muncullah kami sebagai laahuut (ilahiyah)-Nya
Kemudian Dia menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam wujud orang yang makan dan minum
Sehingga makhluk-Nya dapat melihat-Nya dengan jelas seperti pandangan mata dengan pandangan mata” (Ath Thawaasin hal. 129)

“Aku adalah Engkau (Allah) tanpa adanya keraguan lagi
Maha suci Engkau Maha suci aku Mengesakan Engkau berarti mengesakan aku
Kemaksiatan kepada-MU adalah kemaksiatan kepadaku
Marah-Mu adalah marahku Pengampunan-Mu adalah pengampunanku “
(Diwanul Hallaj hal. 82)

2. Ibnu Faridh berkata dalam syairnya:

Tidak ada shalat kecuali hanya untukku
Dan shalatku dalam setiap raka’at bukanlah untuk selainku. (Tanbih Al Ghabi fi Takfir Ibnu Arabi hal. 64)

Penyair sufi bernama Muhammad Baharuddin Al Baithar berkata: “Anjing dan babi tidak lain adalah Tuhan kami Allah itu hanyalah pendeta yang ada di gereja” (Suufiyat hal. 27)

Begitulah kesesatan kaum SUFI .

Mas Joe - 6 August, 2009

” memang sussah mencritakan indahnya senja di pantai Bali pada orng yang buta ,
memang sulit mencritakan nikmatnya senggama pada orang yang belum menikah,

Buat dulu yang buta itu jadi melek baru tahu dia tentang indahnya senja dipantai bali,

Nikahlah dan nikmati
rasanya…ya seperti itu..

” Yang tidak mengalami tidak akan pernah tahu “

matasewu - 15 October, 2009

setuju banget mas dengan istilah sampeayan “yang tidak mengalami tidak akan pernah tau”. seperti istilah kasarnya “bagaimana orang buta dapat menuntun orang buta? bukankah kedua-duanya akan masuk jurang?”

mbah gambar - 5 April, 2011

jangan lah engkau berbicara tanpa pernah merasakan jangan lah engkau menyalahkan tanpa engkau mengetahui…islam adalah agama yg sempurna,jangan buta kan hatimu lewat hijab yg ada pada dirimu

sekarayusmg - 28 October, 2012

lalu dmn fitrah kt sbg makhluk?kt mungkin dikaruniai sebagian cahaya milik-Nya..tp tak mungkin memiliki semuanya…jk makhluk merasakan indahnya cahaya-Nya lantas mengatakan bhwa ia adl cahaya itu ataupun pemilik cahaya itu apakah pantas?…bagaimanapun indahnya makhluk takkan sama dg indahnya Sang Khalik…Maha Suci Allah dari apa yang telah disangkakan..

dewi anjani - 28 January, 2012

sok tau…dangkal ilmu, bikin comment…terlihat makin bodoh dan dungu…

sairin - 19 April, 2012

Buta dicahaya yang terang lebih teruk dari celik ditempat yang gelap

2. Kromoredjo - 17 July, 2007

Assalamu’alaikum
mas nedi , jgn meremehkan orang / memfonis orang lain itu Salah
sebelum meneliti terlebih dahulu.
yang berhak memfonis salah itu hanya Tuhan ( Alloh SWT ).
mas nedi , ini saya sampaikan Tingkatan Orang Islam dalam beribadah kepada Alloh.

1. Tingkat awal , yaitu : Orang yg Beribadah mengharapakan Pahala
Surga dan Takut Neraka.
( ini adalah tingkat paling dasar, atau sekelas
anak TK yang mau disuruh jika dikasih
imbalan / Upah , misal :Permen )
2. Tingkat 2( Sarekat ) , yaitu : Orang yg Beribadah Niatnya semata-
mata hanya karna Alloh semata.

3. Tingkat INSAN KAMIL , yaitu : Tidak menganggap dirinya itu ada
karena yang menggerakkan tangan kita,
kaki kita, fikiran kita dan seluruh organ
tubuh kita itu ya Gosti Alloh.
karna memang kita tadinya tidak ada
kemudian di Cpta oleh Alloh, dan di beri Nya
Fasilitas ( Akal, Hati dan semua Organ Tubuh )
Nah Tingkatan inilah yang disebut Tingkat Hakekat dan Makrifat . dan disebut ” Manunggaling kawulo klawan Gusti “

sekarayusmg - 28 October, 2012

Subhanallah…yg sy tahu..kt hny bs mengenal Allah SWT sebaik,sebatas yg kt mampu..orang dan bayangan yg ada pd cermin bukanlah sesuatu yg sama..jgnlah hny krn dikaruniai kedamaian saat mrskan kedekatan bersama-Nya lantas kt menganggap bhwa kt adalah Dia Yang Haq…Penghambaan yg sbnrnya takkan membuat kt merasa tinggi…memahami karunia-Nya takkan membuat status kt mjd pemberi karunia..

3. ki bodong - 18 July, 2007

iya benar mas nedi, kalo belum sampai terbukanya hijab jangan memvonis dahulu, sesuai pengalaman saya ketika saya belum sadar saya menganggap mereka sesat tetapi ketika saya sadar ternyata, itu bukan kesesatan, tapi ungkapan dari pengalaman batin yang memang susah untuk dijelsakan kalo tidak mengalaminya sendiri

4. Pangeran - 20 July, 2007

Saya sangat setuju dengan pendapat mas kromoredjo…..
apa yg mas nedi ungkapin dimana ungkapannya terkesan ngejude saya rasa kurang tepat…..wacana mas nedi lebih ke syariat, sementara syariat itukurang bisa mempengaruhi perilaku kita….
kenapa begitu banyak ahli kitab tp mati dengan cara yg tidak sempurna (contoh mati krn bencana alam tsunami aceh) itu ga lebih karena orang terlalu banyak belajar syariat tp kurang memahami hakekatnya………
menurut saya Manunggaling kawulo gusti itu benar krn kl kita udh berasa deket dengan tuhan jarak dan waktu bukan halangan buat kita…..

5. netlog - 23 July, 2007

Semua Kebenaran Hanya ALLAH yang memiliki, manusia hanya bayangan, cermin dan bahkan kaca bening dari kehendakNYA, maka dari itu jangan pernah memvonis BENAR atau SALAH suatu pandangan, sebelum kita memahami yang seBENAR-NYA.

Penulis hanya berharap dengan kumpulan artikel disini, banyak orang menjadi lebih sadar dan memahami dengan jelas apa yang dianutnya.

Ada yang benar disini, pun ada yang mungkin masih keliru, semua dikumpulkan dengan harapan pembaca lebih memiliki kajian yang luas dan mendalam akan hakekat ajaranNYA.

Wallahu A’lam

netlog

6. jagadnetro - 6 September, 2007

gitu aja kok repot.. klo udah tahu itu semua urusan Tuhan dan mahluknya kenapa harus di urusin. Klo hubungan vertikal kan urusan orang dengan Tuhanya, daripada memvonis kayak gitu mbok ya tengok kiri-tengok kanan dan dilihat tetangganya udah pada makan belum, klo belum kasih makan..

Tuhan kok di bela, emang dah pada lebih Hebat dari Tuhan apa.. Toh klo paham itu masih hidup dan ada berarti kan Tuhan masih menghendaki. Kalo kita ga paham kenapa ajarannya masih hidup, ya kita ajah yang masih selimutan hijab tebal..

weleh.. weleh.. maaf…

7. Much Tohar - 21 September, 2007

Allahlah yang Maha Tahu. Sesat menurut kaca mata manusia belum tentu Sesat bagi Allah. Tidak perlu menghujat ajaran manunggaling kawulo gusti. Makna itu sangat dalam. Jangan mengartikan sepenggal-sepenggal. Sifat Allah adalah Wujud. Wujud artinya bisa dilihat. Yang dilihat disini adalah kebesaran dari Allah. Tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia dan seluruh yang ada dibumi ini adalah wujud Allah. Jangan merasa benar sendiri. Jangan menunjuk dia itu salah. Lalu sudah sampai ditingkat manakah kita ini?? Kalau masih suka marah, masih suka menghasut, masih suka menyalahkan orang lain, itu artinya kita masih hitam legam, belum baik ibadah kita. Rosululloh tidak pernah mengecam orang lain, bahkan saat ketika dia mau dibunuh saja, orang yang mau membunuh itu malah didoakan. Sebaiknya kita mencontoh perilaku Rosululloh saja lah.

8. Sardi Mustafa - 4 October, 2007

Yang namanya aspek keyakinan medannya sangat luas, luas sekali, jangan sampai kekurangan kita justru membuat kita merasa lebih dari yang lainya.

Maafkan dengan tamsil ini, semoga kita tak termasuk didalamnya. Kita pernah mendengar uraian dari dai sejuta umat waktu itu, Bpk Zaenuddin Mz, yang menceritakan, “Satu hari seekor kancil ingin memakan anggur yang terlihat ranum dan menggiurkan, namun sayang angur itu bergantung ditempat yang tinggi. Sikancil ini berusaha mengambilnya dengan meloncat kearah buah anggur itu, namun tak pernah sampai, karena niatnya untuk mencicipi anggur itu tak kesampaian, maka disebarkanyalah gosip, bahwa anggur itu asem kepada setiap yang ditemuinya”.

Cobalah ini jadikan renungan, mungkin kita yang belum sampai kesana, dan sejauh mana kita sudah mempelajari dan meneliti, barulah kita berkesimpulan.

Ingat !!! “Al Awaluddin Ma’rifatullah, wal awalu Ma’ritullah adalah Ma’rifatunnafs” karena,
Man ‘arofa Nafsahu Faqod ‘arof Robbahu” kalau dari sini beragama kita Insya Allah kita tidak akan mencela keyakinan manapun, sampai Kejawen sekalipun.

Mohon Maaf bila ada kesalahan

Mustafa

9. harun - 5 November, 2007

salam,
mengingatkan :

Jangan jadi golongan sesat .sesat di sini adalah menyembah selain Alloh ( Tuhan ).
maka jangan menyembah ke yang baru / apapun yang baru baik dalam bentuk nyata atau goib.

Jangan mau di tipu oleh tipu daya yang nyata atau goib untuk di perTuhankan.

Wassalam.

10. el_adieb - 27 December, 2007

KULO KAWULO, SAMPEYAN GUSTI, MONGGO KERSO , LA-HAULA-WALA-KUWWATA-ILLA-BILLAH, benar apa yang di terapkan dalam aqidah ” Manunggaling Kawulo Gusti ” sebab, pada hakekatnya manusia ini adalah 0 , tidak ada daya tidak ada upaya, Satu hal lagi inggat bahwa kita manusia ini tak lepas dari ” Di ” contoh : dihidupkan, dijalankan, dimatikan, didudukkan, terus siapa di balik kata ” Di ” tidak lain adalah ALLAH SWT..

mustofa arrahman - 22 November, 2010

kalw emang manusia itu serba, “di” untk ap srga dan neraka di ciptakan?kalw memang manusia itu seperti robot,trus oleh Tuhannya sebagian dimasukan ke surga dan sebagian pula di neraka berarti Tuhan gak adil donk…????trus untuk urusan mati misalx,klw memang ajal manusia udah ditetapkan gak bisa maju n gak bisa dimundurin mengapa ada dalil yang menyatakan “bunuh diri itu masuk neraka”,ÿang membunuh dan dibunuh sama2 masuk neraka”.

11. cah op - 6 February, 2008

saya pernah bermimpi:::
saat itu saya ada di atas tebing yang sangat tinggi dimana didasar tebing itu adalah lautan api yang berkobar-kobar. kemudian tanpa sadar saya jatuh ke lautan api itu. dan anehnya???saat sampai di dasar lautan api itu saya justru merasakan kesejukan yang luar biasa hingga sayapun terbangun dari tidur……..

maha besar Allah dengan segala firmanNya……….

12. titah gusti - 8 February, 2008

Iya betul, orang gampang sekali menyalahkan yg lain hanya karena pemahaman yg belum sampai. Maafkanlah orang2 mereka. Seperti anak TK ngotot bahwa alat tulis itu adalah Crayon. Dan anak kelas 1 SD ngotot alat tulis itu adalah pensil . Sementara anak SMP & SMA akan ketawa, masih ada alat tulis Pulpen. Dan orang2 moderen pasti sdh mengenal alat tulis maya, yaitu komputer. Dan seterusnya… jadi ilmu tentang Zat Tuhan dan manifestasinya ngga bisa hanya dijelaskan dg satu ayat atau ajaran tertentu saja. Karena Dia Maha Luas ilmunya. Dan tidak terwadahi dg apapun juga. Karena sebelum ada wadah atau apapun yg maujud, Dia sudah ada. Jadi apa yg ADA tidak ada artinya, karena diadakan dan akan ter-tiadakan. Begitu juga dg “penyembahan”, hanya Dia yg Tahu sesat atau tidak sesat. Dan hanya pribadi-pribadi saja yg bisa merasakan hubungan kedekatan dg Tuhannya. Sebutan Tuhan sendiri adalah bahasa manusia. Dia tidak bernama tapi ada. Kenapa? karena Dia sendirian (Esa) sebelum segalanya ada. Wal Awalu Wal Akhiru. Daripada sesat menyesatkan, lebih baik berbuatlah kebaikan sebagai manifestasi dari sifat Tuhan yang Maha Baik itu.

13. wan - 9 February, 2008

Salamalekom

Boss admin, tulisan kali ini bertentangan dengan tulisanmu yang lain, coba baca di kesesatan-tasawuf yang tertulis :

“Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya syaithan yang paling tercela lagi hina, untuk menggiring hamba-hamba Allah Ta’ala di dalam memerangi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wassalam. Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya ! niscaya engkau akan mendapati padanya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah.”

Di tulisan kali ini om admin membahas masalah manunggaling kawula gusti yang erat hubungannya dengan tassawuf dan dengan penjelasan yang mengarah kepada istilah “kekosongan”… sebenernya om admin nih pro tassawuf atau kontra ya?…heheh

Jika om admin seorang yang bijak, coba om admin simak istilah “KOSONG ITU ADA dan ADA ITU KOSONG”…apakah ada di Quran dan Hadits yang menjelaskan demikian?.. saya kira sudah diluar jalur Quran dan Hadits (Non Muslim – Budhist).

mohon dapat lebih bijak lagi.

Pemahaman saya tentang manunggaling kawula gusti cuman sebuah konsep sistem terpadu dari KE-ILAHI-AN dan butuh pemahaman yang tidak serampangan.

kalo saya sih cukup Inna sholati wa nusuki wa ma yaya wa ma mati…LILAHIROBILALAMIN… Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku kuserahkan ke Allah…mo diterima atau ditolak bukan urusan saya, yang penting saya sudah mencoba yang terbaik menurut akal saya.

Saya cuman prihatin, generasi yang masih sangat produktif yang notabene masih memiliki kemampuan untuk berjihad membangun nama baik keluarga harus membuang waktu demi memahami hal-hal seperti ini.

Islam is simple, kalo dah simple kenapa harus di buat ruwet?

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” [Al Maa-idah:3]

Wassalam

14. badrus - 17 February, 2008

kalo boleh saya berpendapat manunggaling kawulo gusti itu sudah dari dulu awal penciptaan adam yang ditiupkan ruh dari sisiNYA dan diberitahukan nama2 benda. manusia adalah bayangan Tuhan di muka bumi untuk membaca kehendakNYA yang pernah disanggah oleh malaikat bahwa manusia itu penganiaya, penumpah darah, perusak lingkungan(walapun sampe skrg itu masih terjadi). jiwaMU ingin selalu dekat dengan jiwaku yang belum bisa menterjemahkan segala. arti pertemuan ini arti cumbu rayu ini yang mungkin bisa memusnahkan kenyataan hidup yang terjadi. aku ini adalah diriMU jiwa ini adalah jiwa|MU rindu ini adalah rinduMU darah ini adalah darahMU cinta ini adalah CintaMU

15. arya jiwangga - 5 March, 2008

kalo saya sihh masih awam tentang manunggaling kawulo gusti
apa seperti menyatu seperti air dengan gelas atau lebih larut
lagi seperti air dengan gula atau seperti cahaya yang menyinari
air wah jadi bingung niih. Kata manunggal berarti jadi satu dengan Alloh SWT atau nggak cari kata kata yang gampang saja . Bersama . Jadi seperti dalam islam Alloh bersama orang orang yang sabar. Mungkin ini yang hampir mirip dengan kata
kata Manunggaling kawulo Gusti. suwunnn

16. IwanSyuhada - 13 March, 2008

Segala macam takwil dan pemaknaan dari Manunggaling Kawulo lan Gusti alangkah baiknya disimpan dalam bilik2 rahasia saja. Adapaun penafsirannya diletakkan pada tataran kemaslahatan sosial. Kalo kata Cak Nun, Manunggaling Kawulo lan Gusti itu adalah bersatunya Tuhan dan Rakyat dalam Kalbu “pemimpin”. Maksudnya adalah apabila kita menghadap Allah SWT, yang kita persembahkan adalah kepedulian terhadap rakyat banyak, sebaliknya apabila kita berhadapan dengan rakyat, yang kita taburkan adalah cahaya2 amanah Allah buat rakyat.

17. piyantun dusun - 25 March, 2008

wahai saudaraku Alloh menciptakan dunia ini beraneka ragam untuk apa diadakan seperti itu? berfikirlah janganlah kamu saling menyalahkan tak kan km temukan manunggaling gusti klo km jauh dengan dirimu kenalilah dirimu rsakan lah setiap gerak langkaahmu alloh hadir bersama mu niscaya km akn menemukan nya jangan lah engkau merasa bahwa km lah melakukan semua itu .klo mau liat manusia sesungguhnya lihatlah orang mati punya mata tak melihat punya mulut tak bicara ad kaki ga jalan maka dari itu kajilah dirimu jangan km sibuk dengan amalan orang lain ajak lah umat untuk taqorub illaalloh dengan ap yg km yakini .maaf bila ad kata tak enak hanya ingin berbagi wasalam

18. sastro djendro - 10 April, 2008

Urun rembug
Semua yang disampaikan teman2 adalah benar (pada tataran masing-masing), semua yang kita lihat, yang kita dengar, yang kita baca sebaiknya diterima dengan tanpa prasangka buruk, setelah itu baru kita pahami, untuk direnungkan.

Biasanya kita kurang sabar dalam banyak hal, padahal sabar adalah kunci dari ibadah. Manungguling kawulo gusti itu adalah tataran yang paling tinggi. kita tidak mungkin ketataran itu kalau tidak berangkat dari bawah. syareat, tarakat, hakekat dan ma’rifat. Semua itu bisa terjadi kalau kita mampu dan mau berjalan sesuai perintahnya_Nya

Mohon maaf

19. Masyo - 12 April, 2008

As wr wb
Kalau mau merasakan “Manunggaling kawulo Gusti” itu, punya syarat yang sangat mutlak, antara lain :
1. Penyerahan diri secara total kepada Allah. (hanya Allah yang berhak atas diri kita)
2. Mau mendengarkan SabdaNya melalui Kitab SuciNya dan melaksanakannya. (Bersabdalah ya Allah, hambaMu mendengarkan)
3. Hubungan kita secara pribadi dengan Allah (vertikal) harus kita wujudkan dalan hidup kita sehari-hari dengan sesama manusia (horisontal) artinya

20. rua_benida - 28 June, 2008

Salam damai buat semuanya…
Manunggaling Kawulo Gusti bila di jabarkan tidak akan ada berhentinya.
Karena tiap orang mempunyai pandangan dan pendapat yg berbeda..
Tapi alangkah lebih baik bila perbedaan ini semuanya jangan membuat kita terpecah belah. Dengan keragaman perbedaan ini,jadikanlah persatuan dan kesatuan antar umat beragama,kepercayaan dan keyakinan… Hidup Manunggaling Kawulo Gusti!

21. Caknoor - 1 July, 2008

As.wr.wb
Untuk lebih memperjelas pengertian manunggaling kawula gusti, saya contohkan secara sederhana sbb:
misalnya sebuah mobil, dimana mobil merupakan rangkaian komponen-komponen yang disatukan menjadi sebuah mobil, dimana mobil tersebut merupakan benda mati yang didesain bisa hidup. Kemudian muncul seorang manusia yang juga memiliki hidup, lalu manusia tersebut masuk kedalam mobil dan menghidupakan mobil, maka disitu terdapat dua hidup yang menyatu kedalam mobil.
Disaat mobil dijalankan untuk menempuh satu tujuan, maka muncul pertanyaan, siapakah yang mengantar ke tujuan apakah mobil atau manusia, masing-masing merasa memiliki peran, si mobil merasa membawa manusia ke tujuan, dan si manusia juga merasa membawa mobil ketujuan. Karena adanya penyatuan dua hiduplah maka manusia dan sekaligus mobilnya mencapai tujuan. Disini menggambarkan bahwa ada dua sifat hidup yang berbeda, karena adanya penyatuan maka hidup tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan. Penyatuan hidup inilah yang dinamakan “Manunggaling Kawula Gusti”

Bila saya kaji dari hurup AALOH, maka akan dapat kita urai pengertiannya sbb.:
kata “ALLOH” terdiri dari hurup Alip, Lam, Lam, Ha dengan Tasjidnya dimana :
Alip = Aku ( pengakuan dari barangnya )
Lam 1 = Hidup positip ( mengurus )
Lam 2 = Hidup Negatip ( nafsu )
Ha = Sifat ( habdallah )
Tasjid = Yang menghidupkan sifat
Artinya adalah : – Barang tersebut menyatakan diri bahwa :
“ Saya dihidupkan oleh dua sifat hidup yang berbeda” ( saya akan berfungsi apabila telah ada dalam diri mahluk ), baik mahluk sebagai Abdinya Alloh ( untuk seluruh mahluk ) maupun Mahluk sebagai Abdinya Rosul ( untuk manusia )”.

Semoga penjelasan diatas akan dapat memberikan sedikit gambaran bagi para pembaca, mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah karena semata-mata kebodohan saya, dan yang benar hanya milik ALLOH.

Wsslm
CAKNOOR

22. juan - 6 July, 2008

salam sejahtera…
Baik bukanlah baik bila madhorotnya lebih besar dari manfaat.
Bila “manunggaling kawulo gusti” di bahas secara terbuka menimbulkan sengketa alangkah lebih baik bila dibahas tertutup. bagi yang sudah mampu merasakan indahnya “MKG” ini sudah tak perlu membuktikan kepada yang lain bahwa dirinya benar dan yang lain salah. apalah artinya sebuah pembuktian bila berakibat menyinggung perasaan sesama bukankah tujuan penciptaan jin dan manusia itu hanya satu “IBADAH” yang berarti mengabdi, melayani, kepada Allah dan sesama mahluk. pengabdian apa yang sudah kita persembahkan kepada Allah dan makhlukNya.
Walaupun kita belum mampu melayani dan membantu yang lain paling tidak janganlah kita menyakiti yang lain, apapun itu dan siapapun iyu.
wallahu a’lam

Sutarno - 14 January, 2013

Ass..
Pandangan sy tentu adalah kyakinan sy..yang tentu saja saya adalah muslim..yg meyakini..rukun islam,rukun iman
percaya pd alqur’an,tentang surga dan nereka,pd para rosul. dan hari akhir dan ajaran ini adalah dr rosululloh..demikian sebenarnya(hakikat nya) pnganut manunggale kaulo gusti…pda dasar nya ketika ia bribadah ia bribadah dgn sepenuh jiwa..ia yakin bhwa allah tempat brmuara sgala sesuatu..tp tdk brrarti sbgai dwi tunggal,anggapan org tentang penistaan sy rasa itu keliru besar,org maka sbelum orang mndokterin org mnghujat kaum suffi-tasawuf-hakikat-ma’riffat- torikoh-manunggale kaulo gusti sbaik nya diselidiki dulu..apa ada mnghilangkan satu ayat pun dlm alquran..trlbih bismilahirrohmanirrokhimi- kulhuallohu ahad-allhu shomad-lamyalid walam yulad-walam yakullahu kufuan ahad.. Demikian ungkapan sy

23. Muksa Al-Mason - 20 July, 2008

saya setuju dengan manunggaling kawulo gusti. dan saya juga ingin belajar tentang itu namun bukan lewat buku ataupun kitab-kitab yang sudah diterbitkan tapi melalui seorang guru yang benar-benar mengerti , memahami dan mengmalkan ajaran tersebut.

matasewu - 15 October, 2009

alhamdulillah……: saya hanya menganjurkan: carilah seorang mursid/ guru yang BISA MEMBUKTIKAN atau membawa kita kejalan yang pendek dengan cara yang singkat dan menggunakan peralatan yang sudah diberikan olehNYA, walaupun akan susah karena beliau adalah manusia biasa yang hidup disekitar kita.

24. adenan - 29 July, 2008

saya setuju dengan Muksa Al-Mason..

Temukan dulu guru mursyid.. Guru yang benar2 mengerti tentang manunggaling kawula klawan gusti itu..

25. saptaws - 19 August, 2008

Buat bang Muksa Al-Mason dan den mas Adenan

tolong saya dikasih e-mail anda
saya kasi info tentang hal itu.

Tx
swsn

sudirman - 30 October, 2009

nama saya sudirman tolong juga saya dikasih info tentang guru
mursyid “Manunggaling Kawulo Lan Gusti”

hendi - 14 March, 2012

Mas saptaws saya jg mau donk mas infonya, saya jg lg nyari seorang mursyid buat ajarin ilmu MKG, ini emailku mas. hendi_pkl@yahoo.com.

matur nuwun
hendi

Munasril - 1 August, 2012

Aku juga mau mencari guru mursyid untuk MKGMas, bagi kita info ya dan ini emailku : munasril.ksn@gmail.com ( Munasril )

wassalam.

Alim hamid - 25 April, 2012

Asswbr, nama sy alim hamid, tolong sy d info kan dan d kasi ttau tentang ilmu manunggaling kawulo lan gusti tolonng kirim ke email sy nyelerin@gmail.com, sy sangat menghrapkan bantuannya, jgn biarkan sy bbingung dan tersesat

26. sonny - 28 August, 2008

Assalamualaikum,

Saya juga dong Mas Saptaws, sudah lama saya melakukan “pencarian” dan sepertinya MKG begitu mengena.
Infonya ya Mas di alamat email : sonny.10084@gmail.com

27. DEADBOYS - 31 August, 2008

SALAM ‘ALAIKUM. PENDAPAT TIDAK PERNAH SALAH, KRN PENDAPAT ADLH CARA MANUSIAWI UNTUK MEDEKATI KEBENARAN. TAPI YANG PASTI BENARNYA TENTU ALLOH SENDIRI YANG MAHA BENAR. NAH, TTG MANUNGGALING KAWULAGUSTI, KALO MENURUT SAYA, KALO ADA YG MASIH MAU BELAJAR, JANGANLAH TERLALU DITAMPAKKAN/TERLALU MENCOLOK. BERISKAPLAH BIASA SAJA. KARENA SKRNG MASYARAKAT SDH TERLANJUR MEN’SESAT’KAN AJARAN TSB. ANTARA SYARIAT,HAKIKAT, DAN MAKRIFAT TENTU SESUAI, TDK ADA PERTENTANGAN. KRNA NABI MUHAMMAD S.A.W TELAH BERHASIL MEMBUMIKAN AJARAN ISLAM SECARA MENYELURUH BAIK DALAM SARIAT HAKIKAT DAN MAKRIFAT.JANGAN TANGGUNG2 MENCARI TELADAN, NABI MUHAMMAD S.A.W ADALAH INSAN KAMIL USWATUN KHASANAH. CUMA MGKN ADA YG DIANTARA KITA YG GAK BISA MENERIMA SEMUA YG BERBAU KEARAB ARABAN. ADA YG LEBIH SUKA GENDING JAWA DENGAN MAKSUD YG SAMA.NAMUN KITA JUGA HARUS HATI HATI, SESAT ATO TIDAKNYA KITA DAPAT DIINDIKASI DENGAN KESESUAIANNYA DGN AJARAN ROSULULLOH S.A.W. KALO MENYIMPANG, BAIKNYA KITA KAJI LAGI, RENUNGKAN LAGI. MENCARI MURSYID TENTU TIDAK MUDAH, TAPI MENGAMALKAN ILMU YG SDH DIDPT TENTU LEBIH BERARTI KETIMBANG KESANA KEMARI NYARI GURU. PADAHAL GURU KITA GAK USAH DICARI LAGI, KARENA GURU KITA ADLH YG KITA IBADAHI SETIAP WAKTU, ALLOH AL HAQ. BILA MASIH ADA HAL YG BELUM DIMENGERTI MK MOHONLAH AGAR DIBERI PENGERTIAN DARI YG MAHA TAU. SABAR,JANGAN TERBURU BURU UNTUK TAU. KARNA ALLOH LEBIH TAU KAPAN SAAT HAMBANYA PANTAS UNTUK DINAIKKAN DERAJAT/MAQOMNYA. FOR NOW, JUST KEEP DOING OUR JOB AND DAILY ACTIVIYIES, DON’T PUSH ALLOH TO MAKE US UNDERSTAND. MAYBE NOT UNDERSTAND IS BETTER THAN WE UNDERSTAND BUT WE CAN’T APPLICATE THE KNOWLEDGE IN OUR DAILY LIFE. SALAM…

28. opeix - 31 August, 2008

bagi saya manungagalaing kawulo gusti adalah manunggaling pemimpin dengan rakyatnya

29. Kawulo gusti - 3 September, 2008

Buat bung Saptaws,
Kalo boleh saya juga mau dikirimi info ttg “MANUNGGALING KAWULO GUSTI”, saya sangat tertarik dengan ajaran itu..berikut email saya : purwoh@gmail.com.
Terimakasih sebelumnya..

30. basuki - 14 September, 2008

Salam,
Bung Saptaws, klo panjenengan berkenan, saya juga pengen info saking panjenengan tentang ajaran MANUNGGALING KAWULO GUSTI.
Meniko email kulo basukicaruban@yahoo.com

Matur Nuwun.

31. harto - 16 September, 2008

Ass.
Wah rame juga ya disini..
Semua pandai dalam menjabarkannya.. baik buat yang pro mkg atao yg kontra.. Tapi semuanya benar, Buat yang ahli Syariat benar karena mereka punya landasannya. Dan buat yang pro MKG juga benar karena mungkin mereka punya alasan sendiri atau bahkan mungkin merasakannya dan telah sampai kesana… lalu siapa yang salah yaa he he..Sebenarnya urusan keTuhanan adalah urusan masing2 antara jiwa kita dan yang menciptannya,.. benar atau salah caranya itu adalah urusan Allah. Jadi peace aja deh
Wasallam,

adn - 5 September, 2013

tidak ada yang salah, tidak ada yg sesat, yg ada hanyalah kita berbeda dengan mereka…

32. zhondag hiddayattulah - 19 September, 2008

assalamualaikum…

segala apa yg kamu pikirkan itulah fana… dan segala apa yang tidak dapat km pikirkan adalah allah swt….

33. Sulwanri - 30 September, 2008

Saya merasa mendapat banyak masukan tentang MKG.Dan ingin lebih mengerti lagi krn mdh dipahami.Tolong kirim saya mas ajaran MKG ke wanrisul816@gmail.com.Thanks for your kindness.

34. asmaraningtyas - 23 October, 2008

Manungaling kawulo gusti itu bisa digambarkan seperti menyatunya penis dan vagina. Kemenyatuan yg dibarengi usaha nyata dari keduanya makaka kan timbul sensasi uenak yg luar biasa. maka kalo kawulo (rakyat) dan gusti (penguasa) kalo mau juga menyatu bersatu padu membangun negara semuanya akan merasa uenak juga, hidup sangat nyaman, berkecukupan, subur makmur. bila kita sudah ampai pada kondisi seprti itu makak kita telah sampai bada hakikat dan makrifatnya kehidupan. istilahnya sudah sampai pada orgasme sosial……

35. Sulwanri - 23 October, 2008

Weleh.,weleh.,saya jadi pengen ketawa baca comentnya asmaraningtyas tentang penyatuan. Itu lho.,seperti menyatunya anu dengan anu. Hasilnya ya anu. Maaf lho soalnya saya jadi mikir ujud dari kata yang buat perumpamaan itu. Gak sengaja sih.

36. sidi om - 1 November, 2008

Aku lah yang kalian cari
Akulah Ana Al-Haq
Ana Al-Haq Qul Yakin!!!

37. sidi om - 1 November, 2008

Dimana saja dimas berpaling wajah
Disitulah wajahku
Masakan dimas dapat melihat diri….
Yang melihat itu Aku
Melihat dimas dalam tidur itu Aku kasyaf dalam kaca mimpi dimas.
Masakan dimas dapat melihat aku…

38. sidi om - 1 November, 2008

Mimpi dimas dalam tidur bukan hukum
Itu kasyaf dimas melihat aku
Lemah pendapat dimas itu lah yang dimas dapat
Aku yang dapat.
dimas tak rugi
Aku yang untung.
ke negeri cina sekalipon dimas memanggil aku untung..tung..tung..tung.
ke negeri india,dimas memanggil aku kada kadang untung…kada kadang untung…kada kadang untung.
ke tanah melayu dimas memanggil aku Tak tak tung…tak tak untung…tak tak tung,tak tak untung.

39. sidi om - 1 November, 2008

AlHamdulillah Aku Duduki Badan dan Hati
Wajib Nyawa-Suara-Rasa
Roh-Rupa-Cahaya
Innama alaina wa Islam
AlHamdulillah-Wahdah
Ya Muhammad
…….

40. sidi om - 1 November, 2008

Assalamualaikum
Muhammad Siddik
Muhammad Amanah
Muhammad Tabligh
Muhammad Fatonah
Mukammad Anfas
Muhammad Tanafas
Muhammad Nufus
Allahumma Salli Alaa Muhammad itu Nafasku.

41. sidi om - 1 November, 2008

Dimas Tak dapat Mengetahui Aku
Diri AKU Laisa kamislihi Syaiun.
Dimas tak dapat mendengar kata kataku
Kelakuanku kaya mengkayakan.
Dimas tak dapat melihat Aku
Telah Aku Perbuat Sekelian itu bergerak hanya dengan izinku!

42. sidi om - 1 November, 2008

Assalamualaikum
wahai jasad kalimah zat
sifat fardu pesuruh Alloh
Ya Asma’ Ya Zat
La maujudan illal lah
Ya Huu Ya Allah

43. sidi om - 1 November, 2008

Diantara Roh dan Jasad
Apa yang ujud di tengah tengah kalian?

44. sidi om - 1 November, 2008

Manunggaling kawulo gusti
Ingsun madep gusti Alloh…

45. adjie - 19 November, 2008

hakekat manunggaling kawulo gusti sangat tidak mungkin untuk di jabarkan kangmas…..sebab MKG itu adalah lelinggahing manah menep. lan rasa iku talining urip, urip kang sejati…sejatining urip kang langgeng……ini mungkin hanya kiasan saja….nah penjabarannya ya di dalam menep tadi..yang artinya hidup harus kembali ke HAKEKAT HIDUP ITU SENDIRI.Dalam artian INGSUN YO ALLLAH..ALLAH YO INGSUN….bukan berarti bahwa kita adalah tuhan tapi kita harus berusaha bersifat berbuat berfikir paling ga seperti tuhan yg slalu baik dalam sgala hal

46. Hawa - 5 December, 2008

Manunggaling Kawula Gusti pada hakekat nya adalah ” Kesadaran ” . Dan sejatinya ” kesadaran ” itu adalah ” hidup ” . Takkan ada yang namanya ” Manunggaling Kawula Gusti ” di sebab kan oleh hidup. Karena hidup mencangkup segalanya. ( dunia ini panggung sandiwara ) .

47. wargo madiun - 18 December, 2008

Manunggaling Kawulo Kelawan Gusti.

bener..bener..namung sageto mboten sah dipun dodos diskusi utawi komentar ngaten puniki hakikatipun mboten saget dipun pertanyaaken, cukup kagem diri piambak-piambak kemawon. nyuwun pangampunten, menawi gadah ilmu hakikat menawi ngaten puniki sageto nutup, eling lan waspodho wingit lan wadinipun kersanipun wonten derajad ilmunipun. Ilmu ngaten puniki mboten ilmu ingkang sembarangan, tanpo tedeng aling-alingipun, mulo sageto mboten dipun dadosaken perbincangan kados ngaten puniki ing tiang umum, mugio ingkang gadah alamt web niki sagedto nutup kersane mboten wonten kesalah pahaman di masyarakat. ( Kagem Sedayanipun Kadang Alif )

48. Yono kaltim - 9 January, 2009

Assalamuallaikum…
Saxa setuju apa xg disampaikan warga madiun masalah Manunggaling kawula klawan gusti, kalau bisa tidak dibuka dlm forum terbuka, bab ini dah sangat dalam pelajarannxa kami usulkan cari seorang guru xg tahu tentang MKG. Itu semua rahasia allah xg tahu hanxa allah, sbgai manusia kita hanxa belajar..belajar…belajar…belajar jadi orang xg sabar,tabah,ihkas…tawadu…kalau bagi pembaca atau penxampai pesan, mendapatkan hidaxah itu semata karna Allah. Dan semoga kita bisa berjihad pada jasad kita xg selalu diselimuti nafsu…aluamah,amarah,supiah mari kta tidurkan hidupkan Mutmainah… Amin. Maaf klau ada kata2 xg salah, saxa ini orang bodoh ngak tahu apa-apa..

49. tyangjawi - 10 January, 2009

AsWW.
Sampeyan2 yang yakin benar tentang MKG tentunya BISA JADI ada salahnya. Demikian juga sampeyan2 yang samasekali tidak yakin dengan MKG, MUNGKIN ADA mengandung kebenaran.
Tidak ada yang mutlak selama didunia.
Barangkali yang benar adalah yang RAHMATAN LIL ALAMIN.
Barangkali sikap yang bijak adalah : SAYA YAKIN SAYA BENAR TETAPI MUNGKIN JUGA BISA SALAH, DAN SAYA YAKIN ANDA SALAH TETAPI MUNGKIN JUGA BISA ANDA BENAR.
Jadi ….. monggo kemawon

50. abdul ghoni - 13 January, 2009

Kang Adenan dan sdr2 ku muslim lainnya .. barangkali ada mursidan yang biasa mengajarkan masalah MKG tolong saya diberitahu kemana saya bisa belajar lebih dalam prhl ini terimakasih, alamat email : wanha@telkom.co.id

51. parjie - 15 January, 2009

Manunggaling Kawulo Gusti
pada intinya adalah penyatuan manusia terhadap Tuhannya
emang bener ada saya contohkan syeh Siti Jenar tapi beliau salah menjelaskan kepada orang2 karena tidak setiap orang bisa menerima dan memahaminya tergantung tingkatan dari orang tersebut
orang syareat dikasih ilmu hakekat tidak akan mengerti
sebenarnya orang yang sudah sempurna (orang yang bersatu denganTuhan/ Saudara Batin Ka Anak Batin Empat Kalimo Pancer)
kalau boleh dijelaskan “Aku adalah Alloh” ini mempunyai arti yang sangat dalam.
Pada dasarnya manusia terdiri dari 4 unsur yaitu Air, Angin, Api, dan tanah.
tapi kadang kala orang sering tak percaya dengan hal tersebut karena dia hanya belajar dari kulitnya saja.
kalau ada yang tau arti dalam Alquran “Siapa yang mengenal Aku maka dia mengenal Allah”
parjie_dahsyat@yahoo.co.id

52. duitnm.co.cc - 16 January, 2009

Haji Hebat Hartanya Hebat Hidupnya Hemat Hikmahnya Hoky

Haji Hebat Hartanya Hebat Hidupnya Hemat Hikmahnya Hoky
Haji Hobby Hoky Harta Home Holiday Honesty Harkat Hidupkan Internet konjungi duitnm.co.cc Semua ada solusinya…MAU????

53. sohirun - 17 January, 2009

mohon maaf
perkenankankan mereka yg mau mencari,bg yg tdk daokan smoga sahabatnya menemukan yg dicari.
wassalam[i run 2 u]

matasewu - 15 October, 2009

amien…mas karena saya juga turut mendoakan bagi semua yang mau mencari sehingga sampai pada tujuannya, bukankah awaludinni ma’rifatullah dan hanya DIAlah yang kuasa untuk memberikan hidayah itu.

54. Syaila - 19 January, 2009

semua, baik penulis dan pengomentar sama-sama salah dan benar menurut seorang manusia. saya kira doktrin itu tidak perlu diulas secara panjang dan lebar, bahkan meruncing pada pertentangan yang tajam diantara sesama muslim, itupun tak ada gunanya. Hanya emosi dan pikiran dogmatis akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Sebagai orang muslim, saya cuman memberi gagasan bagaimana seandainya” Manunggaling kawulo gusti” ini kita jadikan doktrin yang lebih kepada kita untuk memahami dan merealisasikannya kepada sesama. Yaitu” bersatunya rakyat bawah(kawulo) dengan orang elit atas(gusti), sehingga lahirlah doktrin ISLAM yang sejatinya ” Romatan lil ‘alamin. Janganlah kita sibuk ngurusi Allah, karena Allah sama sekali tidak butuh kepada kita. Tapi hendaklah kita menyibukkan diri bagaimana caranya kita menjadikan Islam itu indah, penuh kesejahteraan dan kebahagiaan dalan hidup ini sesuai dengan isi Al-Qur’an qouliyah dan Al-Qur’an kauniyah. Masih banyak sesama kita kelaparan, menerima ketidak adilan dan tertindas yang harus kita perjuangkan sehingga akan tersusunlah” Manunggaling Kawulo Gusti ” yang sebenarnya.

55. Henry - 20 January, 2009

Apapun pendapat rekan rekan, tidak usah mencari kebenaran dengan cara menyalahkan atau menanggap orang lain sesat…pada intinya kita semua sama….kita adalah manusia yang tersesat dan mencari jalan kembali kepadaNya,tapi “Nya” itu siapa,apa dan bagaimana?…nggak ada yang tau kan?…makanya nggak usah eyel eyelan…maaf nih kalau boleh saya urun pendapat menurut saya yang awam ajaran MKG yang diajarkan Kanjeng Syeh Siti Jenar adalah benar akan tetapi beliau berada pada waktu dan tempat yang nggak tepat..kalau saya boleh menjelaskan pada saat itu umat islam mengalami masa transisi dari semula memeluk agama hindu – budha menjadi memeluk agama islam jadi mereka harus mempelajari syariatnya dulu kalau bisa dibilang orang – orang pada masa itu sama halnya dengan anak TK yang baru belajar menghitung…dan pada saat itu pula Kanjeng Syeh Siti Jenar datang dengan dengan menyiarkan ajaran MKG yang mengajarkan hakekat ketuhanan, jadi sama halnya ngajar aljabar sama anak TK….so mana nyambung…oleh karena itu apabila ada dulur – dulur yang mempunyai pengetahuan lebih tentang MKG, tolong dibagi dong ilmunya..saya pingin ngangsuh kaweruh marang panjenengan ingkang ngertos ajaran MKG terutama yang berdomisili di sekitar Mojosari – Mojokerto – Jawa Timur…sebelum dan sesudahnya makasih.

56. sardi - 23 January, 2009

Baca sejarah sahabat Ali bin Abi Thalib, oang oleh nabi disebut sebagai sebuah pintu, andai kata nabi sendiri sebagai kota ilmu, jadi artinya kita tidak akan sampai kepada ilmunya nabi bila tidak melalui pintunya, artinya secara kasar saja apa-apa yang keluar dari sahabat Ali bin Abi Thalib adalah dari nabi Muhammad saw juga.

Sejarah mencatat, dua kubu yang saling bertentangan, ada yang saking kagumnya sampai menjadi pemujanya secara berlebihan (sampai ada yang mengatakan kaum penyembah sahabat Ali dan mengecilkan peran rosulullah sendiri),……….

Ini diambil dari “Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a.” MCB (Moslem Ciber Books)

…Dua fihak yang sangat bertentangan penilaian terhadap Imam Ali r.a. tercermin pada dua
kelompok yang terkenal dalam sejarah Islam.
Kaum Rawafidh bukan saja pengagum Imam Ali r.a., malahan boleh dibilang sebagai “kaum
penyembah Imam Ali r.a.” Semasa hidupnya, Imam Ali r.a. sendiri sudah berulang kali melarang
tindak dan sikap mereka yang sangat keliru itu, tetapi sikap Imam Ali r.a. yang tidak mau
disanjung dan disembah itu bahkan mereka nilai sebagai sikap yang agung. Imam Ali r.a.
sampai-sampai mengingatkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu syirik. Peringatan itu
sama sekali tidak menyurutkan pendirian mereka.
Begitu fanatiknya mereka kepada Imam Ali r.a. sehingga mereka bersedia mengorbankan
segala-galanya demi tegaknya pendirian itu. Bahkan ketika mereka dijatuhi hukuman dengan
dibakar hidup-hidup, hukuman itu mereka terima dengan penuh ketaatan. Di tengah kobaran
api unggun yang membakar diri mereka di depan umum, dengan penuh gairah mereka berseru:
“Dia (Imam Ali) adalah tuhan. (Sebab) dialah yang menetapkan adzab neraka ini”. Mereka rela
mati dibakar dengan penuh keikhlasan. Mereka memandang layak hukuman demikian
dijatuhkan oleh “tuhan” mereka sendiri.
Sangat berlawanan dengan kaum Rawafidh ini, adalah pendirian golongan Nawasib dan
Khawarij yang sangat benci kepada Imam Ali r.a. Ironisnya, kaum Khawarij ini sebelumnya
justru merupakan pengikut Imam Ali r.a. yang paling setia dan taat. Mulamula mereka sangat
cinta, kagum, taat dan setia. Lalu berbalik 180 derajat menjadi muak, benci, mengutuk,
bahkan mengkafirkan Imam Ali r.a. Itu terjadi ketika tokoh yang mereka kagumi itu bersedia
menerima “perdamaian” dengan Muawiyah. Peristiwa yang dalam sejarah terkenal sebagai
“Tahkim bi Kitabillah”.
Kaum Khawarij itu menuntut kepada Imam Ali r.a. agar ia bertaubat kepada Allah atas
perbuatan salah yang dilakukannya (mengadakan perdamaian dengan Muawiyah). Begitu
mendalamnya kebencian mereka sehingga pada kesempatan apa, kapan dan di mana saja
mereka melancarkan kecaman pedas dan memaki habis. Bahkan sejarah mencatat, Imam Ali
r.a. wafat akibat pembunuhan yang dilakukan golongan Khawarij.

Orang bijak mengatakan bisanya ilmu itu terdapat pada kefahaman dan ketidakfahaman kita, kadang kita baru mengetahui sebagian, namun sudah berani menyimpulkan, hati-hatilah sohib, ilmu Allah itu sangat luas, jangan sampai karena sempitnya pemahaman kita tentang ilmu Allah menyebabkan saling hujat diantara kita, yang bisa memutuskan tali silaturrahim dan persaudaraan umat muslim.

Kalau Al Hallaj dan Syeh Siti Jenar salah pelajari yang tuntas salahnya dimana, atau ketauhidan kita yang belum sampai kesana mari belajar bareng-bareng. Salah dan benar bedanya sangat tipis, dan sejarah membuktikan bahwa kekuasan yang paling dominan menjastifikasi itu dan sangat mujarab, itulah realita sejarah yang berkuasa berhak memutuskan itu dan terlepas dari kebenaran itu sendiri, sekali lagi kekuasaan sangat dominan memutuskan salah atau benar,,,,,,,,

57. Yu2d - 25 January, 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Mas/Mbak
Mohon diri untuk menambah coretan2 maya…..

Salam Damai Sejahtera, Bahagia dan Sentosa…..takterbilang….
Untuk para penyimak, dan juga yang punya Blog ini dan juga buat bangsa ini, dan juga buat seluruh isi dunia ini, dan juga untuk semua Umat, tanpa memandang SUKU, RAS, AGAMA/ KEYAKINAN…..dan seluruh isi Jagat Raya Ini yang luas tanpa batas…
dan semoga Allah SAW… senantiasa melimpahkan Rahmat serta Hidayah-Nya buat semuanya….yang menuju kepada KESADARAN AKAN DIRI…., yang Bermuara Kepada “KEBENARAN HAKIKI” Demi tercapainya persatuan penuh kasih dan sayang sejati

Saya ingin mengajk para salik disini dan juga yang punya Blog ini, serta para penyimak untuk bersama-sama Bersholawat kepada Gusti Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh SAW…. (jika berkenan)
dan percayalah perlu anda ketahui hanya melalui jalan Beliaulah satu-satunya jalan yang tepat dan cepat untuk mencapai maqom Waliyullah (kekasih Allah)

akan tetapi yang perlu Anda semua garis bawahi jangan pernah memandang adanya perbedaan tadi ketahuilah semuanya adalah Bukti, hanya bukti bahwa sannya semua Ilmu2 yang diturunkan oleh Allah Ta’ala itu tidak ada yang salah “BENAR… jika kita sudah memahaminya!!!! Jadi janganlah mudah menyimpulkan berdasarkan kulit luarnya saja atau pengatauan fikiran Anda sendiri untuk menyalahkan semua butuh pemahaman akan maksud dan tujuan karena mungkin hanya beda bahasa atau tulisan dan juga penyebutan…..dan itu membuktikan bahwa Ilmu Allah itu sangat luas sekali

“INGAT YANG PERLU SEKALI SAUDARA-SAUDARAKU SEKALIAN PELAJARI LEBIH DULU ADALAH MEMANDANG AKAN DIRI SENDIRI SADAR AKAN DIRI..ITULAH AWAL DARI MENGENAL ALLAH TA”ALLA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ada “ayat” yang mengatakan demikian ;

“Dan pada diri kamu sendiri kenapa engkau tidak memperhatikannya…..”

“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).

Ya Rob… sedih hati hamba jika semua mahkluk-Mu sudah merasa paling Benar,,, karena ke-Egoan… karena Ke-dirian … Karena Hawa Nafsu hingga terjadi hujat menghujat.. cela mencela.. caci-maki,,,,, penghancuran,, perkelahian… peperangan……. sungguh Engkau adalah Maha Yang Penuh dengan Kasih dan Sayang Lagi Suci…..
dan tidaklah ini semua adalah Kodrat dan Iradhat -Mu maka Hanya Engkaulah yang Maha Tau akan Hidayah Didalamnya….. karena semua apa2 yang engkau ciptakan itu tidaklah pernah sia-sia bagi yang mau memikirkannya..

Wahai Para Saudara2ku Sekalian Mari kita bersama2 bersatu ya bersatu padu
SADAR AKAN DIRI…. SADAR……..SADAR dan SADAR……, menyadari Fitrah Diri….. Renungkan janganlah ada perdebatan janganlah ada perbedaan……, semua ilmu itu turunnya dari Allah……..KATAUHILAH ITU mari saling mengasihi dan menyayangi…. cinta dan Damai..
Wahai Para Ahli Syari’at > Syari’at mu adalah “Syari’atullah”
Wahai Para Ahli Tarekat > Tarekatmu adalah “Tarekatullah”
Wahai Para Ahli Hakikat > Hakekatmu adalah “Hakekatullah”
Wahai Para Ahli Ma’rifat > MAkrifatmu adalah “Ma’rifatullah”

Bukankah disitu “TIDAK ADA PERBEDAAN TUJUAN”
kenapa harus kita Ributkan……….

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Dari hamba Allah SWT yang fakir… miskin…. serta Hina….. dan tidak ada daya dan upaya…… masih dalam pengembaraan jiwa…..

Salam saudaraku?..

58. sardi - 2 February, 2009

Ada dongeng, satu ketika ada kancil yang mengin buah anggur.

Sayang buah itu terlalu tinggi untuk dijangkau sikancil, dalam kejengkelannya sikancil pidato lemana-mana bahwa anggur itu rasanya asem.

Dan ini disebarkan kemana-mana dipengaruhinya orang lain untuk mengatakan bahwa anggur itu rasanya asem,……………….
……………………………………………………….
……………………………………………..

59. sardi - 4 February, 2009

Assalamu ‘Alaikum ww.

Shohib saya pribadi terlahir sebagai muslim, sampai sekarangpun saya muslim, bahkan alhamdulillah saya telah menggenapi rukun islam saya, tapi selama ini ada ketidakpuasan diri, dengan keadaan dan situasi yang berkembang selama ini, besar sekali keinginan saya untuk bisa melihat islam sebagai mata uang, yang tentunya punya dua sisi yang berbeda, karena baik dan buruk adalah saling melengkapi.

Sampai sekarang saya tetap mengagumi, bahwa nabi Muhammad saw, adalah orang yang pendapat pencerahan paling sempurna diantara orang -orang yang mendapat pencerahan.

Mengapa manunggalingkawulo gusti menjadi perdebatan yang begiini panjang, bahkan menjadikan fitnah saling menghujat diantara kita. Kita adalah pengikut nabi Muhammad, pelajari dan kaji kata-kata nabi kita semuanya dari semua sisi, ,,,,

apa kata rosul kita tatkala mengatakan “Ana AHMAD bila MIM,,,,..atau “Ana ‘Arab bila Alif”, ,,,,,,,, bandingkan dengan kata-kata Syeh Siti Jenar Atau Al Hallaj, yang atas keyakinannya itu dia harus membayar mahal dengan nyawanya,,,, atau sekali kali kita pelajari dari orang diluar lingkungan kita untuk sekedar sering, dan mencari sisi mata uang yang kita lihat, jadi tidak dari satu sisi saja kita melihat, namun yang gitu tadi, dewasakan dan teguhkan dulu keyakinan kita biar gak gampang menghujat orang,,,,,

Maaf saya gak tau sendiri juga tentang sejarah orang Arab, sehingga gak bisa memberi referensi benar tidaknya berita dari alamat ini, namun bagi saya penting biar saya pribadi tidak fanatik buta, memuja budaya bangsa lain secara berlebihan sampai lupa jati diri sendiri,,, .

Untuk mempelajari sajian ini harus ada dasarnya, bahwa agama itu tak jauh dari ritual dan ritual termasuk islam kita, bahkan haji adalah ritual turun temurun dari budaya jauh sebelum islam dan ada kedekatanya dengan ritual agama hindu, ibarat mata uang kenali segala sesuatu dari dua sisi jadi gak fanatik buta dan merasa paling benar atau benar sendiri, nikmatilah sajian alamat ini,,,,

http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Halaman_Utama

Sekali lagi saya minta maaf, saya hanya ingin melihat sesuatu dari dua sisi dan menimbangnya dengan logika, sebaik apapun manusia ada jeleknya, dan sejahat apapun manusia ada sisi baiknya, jadi segalanya tidak kita respon dengan berlebihan, kagumi sekedarnya dan bencilah sekedarnya pula. Siapa tahu semua bermula dari kita yang masih banyak yang harus kita ketahui namun membatasi diri pada satu sisi saja, ketika melihat dan menelaah sesuatu,,,,

60. Ario Adhi Nugroho - 5 February, 2009

Bismillahir Rahmanir Rahim,

Para saudaraku, saya mohon maaf atas artikel yang pernah saya tuliskan, bagi saudara-saudaraku yang kurang berkenan, sekali lagi saya mohon maaf, saya hanya mencoba untuk menyampaikan sebuah pemikiran, pendapat dan pengalaman saya, disaat saya telah benar-benar menemukan tujuan hidup saya, bukan maksud saya untuk menjadikannya sebagai pernyataan setuju atau tidak setuju maupun sependapat atau tidak sependapat, melainkan lebih kearah pengalaman yang sungguh-sungguh indah bagi saya pribadi.
Saya juga mengucapkan terima kasih banyak bagi “netlog” karena telah menerbitkan tulisan saya.

~ Aku dan Dia adalah Satu ~

aku adalah manusia ciptaanNya
aku masih seperti manusia
sedikit sekali aku mengenal diriKu
aku hanya mencoba untuk memahami diriKu
agar aku dapat mengenal diriNya

aku dan Dia adalah satu
Namun aku tak kuasa untuk menjadi diriNya
aku itu tak ada namun Aku ada

aku hanya bisa sebagai aku
aku mati tanpa Dia
Dialah yang hidup

Dia dan aku adalah satu

Seperti halnya Pewayangan :
Dia itu adalah yang punya hajat
Aku itu adalah dalangNya
dan akulah wayangNya

aku itu bagian dari Aku
dan Aku adalah bagian dari Dia
Seperti Ruh, Jiwa dan jasad adalah Satu.

61. Abi - 13 February, 2009

Assalamu’alaikum wr wb

saudara – saudariku se iman, mari kita bermuhasabah,
kendalikan nafsu, jangan ingin di anggap paling tahu,
lebih utama mari kita bina umat, rapatkan barisan luruskan shaf, karena sangat banyak yang berharap kita terpecah belah,
yg tahu ajari yg belum tahu, yg belum mengerti belajar agar bisa mengerti, ingat pesan Rasulullah ” sampaikan dari padaku walau satu ayat ” & ” belajarlah mulai dari buaian hingga liang lahat ”
mari kita memohon dengan khusyuk kepada Allah :
” Ihdinashshiraathalmustaqiim, shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ”

” Lepaskanlah terompahmu, karena ini adalah tanah yang disucikan ”

“Laa ilaaha illallaah, hayyun wal mauta”

Sego kupat campur santen, sedaya lepat nyuwun ngapunten

Wassalamu’alaikum wr wb

62. Mazadjie Algurandille - 13 February, 2009

assalamualaikum wrwb
Manungso manunggale kerso (manunggalnya karsa), karsanya siapa ya karsanya kawulo dan karsanya Allah. Saya koq memahami bahwa Manunggaling kawulo lan Gusti itu adalah makna dan manifestasi dari ayat “IYYAKAANA’BUDU WAIYYAKAANASTA’IN”

Ketika Hamba (kawulo) memiliki karsa (kehendak) untuk beribadah (iyya kaana’budu), apa bisa ? tentu tidak, kalo tidak ada pertolongan dari Allah, maka ia lalu minta agar Allah berkehendak memberi pertolongan kepada sang hamba (waa iyyakaanasta’in), dalam bentuk daya dan kekuatan (Laa haulawallaquwwata). Oleh karena itu maka ketika ada panggilan sholat hayya ‘alasholla dan hayya ‘alal faalah, jawabnya selalu Laahaulawallaquwwatta ilabillah..
So, Manunggaling kawulo lan gusti itu tak adalah manunggalnya kehendak antara si hamba dan Tuhannya. untuk lebur di dalam Laahaulawallaquwwatta ilabillah.
Maka belum lah dikatakan manungso kalo ia belum menunggal kerso, lalu apa ..?
wuallahualam …
begitu guru sufi mengajarkan kepadaku

Begitu lembut dan jelinya ajaran sufi, membuatku semakin mencintai islam dan pemilikNYA, oleh karena itu maka
“Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua Buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.(QS.18:60)
laahaulawallaquwwata ilabillah
mohon maaf atas kekhilafan yang terkandung di dalamnya.
salam cinta dan persaudaraan
wassalam

63. Mazadjie Algurandille - 13 February, 2009

nambah boleh donk

Kehendak Hamba harus selaras dengan kehendak Allah agar dia bisa menduduki maqom manungso

64. arif - 16 February, 2009

banyak orang yang mengetahui tentang manunggaling kawulo gusti tapi hanya berupa bahasanya saja.itu semua belum cukup.buat semua yang ingin mencari.saya hanya bisa berkata semua jalan menuju allah itu banyak tapi pintu nya hanya satu.

65. arif - 16 February, 2009

kita harus bisa membedakan antara sembahyang dan sholat .klau mau mencari hub i saya 08563028172

66. Ahli maksiat - 16 February, 2009

Mas-mas semua nalarnya kok pada ancur habis2an. Dah diberi Allah akal kok malah buat nyasar. Kalo memang ada yang disebut maqom2 itu, di mana maqomnya Nabi Muhammad? Apa guru2 sufi sesat itu maqomnya di atas Nabi? Mungkin nalar kalian dah di atas kitab, melanggar yang jelas2 dah tertulis. Ck X 1K….

Makhluk itu hamba, diciptakan untuk menyembah Allah. Tau tak maksud kata hamba itu? Budak! Mesti nurut perintah, kecuali untuk hal2 yang tidak diaturNya. Nabi tidak pernah menyampaikan hal2 tentang akidah yang disampaikan para “guru” [sic] ini. Apakah para guru gila ini lebih pintar dari Nabi, lebih dekat ke Allah dari pada Nabi? Ini bid’ah, karangan hawa nafsu saja. Setan menghias nafsu sehingga nampak mulia, seakan2 ini berasal dari wahyu Allah. Makin alim orangnya makin alim setannya.

Ini ajaran gila, terlalu banyak merenung, jadi panteisme, melihat Allah pada semua ciptaanNya. Padahal yang seharusnya dicari, sebagaimana dalam Quran adalah tanda-tanda Kebesaran Allah. Allah telah memutuskan menjadi yang paling Ghaib. Tak seorang pun yang mampu melihat. Nabi dan Malaikat pun terhalang tabir. Apakah guru sufi gila ini lebih dari Nabi dan malaikat kedudukannya di hadapan Allah?

Saya tidak mengkafirkan orang, tapi bukan kami yang menyatakan mereka masih dalam akidah yang lurus. Berhentilah dari kebatilan ini sebelum kemurkaan Allah mencabut keimanan yang masih tersisa. Kalau memang hijab sudah dibuka, seharusnya jadi jelas mana yang haq dan mana yang batil. Pahami Islam sesuai pemahaman Nabi dan para sahabat, atau kalian lebih memilih guru2 gila yang menyimpang aqidah dan melanggar syariah? Terserah, Allah maha tahu, semua akan dimintakan pertanggungjawaban.

Eh, ternyata tidak ada pertanggungjawaban, la wong kan yang kalian perbuat adalah perbuatan Allah. Masak Allah jadi Hakim merangkap Terdakwa? Kalian bener2 kacau berat. Ancur3….

MKG? WTF!

sekarayusmg - 28 October, 2012

bg sy..mengetahui hakitat tujuan penciptaan seorang mkhluk adl penghambaan tanpa ketakaburan yg membuat kt mengaku-aku mjd pemilik makhluk ataupun pencipta makhluk itu sendiri…Subhanallah..Maha Suci Allah dari apa yang mereka sangkakan…

67. Masterio - 17 February, 2009

:)

68. Masterio - 17 February, 2009

Ketika kalbupun masih tersingkap
Jangankan mengenal Allah
Mengerti siapa diri ini itupun tak mampu

Untuk apa kita memahami orang lain
Jika kita belum mampu memahami diri sendiri
Semua jawaban ada didalam kalbu diri sendiri

Kenalilah dirimu kau akan mengenali diri Nya

69. sardi - 17 February, 2009

66. Ahli maksiat – 16 February, 2009

Mas-mas semua nalarnya kok pada ancur habis2an……..

Sabar mas, memang begitulah kita-kita ini mungkin termasuk sampean, ………..sampean percaya sama teori Nur Muhammad gak????

Sampean baca dan fahami dulu ini, nanti ada sundulannya tentang proses peniptaan manusia berdasarkan teori ini,,,,,,

Baca ya mas perluas wawasan kita, pokoknya selaagi kita ,masih jadi umat Muhammad Baca!!!!, Iqro’ dan baca,,,, apapu yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad kitapun ditugasi untuk itu,,,,

NUR MUHAMMAD

Ini adalah keterangan ringkas tentang Nur Muhammad. Tidaklah ia menjadi santapan ilmu yang sangat berharga kecuali kepada mereka yang benar-benar ingin mencari dan mengetahui tentangnya.

Pertama,
Telah dinukilkan oleh Sayyidi Syeikh Muhammad bin Abdullah As-Suhaimi dalam kitabnya “Hembusan Kasturi” seperti
berikut:

Diriwayatkan oleh Jabir, dia telah bertanya kepada Nabi s.a.w. tetang makhluk yang mula-mula dijadikan oleh Allah lalu dijawab oleh Nabi:

“Hai Jabir, sesungguhnya Allah taala telah menjadikan sebelum segala makhluk ialah Nur nabi engkau (Nur Muhammad)
daripada nurNya (Nur Allah).

Disebutkan juga tentang sabda

Rasulullah:
“Aku mula-mula Nabi yang dijadikan (Nur Muhammad) dan penghabisan sekali yang diutuskan
dan adapun sebabnya aku diutuskan selepas sekelian nabi-nabi yang lain itu ialah supaya umat yang lain itu tidak mengetahui apa-apa keaiban umatku.”

Kedua,
Di dalam kitab “Jamius Soghir” susunan Imam Suyuthi, telah ada keterangan tentang Nur Muhammad berdasarkan hadis,

Rasulullah menyatakan: “Aku adalah permulaan manusia dalam penciptaan dan akhir mereka dalam pembangkitan.”
(Riwayat Ibnu Said

“Aku telah menjadi nabi sedang Adam berada di antara roh dan jasad.” (Riwayat Abu Nuaim).

Ketiga,
Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad menukilkan tentang Nur Muhammad sepertimana merujuk di dalam sajaknya

“Apakah engkau telah mengenal nabimu?”:

“Dia (Rasulullah) adalah makhluk yang pertama dan utama yang paling dicintai oleh Tuhan Iaitu yang diberi nama Nur
Muhammad.”

“Dari Nur Muhammad lah seluruh yang ada dicipta dan diwujudkan; syurga, neraka, dunia, akhirat, para malaikat, arasy, kursi, sirat,manusia, jin, haiwan, jamadat dan lain-lainnya.”

“Ertinya kalau bukan kerana Nabi Muhammad SAW, yang lain tidak akan diwujudkan. Kalau begitu, rupanya Nabi kita membawa rahmat zahir dan batin kepada semua makhluk Tuhan.Dia adalah makhluk yang awal wujud nisbah
roh, yang akhir nisbah jasad dikalangan para nabi.”

——————————————————————————————————————

Konsep Nur Muhammad dalam Al Quran
Sheikh Dr Mohd Hisyam Kabbani Naqsyabandi [ MD]

PERTAMA
1. Al-Maidah 5:15
“…Sungguh telah datang padamu dari Allah, nuur (cahaya) dan kitab yang jelas dan menjelaskan”

KEDUA
2. An-Nur 24:35

“Perumpamaan cahaya-Nya [nurr] adalah seperti suatu misykat di mana di dalamnya ada suatu lampu, lampu itu ada dalam gelas, dan gelas itu seperti bintang yang berkelip, dinyalakan dari pohon yang terberkati, suatu zaitun yang tak terdapat di timur maupun di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir sudah bercahaya sekalipun api belum menyentuhnya; cahaya di atas cahaya…”

3.KETIGA
Al-Ahzab 33: 45-46
“Wahai Nabi sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai seorang Saksi, Seorang Pembawa kHabar gembira, dan seorang Pemberi Peringatan, dan sebagai Seorang Penyeru (Da’i) kepada Allah dengan izin-Nya, dan sebagai suatu Lampu [nuur] yang menyebarkan Cahaya“.

———————————————————————————————————

HURAIAN

I. Mengenai Ayat Pertama [Al-Maidah 5:15 ]

- Qadi ‘Iyad berkata, “Beliau (Nabi) dinamai cahaya (Nuurun) kerana kejelasan perkaranya dan kerana fakta bahwa Nubuwwahnya (Kenabiannya) telah dijadikan amat jelas, dan juga kerana menerangi cahaya orang-orang
mukmin dan ‘arif billah dengan apa yang beliau bawa.”
-Suyuti dalam Tafsir al-Jalalayn, Fayruzzabadi dalam Tafsir Ibn ‘Abbas berjudul Tanwir al-Miqbas (hlm. 72),
-Shaykh al-Islam, Imam Fakhr al-Din ar-Razi, Mujaddid abad keenam, dalam Tafsir al-Kabir-nya

(11:189),
-Qadi Baydawi dalam Tafsirnya yang berjudul Anwar al-Tanzil, al-Baghawi dalam Tafsir-nya berjudul Ma’aalim al-Tanzil (2:23), Imam al-Shirbini dalam Tafsirnya berjudul al-Siraj al-Munir (hlm. 360), pengarang Tafsir Abi Sa’ud (4:36), dan Thana’ullah Pani Patti dalam Tafsir al-Mazhari-nya (3:67) berkata:

“Apa yang dimaksudkan sebagai suatu Cahaya (Nuurun) adalah: Muhammad, sallalLahu ‘alayhi wasallam.”

-Ibn Jarir al-Tabari dalam Tafsir Jami’ al-Bayan-nya (6:92) berkata:

“Telah datang padamu Cahaya (Nuurun) dari Allah:
Ia maksudkan dengan Cahaya adalah: Muhammad, sallalLahu ‘alayhi wasallam, dengan mana Allah telah menerangi kebenaran, membawa Islam maju dan memusnahkan kesyirikan. Kerana itu beliau (Nabi) adalah suatu cahaya (nuurun) bagi mereka yang telah tercerahkan oleh beliau dan oleh penjelasannya akan kebenaran.”

al-Khazin dalam Tafsir-nya (2:28 ) mengatakan serupa:

“Telah datang padamu Cahaya (Nuurun) dari Allah bermakna: Muhammad, sallalLahu ‘alayhi wasallam. Allah menyebut beliau cahaya tidak dengan alasan apa pun melainkan kerana seseorang terbimbing olehnya (Muhammad SallAllahu ‘alayhi wasallam) dengan cara yang sama seperti seseorang terbimbing oleh cahaya dalam kegelapan.”

Sayyid Mahmud al-Alusi dalam tafsirnya berjudul Tafsir Ruhul Ma’ani (6:97) secara serupa berkata

“Telah datang padamu suatu cahaya (Nuurun) dari Allah: adalah, suatu cahaya yang amat terang yaitu cahaya dari cahaya-cahaya dan yang terpilih dari semua Nabi, SAW”

- Isma’il al-Haqqi dalam komentarnya atas Alusi berjudul Tafsir Ruh al-Bayan (2:370) secara serupa juga berkata:

“Telah datang padamu Cahaya (Nuurun) dari Allah dan suatu Kitab yang menjelaskan segala
sesuatu: dikatakan bahwa makna yang awal (yaitu NUR) adalah Rasulullah, SAW, dan yang berikutnya (Kitabun Mubin) adalah Quran….

Rasulullah SAW disebut Cahaya (Nuurun) kerana yang pertama yang dibawa keluar dari kegelapan kelalaian dengan cahaya dari kekuatan-Nya, adalah cahaya (Nur) Muhammad, SAW, sebagaimana beliau SAW pernah bersabda:

‘Hal pertama yang Allah ciptakan adalah cahayaku.”

Riwayaat ini berkenaan dengan pertanyaan Jabir ibn ‘Abd Allah yang bertanya tentang apa yang diciptakan Allah pertama kali sebelum segala sesuatu lainnya.

Riwayat ini diriwayatkan oleh ‘Abd al-Razzaq (wafat 211H) dalam Musannaf-nya, menurut Imam Qastallani dalam al-Mawahib al-Laduniyya (1:55) dan Zarqani dalam Syarah
al-Mawahib (1:56 dari edisi Matba’a al-’amira di Kaherah). Tidak ada keraguan akan Abd Razzaq sebagai rawi (periwayat Hadits). Bukhari mengambil 120 riwayat darinya, Muslim 400. Riwayat ini dinyatakan pula sahih oleh Abd al-Haqq ad-Dihlawi (wafat 1052), ahli hadits India, juga disebut oleh ‘Abd al-Hayy al-Lucknawi (wafat 1304 H) ahli hadits kontemporer India. Demikian pula oleh Al-Alusi dan Bayhaqi dengan matan yang berbeza, dan juga oleh beberapa ulama lain.

Sebagai suatu catatan khusus adalah suatu fakta bahwa kaum Mu’tazilah [kaum yang terlalu mengandalkan ra’yu atau logik akal, penerj.] berkeras bahwa Cahaya dalam ayat 5:15 merujuk hanya pada Quran dan tidak pada Nabi. Alusi berkata dalam kelanjutan kutipan di atas: “Abu ‘Ali al-Jubba’i berkata bahwa cahaya/nuurun berkaitan dengan Quran kerana Quran membuka dan memberikan jalan petunjuk dan keyakinan. al-Zamakhshari (dalam al-Kasysyaf 1:601) juga puas dengan penjelasan ini.” Penjelasan yang lebih dalam akan dua pendapat ini dijelaskan oleh Shah ‘Abd al-’Aziz al-Multani dalam al-Nabras (hlm. 28-29): “al-Kasysyaf mengisytiharkan dirinya sebagai Bapak Mu’tazilaa… Abu ‘Ali al-Jubba’i adalah seperti Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab-nya kaum Mu’tazila Basra.”

Persamaan antara pendapat Mu’tazilah dengan Wahhabi dan “Salafi” modern ditekankan oleh Imam Kawtsari di banyak tempat di kitab Maqalat-nya, di mana beliau menunjukkan bahwa seperti halnya Mu’tazilah, penolakan kaum Wahhabi (dan juga Salafi modern, penerj.) atas karakteristik awliya’ adalah camouflage atas penolakan (karakteristik) yang sama dari diri para Nabi.

Ada suatu penjelasan yg patut dicatat di antara Ahlus Sunnah yang mendeskripsikan makna Nabi baik kepada Cahaya (Nuurun) maupun Kitab, al-Sayyid al-Alusi berkata dalam Ruh al-Ma’aani (6:97): “Saya tidak menganggapnya dibuat-buat bahwa yang dimaksud baik dengan Cahaya (Nuurun) maupun Kitabun Mubin adalah sang Nabi, konjungsi dengan cara yang sama seperti yang dikatakan al-Jubba’i (bahwa baik Cahaya maupun Kitab adalah Quran). Tidak ada keraguan bahwa dapat dikatakan semua merrujuk ke Nabi. Mungkin Anda akan ragu utk menerima ini dari sudut pandang ‘ibara (ekspresi); tapi cubalah dari sudut pandang ‘isyarah.”

- Al-Qari berkata dalam Syarah al-Shifa’ (1:505, Mecca ed), bahwa “Telah pula dikatakan bahwa baik Cahaya maupun Kitab merujuk pada Muhammad SAW, karena beliau adalah suatu cahaya yang cemerlang dan sumber dari segala cahaya, beliau adalah pula suatu kitab/buku yang mengumpulkan dan memperjelas segala rahasia.” Ia juga berkata (1:114, Madina ed.): “Dan keberatan apa untuk menjuruskan kedua kata benda itu pada Nabi, kerana beliau secara hakikat adalah Cahaya yang Terang kerana kesempurnaan penampilannya (tajallinya) di antara semua cahaya, dan beliau adalah suatu Kitab Nyata karena beliau mengumpulkan keseluruhan rahasia dan membuat jelas seluruh hukum, situasi, dan alternatif.”

II. Mengenai ayat kedua (An Nur 24:35)

- Imam Suyuti berkata dalam al-Riyad al-Aniqa: Ibn Jubayr dan Ka’b al-Akhbar berkata: “Apa yang dimaksud dengan cahaya (nuurun) kedua (dalam ayat tersebut, penerj.) adalah Nabi SAW kerana beliau adalah Rasul dan Penjelas dan Penyampai dari Allah apa-apa yang memberi pencerahan dan kejelasan.”

Ka’b melanjutkan: “Makna dari ‘Minyaknya hampir-hampir bercahaya’ adalah kerana kenabian Nabi akan dapat diketahui orang sekalipun beliau tidak mengatakan bahwa beliau adalah seorang Nabi, sebagaimana minyak itu juga akan mengeluarkan cahaya
tanpa tersentuh api.”

- Ibn Kathir menafsirkan ayat ini dalam Tafsir-nya dengan mengutip suatu laporan via Ibn ‘Atiyya dimana Ka’b al-Ahbar menjelaskan firman-firman Allah: “…yakadu zaytuha yudhi-u wa law lam tamsashu nar…”, sebagai bermakna: “Muhammad SAW sudah hampir jelas sebagai seorang Nabi bagi orang-orang, sekalipun beliau tidak mengumumkannya.”

- Qadi ‘Iyad berkata dalam al-Syifa’ (edisi English p. 135): Niftawayh berkata berkaitan dengan kata-kata Allah: “…minyaknya hampir-hampir bercahaya sekalipun api tidak menyentuhnya…” (24:35): “Ini adalah perumpamaan yang Allah berikan berkaitan dengan Nabi-Nya. Ia berkata bahwa makna ayat ini adalah bahwa wajah ini (wajah Rasulullah SAW, pen.) telah hampir menunjukkan kenabiannya bahkan sebelum beliau menerima wahyu Quran, sebagaimana Ibn Rawaha berkata:

Bahkan jika seandainya tidak ada tanda-tanda nyata di antara kami,
wajahnya telah bercerita padamu akan berita-berita.”

- Di antara mereka yang berkata bahwa makna “matsalu nuurihi” — perumpamaan Cahaya-Nya — adalah Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam adalah: Ibn Jarir at-Tabari dalam Tafsir-nya (18:95), Qadi ‘Iyad dalam al-Syifa’, al-Baghawi dalam Ma’alim al-Tanzil (5:63) dalam catatan al-Khazin, dari Sa’id ibn Hubayr dan ad-Dahhak, al-Khazin dalam Tafsir-nya (5:63), Suyuti dalam ad-Durr al-Mantsur (5:49), Zarqani dalam Syarah al-Mawahib (3:171), al-Khafaji dalam Nasim ar-Riyad
(1:110, 2:449).

- al-Nisaburi dalam Ghara’ib al-Quran (18:93) berkata: “Nabi adalah suatu cahaya (Nuurun) dan suatu lampu yang memancarkan cahaya.”

- al-Qari dalam Syarah al-Shifa’ berkata: “Makna yang paling jelas adalah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud dengan cahaya (Nuur) adalah Muhammad SAW

III. Mengenai ayat ketiga (Al Ahzab 33: 45-46)

- Qadi al-Baydawi berkata dalam Tafsir-nya: “Itu adalah matahari berdasarkan firman-Nya: “Telah Kami jadikan matahari sebagai suatu lampu atau, itu mungkin bererti suatu lampu”.

- Ibn Kathir menyatakan dalam Tafsirnya: “Firman-Nya: ‘…d

an suatu lampu yang bersinar’, adalah: statusmu (Wahai Nabi, penj) nampak dalam kebenaran yang telah kau bawa sebagaimana matahari nampak saat terbitnya dan bercahaya, yang tak boleh disangkal siapa pun kecuali yang keras-kepala.”

- Raghib al-Asfahani dalam al-Mufradat (1:147) berkata: “kata itu (lampu) digunakan untuk segala sesuatu yang mencahayai.”

- al-Zarqani dalam Syarah al-Mawahib (3:171) berkata: “Beliau dinamai Lampu kerana dari satu lampu muncul
banyak lampu, dan cahayanya tidak berkurang.”

- `Abd Allah ibn Rawaha al-Ansari cucu dari penyair Imru’ al-Qays berkata tentang Nabi SAW

“Bahkan seandainya, tidak ada ayat (tanda) berkenaan dengan ia (SAW), yang nyata dan jelas sungguh memandangnya saja sudah bercerita padamu akan khabar/berita”

Ibn Hajar meriwayatkannya dalam al-Isaba (2:299) dan berkata: “Ini adalah syair terindah dengan mana Nabi pernah dipuji.” Ibn Sayyid al-Nas berkata tentang Ibn Rawaha ini dalam Minah al-Madh (hlm.. 166):

“Ia terbunuh sebagai syahid di perang Mu’ta pada 8 JumadilAwwal sebelum Fathu Makkah (Penaklukan Makkah). Di hari itu ia adalah salah satu dari komandan. Ia adalah salah seorang dari penyair yang berbuat
kebaikan dan biasa menangkis segala bahaya yang menyerang Rasulullah. Adalah berkenaan dengan dia dan dua temannya Hassan (ibn Tsabit) dan Ka’b (ibn Zuhayr) yang disinggung dalam ayat “Kecuali mereka yang beriman dan berbuat kebajikan dan bedzikir pada Allah sebanyak-banyaknya.” (As-Syu’ara 26:227).”

- Dan sebagai atribut dari Allah adalah Dzu al-Nur
yang berarti Sang Pencipta cahaya, dan Penerang langit dan bumi dengan cahaya-cahaya-Nya, juga sebagai Penerang qalbu orang2 mukmin dengan petunjuk/hidayah. Imam Nawawi berkata Syarah Sahih Muslim, dalam komentarnya atas doa Nabi yang dimulai dengan: “Ya Allah, Engkaulah Cahaya Langit dan bumi dan milik-Mu lah segala puji…” (Kitab Salat al-Musafirin #199):

“Para ulama berkata bahwa makna “Engkau adalah cahaya langit dan bumi” adalah: Engkaulah Dzat Yang menyinari mereka (langit dan bumi) dan Pencipta cahaya mereka. Abu ‘Ubayda berkata: “Maknanya adalah bahwa dengan cahaya-Mu penduduk langit dan bumi memperoleh hidayah.”

al-Khattabi berkata dalam komentarnya atas nama Allah an-Nur: “Itu bererti Ia yang dengan cahaya-Nya yang buta dapat melihat, dan yang tersesat dapat terbimbing, di mana Allah adalah cahaya langit dan bumi, dan adalah mungkin bahwa makna al-Nur adalah: Dzu al-Nur, dan adalah tidak benar bahwa al-Nur adalah atribut dari Zat Allah, kerana itu hanyalah atribut dari aksi (sifatu fi’li), yaitu: Ia adalah Pencipta dari cahaya.” Yang lain berkata: “Makna cahaya langit dan bumi adalah: Sang Pengatur matahari dan bulan dan bintang-bintang mereka (langit dan bumi).”

TAMAT

70. Ahli maksiat - 17 February, 2009

Makasih mas, dah nulis panjaaaang banget. Dah lama saya gak ketawa seheboh ini. Aduh dah melenceng jauuh banget, memang hidayah itu benar hanya dari Allah adanya. Saya cuman menjalankan kwajiban amar makruf nahi munkar. Pada akhirnya menjadi kehendak Allah apakah Dia akan menunjuki atau menyesatkan hambanya.

Anda kan punya akal juga. Mbok langsung lihat ke Quran dan hadits, kenapa musti lewat “ulama” sufi juga? Ya jelas maknanya bakal dibelokkan supaya mendukung kesesatannya. Menurut anu, menurut anu… Lha menurut anda sendiri gimana?

Ad-Dhuha 93:6-8
BUKANKAH DIA MENDAPATIMU SEBAGAI SEORANG YATIM , LALU DIA MELINDUNGIMU
DAN DIA MENDAPATIMU SEBAGAI SEORANG YANG BINGUNG , LALU DIA MEMBERIKAN PETUNJUK .
DAN DIA MENDAPATIMU SEBAGAI SEORANG YANG KEKURANGAN , LALU DIA MEMBERIKAN KEKAYAAN .

Kalau memang benar Nur Muhammad itu pertama kali yang diciptakan kenapa tidak sejak kecil saja jadi nabi, kenapa baru 40 tahun? Kenapa dikatakan sebelum itu ia bingung?

Nabi itu manusia biasa yang dimuliakan Allah dengan petunjuk-Nya. Sebelum petunjuk itu datang ia berada dalam kesesatan juga.

Apakah kita tercipta lantaran Nur Muhammad?
Adz-Dzariat 51:56
DAN AKU TIDAK CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA MELAINKAN SUPAYA MEREKA MENYEMBAH – KU
Ternyata bukan. Tapi mana yang anda percaya, orang gila atau Quran?

Siapakah Muhammad?
Ali Imran 144:
MUHAMMAD ITU TIDAK LAIN HANYALAH SEORANG RASUL , SUNGGUH TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL . APAKAH JIKA DIA WAFAT ATAU DIBUNUH KAMU BERBALIK KEBELAKANG ( MURTAD ) ? BARANG SIAPA YANG BERBALIK KEBELAKANG , MAKA IA TIDAK DAPAT MENDATANGKAN MUDHARAT KEPADA ALLAH SEDIKITPUN ; DAN ALLAH AKAN MEMBERI BALASAN KEPADA ORANG – ORANG YANG BERSYUKUR .
Nabi Muhammad SAW hanyalah seorang Rasul, tidak lebih.

Yang jelas surat AnNur 24:35 tidak menisbatkan cahaya yang dimaksud kepada Nabi Muhammad, SAW. Tidak dalam ayat sebelumnya dan tidak pula dalam ayat sesudahnya. Tapi kenapa pula dipotong awal ayat ini? Mestinya kan demikian:

ALLAH ( PEMBERI ) CAHAYA ( KEPADA ) LANGIT DAN BUMI . PERUMPAMAAN CAHAYA ALLAH , ADALAH SEPERTI SEBUAH LUBANG YANG TAK TEMBUS , YANG DI DALAMNYA ADA PELITA BESAR . PELITA ITU DI DALAM KACA ( DAN ) KACA ITU SEAKAN – AKAN BINTANG ( YANG BERCAHAYA ) SEPERTI MUTIARA , YANG DINYALAKAN DENGAN MINYAK DARI POHON YANG BANYAK BERKAHNYA , ( YAITU ) POHON ZAITUN YANG TUMBUH TIDAK DI SEBELAH TIMUR ( SESUATU ) DAN TIDAK PULA DI SEBELAH BARAT ( NYA ) , YANG MINYAKNYA ( SAJA ) HAMPIR – HAMPIR MENERANGI , WALAUPUN TIDAK DISENTUH API . CAHAYA DI ATAS CAHAYA ( BERLAPIS – LAPIS ) , ALLAH MEMBIMBING KEPADA CAHAYA – NYA SIAPA YANG DIA KEHENDAKI , DAN ALLAH MEMPERBUAT PERUMPAMAAN – PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA , DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU .

Saya jadi curiga dengan itikad anda ini. Atau anda tinggal copy paste saja dari guru anda?

Widya - 27 February, 2011

ahli maksiat otaknya encer juga rupanya

71. sardi - 18 February, 2009

Makasih juga mas, mungkin memang seperti itu dan mungkin juga baru sebatas itu pengalaman spiritual saya, karena selama ini memang baru sebatas mengkaji pengalaman orang-orang yang sudah menjalani, dan menelaah mengapa seseorang bisa keluar pernyataan seperti yang mereka katakan, dan pernyataan seperti ini memang tidak akan habis kalau cuma diperdebatkan, karna tidak akan ketemu jalurnya beda mas, mereka memahami dengan pengalaman, sedang kita memahami dari kajian saja.

sebenarnya itu hanya mukadimah, untuk memahami tulisan ini, nanti bandingkan dan cerna maknanya,,,,,,, (yang dengan tulisan ini orang barat berani mengambil kesimpulan bahwa Nabi Muhammad menginginkan pemeluknya untuk menyembahnya, karena menurut eksistensinya bahwa Allah adalah nama laen dari Muhammad itu sendiri,,,,

Penciptaan Nur Muhammad
Dikirim PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD pada Juli 22, 2008 oleh Mas Kumitir

By: Haja Amina Adil

Suatu hari Sayedena Ali, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, .Wahai Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta.Ala sebelum semua makhluq ciptaan?. Berikut ini adalah jawaban nya yang indah :

Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur Nya nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir . tidak lawh al-mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat. belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.

Kemudian Allah . Subhan Allah . dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudia memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, .Ya Allah, apa yang harus saya tulis?. Allah berkata, .Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah.. Atas itu Pena berseru, .Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah.

Allah kemudian berkata, .Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun.. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.

Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis. .Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?. bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, .Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !. Berkata Pena, .Ya Allah, apa yang harus saya mulai?. Barkata Allah, .Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim.. Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.

Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad.

Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan..

Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian :

* Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsh);

* Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana lahiah, ‘Arsh);

* Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya;* dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:

* dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.

* Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad),

* dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w..

Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini,

* dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan.

* Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati,

* Matanya dari kesederhanaan dasn kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah),

* Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan,

* Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an,

* Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan,

* Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus,

* dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

* Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang.

* Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.

duabelas Tabir { Bismi=786 7+8+6=21 Mirror of 21= 12 Bulan, 12th Rabil Awal, 12 suku, 12 Menunjukkan Penuntasan} Sesudah ini Allah S.W.T., menciptakan duabelas tabir.

# Yang pertama dari itu adalah Tabir Kekuatan didalam mana Ruh Nabi s.a.w. mukim (tinggal) selama 12,000 tahun, membaca Subhana rabbil-.ala (Maha Suci Rabb-ku, Maha Tinggi).

# Yang kedua adalah Tabir Kebesaran dalam mana dia ditutupi selama 11,000 tahun, berkata, Subhanal .Alim al-Hakim (Maha Suci Rabb-ku, Maha Tahu, Maha Bijak).

# Yang ketiga Dia dipingit selama 10,000 tahun dalam Tabir Kebaikan, mengucapkan Subhana man huwa da.im, la yaqta (Maha Suci Rabb-ku Yang Abadi, Yang Tidak Berakhir).

# Tabir ke-empat adalah Tabir Rahman, disitu ruh mulia itu tinggal selama 9,000 tahun, memuja Allah, berkata: Subhana-rafi.-al-‘ala (Maha Suci Rabb ku Yang Ditinggikan, Maha Tinggi).

# Tabir kelima adalah Tabir Nikmat, dan di situ tinggal selama 8,000 tahun, mengagungkan Allah dan berkata, Subhana man huwa qa.imun la yanam. (Maha Suci Rabb-ku Yang Selalu Ada, Yang Tidak Tidur).

# Tabir ke-enam adalah Tabir Kemurahan; dimana dia tinggal selama 7,000 tahun, memuja, Subhana-man huwal-ghaniyu la yafqaru (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Kaya, Yang Tidak Pernah Menjadi Miskin).

# Kemudian diikuti tabir ke tujuh, Tabir Kedudukan. Disini ruh tercerahkan itu tinggal selama 6,000 tahun, memuja Allah dan berkata : Subhana man huwal Khaliq-an-Nur (Maha Suci Rabb-ku Maha Pencipta, Maha Cahaya Light).

# Berikutnya, Dia menyelimutinya dengan tabir ke delapan, Tabir Petunjuk dimana dia tinggal selama 5,000 tahun, memuja Allah dan berkata, Subhana man lam yazil wa la yazal. (Maha Suci Rabb-ku Yang Keberadaan Nya Tak Pernah Berhenti, Yang Tidak Musnah).

# Kemudian diikuti tabir ke sembilan, yaitu Tabir Kenabian dimana dia tinggal selama 4,000 tahun, mengagungkan Allah: .Subhana man taqarrab bil-qudrati wal-baqa.. (Maha Suci Rabb-ku yang Mengajak Dekat dengan Maha Kuat dan Maha Langgeng).

# Kemudian datang Tabir Keunggulan, tabir ke sepuluh dimana ruh yang tercerahkan ini tinggal selama 3,000 tahun, membaca pepujian untuk Pencipta dari Semua Sebab, berkata, .Subhana dhil-.arshi .amma yasifun.. (Maha Suci Rabb-ku Pemilik Singgasana Diatas Semua Karakter Yang Dilekatkan Kepada Nya).

# Tabir ke-sebelas adalah Tabir Cahaya. Disana dia tinggal selama 2,000 tahun, berdoa, .Subhana dhil-Mulk wal-Malakut.. (Maha Suci Rabb-ku Maha Raja semua Kerajaan Langit dan Bumi).

# Tabir ke-dua belas adalah Tabir Intervensi (Syafa.at), dan disana dia tinggal selama 1,000 tahun, berkata .Subhana-rabbil-.azhim. (Maha Suci Rabb-ku, Maha Anggun).

Penciptaan AHMAD Tercinta

Setelah itu Allah menciptakan sebuah pohon yang dikenal sebagai Pohon Kepastian.

* Pohon ini memiliki empat cabang. Dia menempatkan ruh yang diberkahi tadi pada salah satu cabang, dan dia terus menerus memuja Allah untuk 40,000 tahun, mengatakan, Allahu dhul-Jalali wal-Ikram. (Allah, Pemilik Keperkasaan dan Kebaikan).

* Setelah dia memuja Nya demikian itu dengan pepujian yang banyak dan beragam, Allah S.W.T. menciptakan sebuah cermin, dan Dia meletakannya demikian hingga menghadapi ruh Habibullah, dan memerintahkan ruh itu untuk memandangi cermin itu.

* Ruh itu melihat ke dalam cermin dan melihat dirinya terpantul sebagai pemilik bentuk yang paling cantik/ bagus dan sempurna.

* Dia kemudian membaca lima kali, Shukran lillahi ta.ala (terima kasih kepada Allah, Maha Tinggi Dia), dan tersungkur dalam posisi sujud dihadapan Rabb-nya. Dia tetap bersujud seperti itu selama 100 tahun, mengatakan Subhanal-aliyyul-azhim, wa la yajhalu. (Maha Suci Rabb ku Maha Tinggi Maha Anggun, Yang Tidak Mengabaikan Apapun); Subhanal-halim alladhi la yu.ajjalu. (Maha Suci Rabb-ku Maha Toleran, Yang Tidak Tergesa-gesa); Subhanal-jawad alladhi la yabkhalu. (Maha Suci Rabb ku Maha Pemurah Yang Tidak Pelit).

* Karena itulah Penyebab (Adanya) Makhluq mewajibkan ummat Muhammad s.a.w. untuk melakukan sujud (sajda) lima kali dalam sehari. lima shalat dalam jangka waktu siang sampai malam ini adalah sebuah hadiah kehormatan bagi ummat Muhammad s.a.w..

Dari Nur Muhammad

Berikutnya Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya,

* dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya.

* Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna).

* Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya.

Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang nabi.

* Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, dan Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., .Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara..

* Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, .Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?.

* Allah menjawab mereka, .Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian..

* Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, .Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini,. dan mereka semua setuju. Sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci:

Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu.kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata. Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, .Benar kami setuju.. Allah berkata, .Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi..

(Ali Imran, 3:75-76)

* Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi.

* Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati.

* Dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, ! Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang -bintang.

* Dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.

* Dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma.mur (rumah surgawi),

* Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem),

* dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.

Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya (the coccyx) dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung.

Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuatnya. Itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai .Abu Arwah., Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad s.a.w..Para ruh mematuhi.

Siapa Memandang kepada Ruh Muhammad s.a.w.

Nah, di antara mereka yang pandangannya jatuh kepada kepalanya ditakdirkan menjadi raja dan kepala negara di dunia ini. Mereka yang memandang kepada dahinya menjadi pemimpin yang adil. Mereka yang memandang matanya akan menjadi hafiz Kalimat Allah (yaitu seorang yang memegangnya kedalam ingatannya). Mereka yang memandang alisnya akan menjadi pelukis dan artist. Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Mereka yang melihat pipinya yang penuh barakah menjadi pelaksana karya yang bagus dan pantas. Mereka yang melihat mukanya menjadi hakim dan pembuat wewangian, dan mereka yang melihat bibirnya yang penuh barokah menjadi menteri.

Barang siapa melihat mulutnya akan menjadi mereka yang banyak berpuasa. Barangsiapa yang melihat giginya akan menjadi kelihatan raja-raja. Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu.adhdhin (yang mengumandangkan adhan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut, dan barang siapa melihat lehernya akan menjadi usahawan dan pedagang.

Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur catu kebutuhan hidup). Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi.

Siapa yang melihat dadanya yang penuh baraokah akan menjadi seorang terpelajar, meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu. Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum Shari.a. Siapa yang melihat sisi badanya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruk.u dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute). Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Nimrod, Pharoah dan sejenisnya.

Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris.

* Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s.

* Di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat Allah;

* Di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki dan perempuan;

* Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak-beriman.

Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah S.W.T.sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik.

Tidak seorang pun tahu kecuali Allah S.W.T. yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.

Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad s.a.w. bertanya kepada malaikat Jibra’il ,

* Berapa lama sejak engkau diciptakan?.

* Malaikat itu menjawab, .Ya h Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70,000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah; sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12,000 kali..

* Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?. bertanya Muhammad s.a.w..

* Tidak, saya tidak tahu,. berkata malaikat itu. .Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh,. jawab Nabi Suci s.a.w.. Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70,000 dikalikan 12,000. !

72. Ahli maksiat - 18 February, 2009

Wah sardi2, kami kan bertanya tentang posisi dan sikap anda, tapi malah anda lempar satu lagi pendusta “Haja Amina Adil” (kalau memang dia benar yang menulis ini, lho!). Sekali lagi apa yang dari anda sendiri? Anda juga plin-plan, di awal anda menulis “pengalaman spiritual saya”, lalu di bagian sesudahnya “mereka memahami dengan pengalaman, sedang kita memahami dari kajian saja”. sepertinya dari dulu anda lebih ke “mereka” daripada “kita”. Mendingan anda ceritakan dari sudut pandang anda saja daripada bersembunyi di balik pendapat orang2 gila yang anda anggap guru.

Mungkin cara anda mendekati orang dengan berpura2 satu pandangan dengan orang tersebut dengan pelan2 membelokkan. Kebenaran tidak disebarkan dengan tipu muslihat, apalagi di sini tidak ada ancaman apapun pada keselamatan anda. Saya heran kenapa anda jadi berbelit-belit. Mungkin ini ajaran guru2 anda untuk meraih pengikut sebanyak2nya.

Oya di awal anda tulis kalau kita umat Muhammad kita mesti baca rangkaian hadis palsu, pelintiran ayat, dan kesimpulan sampah yang anda sajikan. Ini logika apa pula? Umat Muhammad diperintahkan mempelajari agamanya (baca), tanda-fenomena alam dan sosial, untuk melihat tanda2 kebesaran Allah, bukan untuk membaca kepalsuan.

Yang mengherankan anda terus2an membebek guru2 ini, padahal dalil mereka lemah. Tak ada satu pun ayat dan hadits mutawattir yang mendukung hal ini. Anda pernah kros cek apa yang mereka sampaikan nggak? Kalau mereka memang mengalami pengalaman transendental, mengapa mereka sampai merasa perlu memalsu hadits? Masih kurang cihuy-kah waktu “hijab” sudah tersingkap? Padahal harusnya anda tahu, cerita yang disampaikan sangat kental bau Israiliyat dan Syiah nya.

Ya tapi paling-paling anda nanggapin dengan copy paste salah satu artikel karya orang gila lagi. Eit tapi siasat anda, siapa tahu dengan tak menjawab hal-hal yang kami ajukan dan berpura-pura santun pelan2 kami akan terkesan dengan ke-sufi-an anda. Justru yang santun kalau anda menjawab hal-hal yang menjadi pokok permasalahan, bukannya malah makin banyak menyebarkan diktat sesat. Ingat, kalau ada orang yang ikut tersesat karena mengakses tulisan yang anda publish ini, anda ikut nanggung dosa kesesatan orang itu juga, bahkan sesudah anda mati pun anda masih panen dosa besar juga. Sudah mati pun masih bisa bikin dosa.

Hidayah hanya datang dari Allah, kalau hati anda kelak terbuka itu dari Allah datangnya. Manusia hanya menjalankan kewajiban untuk memerangi kemungkaran.

73. Elan Dewotono - 20 February, 2009

1. Sederek, mengkaji Al Quran,Haditz, Sufi, MKG tidak akan pernah usai dan memang menarik. Akan lebih menarik lagi kalau sempat kita kaji, kitab2 suci lain juga Weda dll. Sampeyan akan lebih kaya ilmu agama. Takut iman goyah karenanya? Wuah, bisa diartikan iman sampeyan masih perlu dibenahi. Jangan terbawa emosi, sabaaar saja.
2. Iqra, baca, baca, baca ……. semua yang kejadian2 yang digelar di alam semesta; ojo pasang kaca mata kuda, muaaf banget. Selali lagi baca baca dan baca … yang tertulis maupun tidak tertulis
3. Siapkah mental kita, SEANDAINYA sekalilagi SEANDAINYA, manusia ternyata ‘diciptakan’ oleh makhluk/manusia ‘super-cerdas’;
4. Siapa yang mengajar nabi Musa membuat kapal? Siapa yang membuat piramid2 ? Jika jawabnya, Allah yang mengajarkan menghendaki spt itu, maka jawaban itu benar dari segi agama. Maaf, semua agama memang memberikan JAWABAN tetapi tidak memberikan PENJELASAN.
5. Iqra, iqra, iqra ……
.

sekarayusmg - 28 October, 2012

Mmg tugas kt menyeru kpd kebaikan..tp pd akhirnya kpd Allah jualah akhir sgl sesuatunya,,bhkan Rasulullah SAW menghindari debat kusir soal keimanan seseorang..semoga sj Allah SWT senantiasa meridhoi keimanan kt msg2 sesuai jln yg diridhoi-Nya pula..tp bgmnpun makhluk takkan berubah status jd Sang Khalik apapun yg terjadi…Subhanallah…Maha Suci Allah dari apa yg mereka sangkakan…

74. Masterio - 20 February, 2009

Manusia ternyata ‘diciptakan’ oleh makhluk/manusia ‘super-cerdas’
U.F.O – A.L.I.E.N ??? Trus yang ciptakan mereka siapa? Apa sudah terbukti? :) ono – ono wae …

75. Ahli maksiat - 20 February, 2009

hihi payah bener masak masih kurang dengan Quran? Kalau ngaku beriman mungkin hadits di bawah perlu dibaca lagi deh:

- Nabi Muhammad pernah mendapati Umar sedang membaca Taurat, lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“ Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa Alaihissalam masih hidup, tidak ada jalan lain baginya kecuali ia mengikuti saya”. (HR.Ahmad dan Darimi)

- ” Bukan dari golongan kami seorang yang tidak merasa cukup dengan Al-Quran ” (HR. Bukhari no. 7527)

apakah masih berani cari2 hikmah dari kitab lain, padahal sudah segamblang ini? Mempelajari agama lain untuk sekedar mengetahui seluk-beluk agama itu beda dibanding dengan mencari hikmah dan kebaikan dari agama lain tersebut. Asumsi saya Elan mengajak kepada hal yang dilarang agama.

- Logika Simpel aja seperti kata masterio, kalau memang manusia diciptakan oleh manusia super-cerdas, siapa yang bikin manusia super-cerdas ini? Ini berasal dari rembesan faham hellenisme yang mengatakan manusia diciptakan dewa2, yang beranak-pinak seperti manusia. Trus yang bikin dewa2 siapa dong? Biasanya sih cerita asal penciptaan dewa2 ini gak terlalu menarik, makin ketahuan boongnya si pengarang hellenisme.

- tambahan lagi logika menyangkut UFO, dll, dll: kalau kita bisa menempuh perjalanan ke masa lalu, dari dulu seharusnya kita dah kedatangan orang dari masa depan. Nyatanya?

- open minded konsekwensinya justru berarti kita harus makin kritis, jangan mau dibegoin sama orang yang bego. Kalau ngga kita jadi lebih bego daripada yg begoin kita :)

76. Ahli maksiat - 20 February, 2009

Buat orang2 yang masih percaya sama faham gila “nur muhammad”, MKG, dan sejenisnya, nih ada tambahan lagi dari Quran dan Hadits

Quran Al-A’raf:188:
Katakanlah : “aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Hadits:
“Aku tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Aku juga lupa seperti kalian. Karenanya, jika aku lupa, ingatkanlah aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (Maryam : 93)

“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (An Naml : 65)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.“ (QS. Al Jin : 26)

sekarayusmg - 28 October, 2012

yg sy tahu..Rasulullah SAW adl pribadi yg sgt rasional..bhkn ktk putra beliau Ibrahim berpulang kpd Allah SWT,lalu terjadi gerhana..org2 mengira itu wujud kedukaan belasungkawa Allah utk beliau..tp apa sabda beliau?..Gerhana hanya peristiwa alam biasa..tak ada hubunganya dg kelahiran dan kematian seseorang..jk sj manusia yang dimuliakan Allah sj begitu rendah hati..lantas knp kt hrs begitu menyombongkan diri?…menyamakan diri dg Sang Khalik..

77. rabechus - 21 February, 2009

so…?, begitu juga fungsi dzat yang menjadi sumber kehidupan “adalah gusti” . untuk itu jika jika makhluk masih santap makhluk lain , apalagi yang telah menjelma jadi nyawa !!!???. artinya : you are ,” what you eat ” … jika sapi , babi , kambing ayam atau singga ….? pasti samalah karakternya …

78. Yu2d - 21 February, 2009

Bismillahirrohmaanirrohiim…………

Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hmmm……,
Sebelumnya saya mengucapkan trimakasih banyak pada beberapa teman2 disini yang sudah sudi mengirim beberapa komentar maupun saran kepada saya…..lewat Email saya,
Salam damai persahabatan penuh cinta kasih & sayang saya ucapkan kepada anda2 disini yang masih terus tidak bosan2 mengkaji dan saling memahami untuk saling memberi masukan ataupun saling berbagi pemahaman kepada yang lain.. meskipun ada yang saling menyalahkan..dan itu sangat-sangatlah lumrah sekali… karena Kebenaran itu hanyalah MILIK ALLAH SWT SAJALAH SATU2 NYA PEMEGANG KEBENARAN…

Sungguh ini adalah bukti Kasih dan Sayang-Nya kepada Makhluk ciptaan-Nya khususnya Makhluk yang sudah disempurnakan ini yang berjalan untuk mencari Kebenaran….dan tidak mungkin anda2 semua termasuk saya sampai berkumpul disini jika tidak ada tuntunan dalam HATI NURANI..untuk memperdalam pengetahaun tentang Kebenaran..

Tidak heran jika dalam perjalanan masing2 menemui godaan maupun ujian namun bukankah sudah di ingatkan “Tidak semudah itu hamba-Ku mengatakan beriman kepada-KU sementara AKU belum mengujinya terlebih dahulu…..”

Sekali lagi saudara2ku semuanya saya rasa cukuplah redam emosi anda sehingga Nafsu tidak mempengaruhi diri….. Tenangkanlah Jiwa karena RAHASIA SUKSES ITU DIDALAM KETENANGAN JIWA …. Gunakan Akal dan Iman sesuai kepercayaan masing2 tidak usah lagi saling menyalahkan…..atau saling mengklaim thdp sesama….

Para Arifbillah itu selalu bijaksana dalam segala ucapan & Tindakan ..
Para Arifbillah itu penuh kasih dan sayang dalam mendidik sesama..
Para Arifbillah itu selalu santun dan sopan atas tur2 katanya…

Janganlah kita seolah2 menjadi hakim pada sesama kita karena sebaik2nya Hakim itu hanyalah Allah…
Janganlah kita coba mengutuk sesama karena semata2 yang berhak mengutuk itu hanyalah Allah…
Janganlah kita merasa paling Benar dan menganggap orang tak sepaham adalah sesat akhirnya saling menyalahkan padahal saya yakin anda tau Sang pemegang KEBENARAN itu hanya Allah… .

dengan istiqomah mari kita perangi Kedirian/ke EGO an/Hawa Nafsu agar tidak terjadi perpecahan yang berkepanjangan, permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat bahkan akhirnya akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini

Innalillahii wa’ Innalillahi Roji’un….

Cukuplah sampai disitu saja saudaraku sekalian…, dan sekedar saran saya bukannya saya mau ikut campur disini kalo berkenan simpan Baik2 ilmu pengatahuan Anda tentang ke-Tuhan-nan jika anda belum mampu memikul tanggung jawab atas segala beban didalamnya atau ilmu itu akan berbalik kepadamu selayaknya “senjata makan tuan” dan untuk yang menulis blog disini mohon jika berkenan renungkan lagi mas blognya untuk postingan ini khususnya apa tidak lebih baik di hapus saja mas?…..Trimakasih

Mohon maaf atas segala kekhilafan saya saudara2ku.. saya tidaklah tau apa2 dalam hal ilmu selayaknya saudara2ku sekalian miliki maka hanya inilah yang bisa saya tulis … sesuai Hati Nurani saya……

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Damai penuh Cinta dan Kasih..

79. Elan Dewotono - 21 February, 2009

Mas Terio (?),
Maaf, lha kan saya mengatakan ANDAIKATA TERNYATA manusia ‘diciptakan’ oleh superhuman; kagak pasti, bisa jadi gak mungkin.
Kenyataannya yang ada ilmuwa (AS, Eropa, Jepang) sudah bisa meng ‘klone’ tikus, domba persis seperti induknya; mau men’klone’ manusia tidak diijinkan gereja dan UU2 negara. Soalnya konsekwensinya mengeriikan buanget …..
Mohon maaf lagi, saya kok belum punya bayangan bagaimana Adam dan Hawa beranak-pinak ada yang berkuli hitam, putih, kuning …
Apa antara anak-anak Adam dan Hawa lalu saling kawin begitu dan seterusnya dan seterusnya ….
Atau gak usah dipikirin ya ….

80. Ahli maksiat - 21 February, 2009

yudi yang cinta damai,

sudah jadi kewajiban muslim untuk mengajak kepada kebaikan dan memberantas kemungkaran. di sini kemungkaran disebarkan lewat kedok seakan-akan ini bagian dari amal agama. apakah menurut yudi pengetahuan tentang agama harus disimpan sementara pengetahuan yang palsu dan menyesatkan harus disebarluaskan? yang jelas kami bukan yang memulai hal ini. selama kesesatan terus disebarkan, sudah jadi kewajiban untuk yang memiliki ilmu sekecil apapun untuk menghentikannya. seharusnya anda meminta untuk menghentikan penistaan agama, bukannya mengecap orang yang membela agamanya sebagai “warmonger”.

Allah memang hakim yang paling baik, itu kata anda sendiri lho. lalu kenapa masih membantah firman Allah dan hadits Nabi (yang mendapat wahyu dan petunjuk Allah) tentang kesesatan orang-orang sufi ini? Bagaimana cara kerja akal anda tentang hal ini? saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh.

bagaimana anda bisa berkata demikian sedangkan tindakan anda mencerminkan bahwa anda tak mempercayai hal ini? muna’ dong? toh anda lebih percaya bahwa akal manusia adalah hakim terbaik, lebih baik dari Allah.

“Mereka itu telah menjadikan para pastor dan pendetanya sebagai tuhan selain Allah; dan begitu juga Isa bin Maryam (telah dituhankan), padahal mereka tidak diperintah melainkan supaya hanya berbakti kepada Allah Tuhan yang Esa, tiada Tuhan melainkan Dia, maha suci Allah dari apa-apa yang mereka sekutukan.” (at-Taubah: 31)

‘Adi bin Hatim pada suatu ketika pernah datang ke tempat Rasulullah –pada waktu itu dia lebih dekat pada Nasrani sebelum ia masuk Islam– setelah dia mendengar ayat tersebut, kemudian ia berkata: Ya Rasulullah Sesungguhnya mereka itu tidak menyembah para pastor dan pendeta itu.

Maka jawab Nabi s.a.w.:

“Betul! Tetapi mereka (para pastor dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.” (Riwayat Tarmizi)

guru2 sufi itu seperti pendeta dalam agama yahudi dan nasrani, disembah. padahal mereka mengacaukan ajaran agama. apakah umat islam disuruh menyembah manusia juga?

oya ketimbang menyarankan saya atau admin menghapus posting saya kenapa tidak anda coba mendebatnya dengan akal sehat dan kepala dingin? atau anda hanya membela suatu hal hanya karena fanatisme tanpa dasar? saya ingin tahu senjata makan tuan yang anda maksud, really! saya ingin lihat dasar pikiran orang yang membiarkan orang lain menodai agama yang dianutnya.

saya ngga ada beban kok, cuman “menolong agama Allah”, mudah2an ngurangin dosa yang dah menggunung, maklum ahli maksiat.

81. mbah JABAL - 22 February, 2009

assalamu alaikum,

Terima kasih pada mas ahli maksiat yang telah menerangkan dien ini pada mereka yang hanya pake otak-otak butut tanpa bashiroh.
sungguh itulah kesesatan yang benar2 kesesatan, jauh dengan Quran dan Hadist. jika memang mereka utarakan ayat dan hadist pastilah dia pake ayat2 dan hadist2 yang mendukung kesesatannya saja. dan dimakna’i sesuai kesesatannya.
Begitulah kaedahnya ahlul bidah.
mereka bikin kaidah atau hukum dahulu baru mencari dalil2 untuk menguatkan kaidahnya atau hukumnya
beda dengan ahlus sunah, klu ahlus sunah mereka mengumpulkan dalil2nya dahulu dari quran dan hadist2nya barulah menentukan hukumnya dalam permasalahan tersebut.

Allahua’lam

82. masterio - 22 February, 2009

assalamu alaikum mbah jabal,

Maaf mbah, cucumu ini mau tanya, mbah tau ga setelah mati nanti kata ini mau kemana? Mbah tau tujuan mbah setelah mati ga? Setelah mati ya sudah selesai begitu saja, atau masih bersambung, atau ga tau ya…?

83. yu2d - 22 February, 2009

Ahli maksiat – 21 February, 2009
Bismillahirrohmaanirrohiim…………

Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hmmm….
Memang benar jika manusia didalam hatinya sudah terdinding oleh Ke-Dirian/Ke-Egoan/Nafsu Syetan tentunya lebih cenderung kepada kebencian, suka menghujat, suka mengajak debat, dan membawa keributan disana-sini, bahkan sampai trjadi pertumpahan darah yang membabi buta.
ya ya ya………setidaknya sudah terbukti disini karena rasa Ke-egoan yang begitu dalam sampai mengakar kedalam hati yang sehingga terjahir lewat kata dan ucapan yang tidak sedap dipandang lalu dimana????….. apakah ini caranya membuktikan Bahwa Agama Islam itu adalah Agama Pembawa Rahmat dan berkah bagi seru sekalian Alam.????…
Apakah ini yang mencerminkan Akhlak yang mulia menurut Islam??..
Bukankah Allah SWT itu Ar-rohman Ar-rohhim??…
Bukankah Allah SWT itu Maha dari segala diatas Maha ??…
Masih Ragukah Anda dengan kekuasaan Allah SWT sehingga anda berani mengatakan ; “saya cuman “menolong agama Allah”, sejak kapan manusia punya kemampuan menolong Allah SWT ?…….

“Apakah tidak lebih baik berkata saya hanya ingin membantu meluruskan akhidah Islam dan itupun bukan kehendak saya melainkan atas kehendak Allah SWT”……………………….
Bukankah Manusia itu sifatnya : Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim…..
dari buka mata sampai tutup mata ya begitu saja…., buktinya orang mau pipis saja diperingatkan(Kebelet), bisakah kita membuat2 kebelet itu??? …
sungguh Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang…..
boro boro mau menolong Allah mau menolong diri sendiri saja g ada kekuatan sedikitpun.
ORANG CIPTAAN KO MO MENOLONG YANG MENCIPTAKAN ITU LUCU SEKALI MAS………

tidak heran jika Anda sudah berani mengatakan menolong Allah SWT maka ya inilah yang terjadi…… merasa sudah bisa berkehendak, paling benar dan yang lain salah semuaaa….. tidak pernah ada lapang dada, tidak ada niat yang Tulus… dan ikhlas, trus sabarnya dimana mas?…., kalo sabar ko begitu ya kenyataannya….?????????????,,,,, masa selalu dengan kekerasan dalam menyampaikan amanat Agama mas?… Apakah hanya kekerasan itulah cara penyampaian ?…, saya rasa kekarasan itu adalah bentuk perlindungan diri maupun umum., namun bukankah kekerasan itu adalah jalan terakhir mas nah bayangkan kalo diawal saja sudah dengan kekarasan lalu bagaimana dengan akhirnya?…. Renungkan mas…..
Bentuk kekerasan itu ada dua sifat lho mas :
Kekerasan secara Zahir (pertempuran, perkelahian, huru-hara, semua serba fisik dllll ya anda tau sendirilah dan
Kekerasan secara Bathin (menghujat, mencela, mencaci-memaki, mengeluarkan kata2 kasar,,, Dll )
tapi yang perlu digaris bawahi pada awalnya dari kekerasan bathinlah asal muasalnya kekerasan Zahir itu Muncul karena yang bathi sudah tidak bisa menampung… . hmmmmmm sungguh tidak enak kekerasan itu bikin hati kotor saja….

yah itu saja mas yang bisa saya sampaikan katanya anda kan penasaran sama saya ………..
trimakasih ya atas komentarnya…. semoga kita yang disini senantiasa mendapatkan curahan rahmat serta hidayah dari Allah SWT yang menjadi jalan untuk membenahi diri kita terlebih orang lain

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

84. yu2d - 22 February, 2009

Mohon Maaf Koreksi:

Kekerasan secara Bathin = (Sombong, Takabur, Iri, Dengki, Benci, Dendam, mudah tersinggung, Dll yang masih terembunyi didalam diri(hati) ) dan sedang menghujat, mencela, mencaci-memaki, mengeluarkan kata2 kasar itu tadi sudah termasuk kekerasan zahir karena sudah terzahirkan. oleh lisan..
Trimaksih,,,

NB ;
Saya sangat2 yakin anda semua sepakat bahwa Rosullullah SAW itu punya Akhlak yang sangat terpuji dan sangat2 mulia sekali ….
Nah bukankah Rosul itu penyabar, penuh kasih sayang, santun, sopan, ramah tamah, lisannya selalu terjaga dengan kata2 kotor, tidak suka perselisihan, tidak suka perdebatan, dll yang menyebabkan kesengsaraan….
lebih baik kita benahi diri terlebih dahulu dan lebih dalami lagi arti dan makna dari segala Firman Tuhan maupun Hadist Nabi yang tersurat itu jangan hanya sekedar dibaca lalu dijadikan bahan perdebatan sebagai tameng kebenaran.. hmmmm sangat disayangkan sekali!!!!!!!!!!!
tapi tidak ada Aplikasinya dalam diri sendiri dan keseharian….
Habluminaallah & Habluminanas harus dijaga keseimbang…..
Mengaku sudah Sholat dan Puasa maupun sudah menjalani Rukun Islam yang lainnya tapi sangat disangkan jika itu semua hanya sekedar untuk memenuhi persyaratannya saja tanpa berusaha mengetahui/menggali makna dibalik semuanya.. .. .. sehingga terealisasikan kedalam kehidupan sehari2……..

Mari kita renungkan diri kita masing2 apakah sudah sempurna ibadah kita!!!!!!

Mohon maaf sebelumnya saja tidak senang dengan yang namanya berdebat jadi mohon jangan disalah artikan tulisan saya sebelumnya tapi saya lebih senang dengan berdiskusi….karena lebih bermanfaat untuk kita semua… dan lebih Adil… tidak cari benarnya sendiri, tidak kaku, tidak keras, selalu terbuka untuk siapa saja yang mengutarakan pendapat….
trimakasih

Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

85. Ahli maksiat - 22 February, 2009

yu2d, anda kena jebak!

[1] 22:40, Al-Hajj
( YAITU ) ORANG – ORANG YANG TELAH DIUSIR DARI KAMPUNG HALAMAN MEREKA TANPA ALASAN YANG BENAR , KECUALI KARENA MEREKA BERKATA : ” TUHAN KAMI HANYALAH ALLAH ” . DAN SEKIRANYA ALLAH TIADA MENOLAK ( KEGANASAN ) SEBAGIAN MANUSIA DENGAN SEBAGIAN YANG LAIN , TENTULAH TELAH DIROBOHKAN BIARA – BIARA NASRANI , GEREJA – GEREJA , RUMAH – RUMAH IBADAT ORANG YAHUDI DAN MASJID – MASJID , YANG DI DALAMNYA BANYAK DISEBUT NAMA ALLAH . SESUNGGUHNYA ALLAH PASTI MENOLONG ORANG YANG MENOLONG ( AGAMA ) NYA . SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR – BENAR MAHA KUAT LAGI MAHA PERKASA .

[2] 47:7, MUHAMMAD
HAI ORANG – ORANG YANG BERIMAN , JIKA KAMU MENOLONG ( AGAMA ) ALLAH , NISCAYA DIA AKAN MENOLONGMU DAN MENEGUHKAN KEDUDUKANMU .

[3] 57:25, Al-Hadid
SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENGUTUS RASUL – RASUL KAMI DENGAN MEMBAWA BUKTI – BUKTI YANG NYATA DAN TELAH KAMI TURUNKAN BERSAMA MEREKA AL – KITAB DAN NERACA ( KEADILAN ) SUPAYA MANUSIA DAPAT MELAKSANAKAN KEADILAN . DAN KAMI CIPTAKAN BESI YANG PADANYA TERDAPAT KEKUATAN YANG HEBAT DAN BERBAGAI MANFAAT BAGI MANUSIA . ( SUPAYA MEREKA MEMPERGUNAKAN BESI ITU ) DAN SUPAYA ALLAH MENGETAHUI SIAPA YANG MENOLONG ( AGAMA ) – NYA DAN RASUL – RASUL – NYA PADAHAL ALLAH TIDAK DILIHATNYA . SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KUAT LAGI MAHA PERKASA .

gak usah ngomong quran, hadits, ibadah, la wong kerjaan anda cuman mengingkari banyak hal dalam agama kok. diskusi kan di dalamnya debat. tapi anda tak pernah menyanggah hal / dalil yang kami angkat. yang anda sorot personal melulu. kalo memang anda pake akal dan hati get to the point lah. sekalinya mbantah malah ketahuan, hihihi.

makanya iqro, iqro. malu mas. kalo mau diskusi pake referensi jangan absurd. Katanya jangan sekedar dibaca, la wong anda sendiri baca pun enggak. Kalau jangan sekedar dibaca ya langkah pertama jelas BACA! kalau baca pun engga la anda ni ngomong hal yang anda sendiri gak lakuin. heran deh!

86. Ahli maksiat - 23 February, 2009

wah diskusi itu kalau satu pandangan pokok tentang suatu permasalahan. “mari kita diskusikan penanganan banjir”, misalnya. tapi kalau beda pandangan otomatis pendapat anda akan didebat oleh orang yang berbeda visi, apalagi menyangkut hal-hal prinsip. toh debat itu cara elegan untuk membahas suatu hal. Tidak ada kekerasan di sini, semua orang dilihat berdasarkan pendapatnya saja, bukan siapa atau latar nya, murni anonim. kalo memang pendapat anda benar harusnya putar balik sanggahan kami. tapi sekali lagi anda tak pernah to the point.

jika anda membahas karakter Nabi begini begitu, anda sudah baca quran, hadits, riwayat nabi (sirah nabiwiyah)? atau yang anda bilang karakter nabi itu hanya murni persangkaan anda tentang bagaimana seorang nabi harusnya bersikap? kalau nabi selalu menghindari perselisihan, mengapa beliau menolak tawaran quraisy dengan harta melimpah supaya sekedar berhenti menyebarkan hal yang tak mereka sukai? mengapa nabi mensabotase kafilah dagang quraisy? mengapa nabi meladeni peperangan bukan menyatakan ingin damai dan membayar upeti saja?

eniwei, banyak hal yang anda sebutkan tampak terlalu naif, itu kan nabi menurut hawa nafsu anda. Kalau tak cocok, gimana? ngga usah banyak berandai2, baca dulu saja sumber-sumber agama islam, trus bisa ngga akal anda jadi nurut yang ada di sumber? la wong barusan saja terbukti nafsu anda salah besar kan? biar tak terulang lagi baca dulu aja. kalo dah baca barulah MUNGKIN anda bisa “menemukan makna di balik itu semua”. Padahal makna intinya adalah “ketaatan tanpa reserve (mempertanyakan kelayakan) pada semua perintah dan larangan Allah”.

INGATLAH KETIKA TUHANMU BERFIRMAN KEPADA PARA MALAIKAT : ” SESUNGGUHNYA AKU HENDAK MENJADIKAN SEORANG KHALIFAH DI MUKA BUMI ” . MEREKA BERKATA : ” MENGAPA ENGKAU HENDAK MENJADIKAN ( KHALIFAH ) DI BUMI ITU ORANG YANG AKAN MEMBUAT KERUSAKAN PADANYA DAN MENUMPAHKAN DARAH , PADAHAL KAMI SENANTIASA BERTASBIH DAN MEMUJI ENGKAU DAN MENSUCIKAN ENGKAU ? ” TUHAN BERFIRMAN : ” SESUNGGUHNYA AKU MENGETAHUI APA YANG TIDAK KAMU KETAHUI ” .

banyak perintah dan larangan yang hanya Allah yang tahu sebabnya, kita hanya diperintahkan untuk mentaatinya. Sudahkah keimanan anda siap menerima hal itu? Belajarlah dari kisah Ibrahim AS, yang mendapat berbagai perintah tak masuk akal:
- meninggalkan istri dan anak di tempat tandus
- meyembelih anak sendiri

khidhir:
- merusak kapal nelayan
- membunuh anak kecil tak berdosa
- menata reruntuhan rumah

sesungguhnya banyak hikmah dari kisah para nabi. tapi sebagian besar tak mengambil pelajaran.

kakean cangkem - 17 July, 2012

Mati gorong mesti mlebu surgo ae katek rame kabeh.Ahli Maksiat pinter di dunia belum tentu tahu surga.Apa
Kalo kamu nanti mati pasti masuk surga…..?????????

87. kangBoed - 23 February, 2009

di keheningan ini kududuk diam terduduk lunglai
berpikir dan membuka kembali perjalanan hidupku
kubuka lembar demi lembar catatan hidupku ini
tertawa senang menangis sedih semua telah banyak kulewati
tapi begitu banyaknya waktuku terbuang percuma

Ya.. waktuku terbuang dan lewat begitu saja tanpa arti
ketika ku dewasa ini baru kusadari pentingnya sebuah ILMU
betapa bodoh dan tololnya diriku ini
Ketika kumenyadari aku sungguh tak punya apa apa
apalagi ilmu yang telah lama hilang terlupakan

Kubuang waktu dan ku selalu lupa dan malas belajar
ketika kucoba belajar walaupun terlambat ternyata otakku terlanjur berkarat
akhirnya kuterdiam melongo dengan penuh ketololan
melamun dan melamun membayangkan suatu ilmu
semakin kupelajari dan kucermati isi lamunanku semakin ku melongo dongo

dalam lamunanku kuberpikir ilmu apakah ini
ilmu yang aneh dan Ruaaaaaaaaaar biasaaa
semakin dipelajari semakin bodoh
semakin dimengerti semakin tolol
semakin diketahui semakin dilupakan

Dasar lamunan botol kosong makin oon aje
ilmu apa? engga ada itu? semakin belajar ya makin pinter?
tapi inilah ilmu sakti dari negeri china drunken Master
ya ilmu lamunan melongo dongo hahahaha
Lamunan membuatku bebas lepas dan terbang bersama sahabatku para pelamun lainnya

Salam sejati buat para pelamun dongo
Salam kerinduan dan kehangatan dalam lamunan yang paling dalam
Selamat datang di dunia lamunan yang telah mempersatukan kita
Dunia lamunan yang tak berjarak, tak terikat waktu dan tempat
mengumpulkan para pecinta walau hanya dalam lamunan

Salam sayang dan rindu untuk kalian semua para pelamun sejati yang rela tidak tidur setiap malam hanya untuk melamun dan melamun dalam sebuah kebersamaan tanpa ikatan bersatu padu mencari kesejatian walau hanya dalam lamunan ya ya lamunan

Salam Sejati
Botol Kosong oon

88. kangBoed - 23 February, 2009

Yaaa Allaah sungguh besar Anugerah yang telah Kau berikan bagi kami…
Kami ini hanyalah manusia yang hina dan papa dalam kelemahan dan ketak berdayaan..
Sungguh sungguh malu hati ini melihat kebaikanMU apalagi untuk memohon tak kuasa sudah
Apalah artinya kami yang kotor dan buruk ini Yaa.. Alllaaahhhh..

Seakan ku dijadikan biji matamu yang selalu Kau jaga baik baik
Bahkan dari debu sekecil apapun yang datang mendekat
Kelopak mataMu segera menutup dan melindunginya
Ku tak sanggup berkata apalagi tuk bertanyaaaa…

Hancur.. hancuuur hati ini mngingat kasih dan sayang MU
Tulus ikhlas tiada pernah ada hentinya oooooooooh…
Padahal sang diri ini tempatnya salah dan lupaaa
Yaa Allaaah Yaa Alllaaaaah Yaa Allllaaaaaaah

Engkauuuuuuuu Baaaaaaiiiiiiiiik
Sungguuuuuuh Baaaaaaaaiiik
Sangaaaaaat Baaaaaaaaiiik
Teramaaaat Baaaaaaaaik

ooooooooo
ooooooo
ooooo
ooo
o

Salam Sayang dan Persahabatan dalam kesejatian yang tanpa rasa tanpa warna dan tanpa rupa saudara saudara sejatiku semuanya poro sedulur kabeh.
dari
sibotol kosong oon

89. sardi - 27 February, 2009

Kegem Den Mas “Ario” (arioadhinugroho@yahoo.com) yang coba saya kutip untuk menjadi bahan kajian bagi yang lain dan saya beri judul “Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti”. …………………………………………………………………………….

Saya minta maaf, pertama saya ikut nimbrung tidak permisi terlebih dahulu, kedua karena ternyata saya salah menempelkan padanan, yang semula saya mengira bahwa muara, artikel ini kurang lebihnya ada kemiripan, tapi dasar yang namanya ilmu itu ada bisanya, sehingga menyebar kemana-mana.

Ternyata bagi saya sendiri juga hanya menjadikan ini sebagai wadah saja untuk menakar sejauh mana saya, ketika rasa saya sampai disatu titik, merasa saya jauh melebihi titik itu,,,,,,

Betapa luasnya dimensi ilmu Allah, namun alangkah dungunya saya, ketika orang lain bisa sampai pada tahapan yang luarbiasa hanya dengan jalan, ning—nung—nang—, semburan aliran darahnya terasa menggelegar dan seluruh ruas setia persendian dirinya dikenalinya,,,,,, saya hanya bisa mengaguminya,,,,,

sekalilagi MAs Aryo mohon maaf karna saya tread njenengan menjagi tercemari,,,,,,,,,,

90. Ario Adhi Nugroho - 27 February, 2009

Mas Sardi yang baik…

Tidak ada salahnya jika kita bermaksud dan berniat yang baik, entah niat itu nanti jadi salah ataupun benar menurut yang lain. Saya mengerti maksud mas sardi, disaat kita telah mencapai sebuah pencerahan yang menurut kita itu adalah benar, pasti kita ingin sekali menceritakan pengalaman itu kepada semua yang sepaham agar kita lebih bisa saling mengisi. Dan apabila kita menceritakan dengan yang belum sepaham, belum mengerti ataupun tidak mau mengerti, pasti sangatlah sulit, karena kita masing2x punya prinsip yang berbeda. Kebenaran hanyalah milik Allah, kita hanya mencoba mencari kebenaran itu untuk menjadi lebih sempurna dari sebelumnya. Paling tidak kita lebih bisa menghayati maksud dan tujuan kita ada di dunia ini, dan nantinya kita dapat lebih siap untuk meninggalkan semua di dunia ini dengan hati penuh kerinduan akan Allah. Hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, kita mau benar atau salah, mau baik atau tidak baik, itu semua adalah pilihan. Berbahagialah bagi kita yang sudah berusaha untuk dapat menjalani tuntunan dari Allah agar jalan kita tetap sesuai keinginannya. Itu sangatlah sulit karena kita langsung mendapatkan teguran saat kita salah namun akan tetap diarahkan agar menjadi benar. Oke mas sardi, tetaplah pada pendirian qalbu, hayatilah baik-baik, kenalilah perintah Allah dan jalankanlah.

Wasalam…

91. ABDUL ROZI DANA - 27 February, 2009

kepada saudaraku seiman dan seakidah janganlah kalian saling olok mengolok boleh jadi yang di olok2 lebih baik dari kalian….lakukan yang baik menurut hati nuranimu kita manusia punya akal pergunakan akal kalian jika ingin selamat dan berpegang teguh lah dengan kalimat lailahaillaloh pasti kalian akan salamat…..rozi riau

92. MADRI - 14 March, 2009

MANUNGGALING KAWULO GUSTI, MAKSUDNYA BAHWA MANUSIA HIDUP DI DUNIA HARUS BERUSAHA MENYATU DENGAN SIFAT – SIAFT ALLAH. MISALNYA : ALLAH MAHA PENYAYANG, MANUSIA HARUS BISA MENYAYANGI SEMUA MAHLUK, DAN LAIN, LAIN, SEHINGGA DUNIA DAN ISINYA AKAN TENTERAM KARENA SIFAT-SIFAT ALLAH ITU BISA KITA GUNAKAN, SEHINGGA MNUSIA BISA MENYATU DENGAN ALLAH KARENA SEGALA TINDAKAN DAN PERBUATANNYA DIRIDLOI OLEH ALLAH…., BEGITU DIK…

93. Ahli maksiat - 14 March, 2009

Menyatu dengan sifat2 Allah? Berarti manusia juga harus sombong dong, harus kejam, harus makar, menyempitkan, merendahkan, menghinakan, memusnahkan.

Man, sifat2 Allah itu panduan bagi hambaNya untuk lebih mengetahui tentang Khaliknya (kalau memang cinta, tentunya ingin banget mengetahui tentang yang dicintainya bukan???), bukan untuk ditiru. Sifat2 yang harus kita miliki sebatas akhlaq yang sudah diajarkan oleh agama tapi bukan melalui asmaul husna.

94. Nugroho - 16 March, 2009

kulo nuwun,

Mas ahli maksiat,

Sepertinya anda banyak tau dgn ajaran islam.
Saya mau tanya, kenapa kalau kita pipis alias mengeluarkan najis cukup dibasuh dgn air, tapi saat mengeluarkan air mani yang notabenenya suci kok harus mandi hadast besar meskipun kita mimpi basah.
Trus saat salam kekiri dan kanan waktu sholat itu kpd siapa?

Tks

95. Ahli Maksiat - 16 March, 2009

N, mestinya saya tak lebih tau dibanding anda. Lha wong sumbernya ada di Quran dan Hadits yang terbuka bagi semua untuk mengkajinya. Kalau sampe anda merasa kurang tau mestinya baca dulu langsung dari sumbernya baru tanya ke orang lain kalo kurang jelas maknanya.

Yang kasih perintah bersuci, baik dari najis atau dari hadats kan Allah, dan Allah tidak menerangkan mengapa bersuci dengan ini atau dengan itu. Yang nyuruh shalat juga Allah, dengan menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh. Nabi salam ke kanan dan kiri, juga gak dijelaskan sebabnya. Toh kalau memang Allah merasa perlu menjelaskan, pasti akan dijelaskan.

Ketaatan kepada Allah termasuk juga dengan menjunjung tinggi perintah Allah di atas hawa nafsu dan kehendak kita. Mestinya baca dulu ayat yang kami kutip tentang pertanyaan malaikat kepada Allah tentang penciptaan manusia. Allah memperingatkan malaikat, cukuplah dengan mengikuti yang Allah perintahkan, karena Allah yang paling tahu dan paling benar keputusanNya.

Jangan ikuti jejak langkah iblis, yang mengikuti hawa nafsunya merasa lebih pintar dari Allah dengan mengatakan perintah Allah tak pantas diikuti.

Singkatnya kalau Allah jelaskan ya sukur, kalo tidak ya tinggal diikuti saja. Insya Allah selamat.

sami’ na wa atha’ na (kami dengar dan kami taati)
renungi kisah nabi musa, yang diuji keimanannya dengan Nabi Khidhir yang mendapat perintah aneh2 dari Allah.

kuatkah anda?

96. Sangpengelana.. - 16 March, 2009

Ohhh… sungguh aneh dunia ini..
Dunia yang penuh misteri senda gurau yang sulit untuk di tebak
betapa Bodohnya aku ini karena sering tertipu oleh nafsu2 di diri
betapa dungunya aku ini karena sering terpancing oleh bisikan2 diluar dan didalam diri…
sehingga membuat detak jantungku semakin kencang berdebar-debar..
sungguh itu suatu isyarat syetan yang sedang bertengger dalam diri
sungguh itu membuat hati tidaklah tenang..,bimbang cemas was-was dan penuh dengan keragu-raguan..
seharusnya aku tetap diam didalam KeDiaman-Nya..
seharusnya aku tetap terjaga didalam ketenangan jiwa..
Ketenangan Jiwa yang penuh dengan keiklhasan..
Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kedamaian..
Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kebahagiaan
Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kenikmatan..
Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kesadaran..
didalam cinta kasih dan sayang-Mu yang penuh makna mendalam..
yayaya sungguh Aneh manusia sekarang..
benar2 banyak yang tertipu ya tertipu oleh hawa nafsunya sendiri..
sungguh akupun sempat tertipu dan tertipu berkali-kali hingga kini
ohhh…
sudah sepantasnya diri ini untuk merenungkannya..
sudah sepantasnya diri ini untuk mengkajinya..
kenapa ??, kenapa??, dan kenapa??…
ya Allah kuatkan diri hamba untuk tetap memandang-Mu
ya Allah teguhkan iman hamba untuk tetap memuji-Mu
ya Allah kokohkan semangat hamba diatas kebenaran-Mu

sungguh hamba tidaklah berdaya tanpa-Mu..
sungguh hamba tidaklah kuasa untuk-berpaling dari-Mu
sungguh hamba tidaklah bisa apa2 tapa-Mu
Murnikan…Murnikan..Murnikan…Kembali…
Kefitrahan diri yang telah lama terlupakan karena keadaan

Engkaulah Sang Penolong yang tidak pernah menipu..
Engkaulah Sang Pembimbing yang bijaksana..
Engkaulah Sang Guru yang penuh dengan misteri..
Misteri kebenaran hakiki yang sulit untuk di mengerti..
Misteri yang jika diungkap orang lain kadang tertawa..
menghina mencaci-maki dan mengkafirkannya..hingga menggegerkan dunia.. sungguh aneh yang demikian itu..

sungguh begitu dasyatnya ke-Agungan-Mu
biarkan ku bersandar diatas ke-Haribaan-Mu
kuserahkan diriku agar Engkau menyambutku..
sungguh-sungguh sangatlah sulit untuk diterka dan dicerna..
hanya Tuhan dan Hambalah yang paling mengerti rahasia itu..

Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim…

Salam taklim..
Dari si hina yang penuh dengan dosa-dosa dan kebodohan…
yang sedang dalam pengelanaan….

97. Nugroho - 17 March, 2009

Mas ahli maksiat,

Kulo nuwun

Ya percuma kalau jawabannya hanya seperti itu. Saya ndak akan nanya lagi. Maafkan saya yang memang bodoh. saya lg belajar. Suwun

sekarayusmg - 28 October, 2012

Al ‘Imrân
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah
[3:7]
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

98. Ahli Maksiat - 18 March, 2009

makanya baca / cari dari sumbernya dulu. Kan banyak tuh, jaman digital lagi, gak perlu sering2 bolak-balik buku tebel dan mahal (masih perlu tapi tak sesering dulu). Seperti di kuliah, jangan bertanya dengan kepala kosong. Jangan cuma rajin mikir tapi males baca. Kebanyakan ilmu tu di luar, bukan di dalam kepala kita.

Anyway, bagaimana anda pikir saya bakal tahu hal dari Allah yang Allah pun tak memberitahu. Dari mana, menurut anda, saya akan dapat bocorannya? Apakah anda berharap saya nebak2? Yang kasih perintah lah yang tau alasan sebenarnya. Toh masih banyak yang bisa dilakukan di dunia ini daripada habis waktu untuk tanya alasan atau main tebak2an.

Singkatnya gini, kalau memang anda meyakini Allah adalah tuhan dan pencipta anda, yang berkuasa penuh atas diri anda, yang terserah kepadaNya anda bakal masuk surga atau neraka, dapat hidayah atau sesat, tentu dengan mudah anda menerima perintahnya tanpa banyak tanya tentang hal yang memang tidak diterangkanNya. Toh kita ini cuma hamba Allah alias budakNya.

TUHAN BERFIRMAN : ” SESUNGGUHNYA AKU MENGETAHUI APA YANG TIDAK KAMU KETAHUI ”

mestinya kan anda dengan mudah patuh dengan ayat ini. Tapi balik lagi, hendak jadi siapakah anda ini?

99. Nugroho - 18 March, 2009

Mas ahli maksiat,

saya tanya sekali ini saja.

Kalau anda ambil wudlu, banyak mana air yang dipakai wudlu dengan yang dibuang?

100. Nugroho - 18 March, 2009

Mudah2an jawaban anda jujur karena alloh SWT.

101. Ahli Maksiat - 18 March, 2009

anda ni banyak tanya tapi kurang bagus pertanyaannya, sini saya gantiin jadi tukang nanya…

- apa yang menarik dari cara wudlu saya, sedangkan kenal saja enggak?
- apa yang dapat anda lakukan dengan cara wudlu saya yang sekarang?
- akan anda apakan air yang saya buang? Air yang kena kulit saya pun akhirnya jatuh ke selokan juga. Saran saya ditelan saja biar ga ada yang kebuang, tapi tidak boleh kencing, lho. Tar kebuang juga kan airnya.

- man, jika ada niatan ingin menjatuhkan kredibilitas dengan mengajukan pertanyaan yang diharapkan akan membuat saya kelabakan dan membuat jawaban yang ajaib, mohon koreksi diri sendiri dulu. Mending anda debat hal yang kami bela, atau anda bela hal yang kami debat. Toh saya juga bisa tanya yang aneh juga. Misalnya:
- kalau bapak anda (anda kenal banget dong dengan beliau) ambil wudhu, banyak mana air yang kebuang dengan yang dipakai?
- bagaimana penilaian anda tentang cara berwudhu bapak anda tersebut?

Hal yang lazim bagi kami untuk bertanya balik dan mendapatkan jawaban anda sebelum kami mulai menjawab pertanyaan anda tersebut.

dare??? ;)

102. Ahli Maksiat - 18 March, 2009

Mudah2an jawaban anda jujur karena alloh SWT.

103. Nugroho - 18 March, 2009

Kami biasa wudlu dgn air yang secukupnya untuk berwudlu.
krn itu ajaran beliau. kata beliau banyak orang islam yang berwudlu tapi banyak sekali air yang dibuang, padahal air datang dihadapan kita untuk berwudlu krn ijin dan nikmat alloh. jadi kata beliau jangan membuang-buang nikmat atau air yang banyak untuk berwudlu. orang islam banyak yang sombong tapi ndak tau kesombongannya dimana kata beliau. itu setau saya yang diajarkan bapak saya.

suwun…

104. Ahli Maksiat - 18 March, 2009

ooo kalau begitu kan jelas, jadi maksudnya kan anda ingin mengatakan kami sombong. Lain kali tak perlu muter2. Tapi jawaban anda kok ngga nyambung. Yang ditanya kan cara berwudlu bapak anda, bukan ajarannya. Trus penilaian anda terhadap cara itu (bagus/tak bagus, 4 dari 5 bintang, dsj). Kalo bisa sih dijawab lagi yang lebih sesuai dengan pertanyaannya. O iya yang 3 pertanyaan sebelumnya juga belum dijawab, gimana itu?

Tapi kami mendapat info menarik, Jadi ajarannya intinya:
- kalo banyak buang air wudlu —> sombong
- kalo hemat air wudlu —> tidak sombong

Padahal anda gak tau cara kami wudlu, kan. Tapi anda dah tahu kami ni sombong, hebat lho. Tapi ini berarti anda melanggar ajaran ayah anda sendiri. Tar kalo ternyata dari hasil wudlu kami ini terbukti tidak sombong, kan malu…

Andai sombong engganya orang tergantung dari buangan air wudlunya, kita bisa membersihkan hati dengan sangat mudah: hidup di gurun terus tayammum saja.

kakean cangkem - 17 July, 2012

Yang sombong itu ya banyak bacot tau…contohnya siapa ya..????Ah…gak taulahhhhhhhhhhhhhhhhh…….banyak omongnya gak ada apa2nya.Hua.ha.ha.ha……..

105. Nugroho - 18 March, 2009

Anda yang menarik kesimpulan sendiri kalau anda sombong, saya tdk pernah mengatakan itu. Manusia tdk punya apa2, semuanya milik alloh, apalagi kredibilitas.Saya ndak bermaksud menyakiti hati anda.maafkan saya yang bodoh ini kalau menyinggung perasaan anda. kita sama2org islam jangan melukai satu sama lain. saya rasa cukup sampai disini saja, saya takut krn minimnya pengetahuan dan ilmu saya dalam agama.

mudah2an gusti alloh senantiasa melimpahkan rahmatnya kpd kita semua. Amin ya rabbal alamin…

kakean cangkem - 17 July, 2012

Amin….mas nugroho….anda lebih bijak kayaknya.Tidak seperti orang yg sering berbuat maksiat.Orang yg sering berbuat maksiat itu hanyalah mentingkan dunianya tok.Bisa nasehati orang tapi tdk melihat dirinya sendiri alias seneng nyalahkan orang.Preeeeeeeeeeettt………..

106. Ahli Maksiat - 18 March, 2009

Wah ternyata segitu doang, percuma saja saya bertanya. Tak satupun dijawab. Nanya2 sendiri, kabur2 sendiri. Padahal anda di awal tanya sampe ngejer2 lho, khusus ke pribadi kami lagi. Kami aja ngga sekalipun bertanya tentang hal-hal pribadi (mis, cara wudlu, cara bershampo, habis berapa botol sekali nyampo, cara cuci motor, dsj) pihak lain yang ada di sini. Berarti kan ada tempat spesial buat kami di hati anda. Wah padahal pengetahuan anda ini dalam lho, saya aja dari kecil sampe gede belom pernah dapat teori wudlu yang luar biasa ini. Coba saya tau dari dulu, kan bisa sehebat anda sekarang.

107. Nugroho - 18 March, 2009

KESOMBONGAN HANYA PUNYA ALLOH….

108. tyangjowo - 18 March, 2009

Mohon info sederek, dimana saya bisa ngangsu kaweruh ttg MKG. Kalau bisa dapat rekan yang bisa ‘sharing’ pengalaman pribadi. Jangan yang ‘minteri’ atau sok pinter, maaf, malah runyam. Apa MKG punya buku pegangan ? atau semacam pengantar ? Kelihatannya dari diskusi2 diatas ttg MKG, saya tertarik karena tidak mensitir dari buku ini itu. Apa MKG itu ilmu dari sumber2 tanah air tercinta? Kalau ya hebat juga nenek moyang kita ya. Apa para wali songo mengerti ttg MKG juga?
Terimakasih

109. Nugroho - 18 March, 2009

Monggo para sederek ingkang wegig soho winasis untuk memberikan pitutur yang mulia kpd tyangjowo.
Maaf sederek, kawulo dereng cekap umur soho bodho lan katah maksiatipun. Suwun…

110. masterio - 18 March, 2009

Hehehe seru juga, kepada tyangjowo mohon maaf apabila salah, tetapi apabila anda ingin mengerti apa itu MKG, mungkin menurut saya hal yang pertama yaitu anda harus belajar mengenal diri anda sendiri dahulu. Memahami perilaku kita yang baik dan yang buruk, untuk mencari jati diri yang sebenarnya.

111. Nugroho - 19 March, 2009

Miturut kulo,

MKG itu harus diawali dengan pengkajian diri sendiri, ndak bisa dengan hanya baca atau mendengar dari orang lain. Wong rasa njenengan yang bisa merasakan kedekatan dengan gusti Alloh tho? Seperti misalnya kita minum kopi dari gelas yang sama, semua orang tau kalau itu wedang kopi. Tapi rasanya pasti beda menurut setiap orang, saya bisa berkata mantep dan pas rasane, tapi njenengan bilang kepahitan, yang lain bilang kemanisan, tapi kita semua tau bahwa itu wedang kopi tho. SAMA TAPI BEDA, BEDA TAPI SAMA. Rasa ada dihati, tergantung dari hati njenengan. Coba njenengan rasakan disaat takbiratul ikram sewaktu sholat,” menopo ingkang dipun raosaken “. Apa kelingan utang apa kelingan sing ora2. Yang tau hanya hati njenengan dan gusti Alloh. Dengan memperbaiki tindak tanduk dan tutur kata juga pandangan mata insya alloh njenengan akan bisa merasakan MKG meskipun perlu proses, lama atau cepat murni kehendak gusti alloh. Yang penting kita berusaha sebaik dan semampu mugkin. Sabar, alah, plalah, roso rumongso, ojo njiwit yen ora gelem dijiwit, biso o rumongso ojo rumongso biso,andap asor, sumarah lan sumeleh marang sapodo podo. Karena mulut manusia dan lubang farjinya yang paling sering memasukan ke dalam neraka.

Suwun…

112. Masterio - 19 March, 2009

Memangnya neraka itu ada ya mas nugroho? Hehehe …

113. Nugroho - 19 March, 2009

Kalau njenengan percaya adanya neraka ya ada tho mas, tapi kalau ndak percaya apa sy bisa mekso tho mas?

Suwun

114. tyangjowo - 21 March, 2009

Matur nuwun,
1. Miturut sederek Mas Trio supados saged nglampahi MGK : harus belajar mengenal diri anda sendiri dahulu ; Sptnya sejalan dg kata seor. teman : KENALILAH DIRIMU MAKA ENGKAU AKAN MENGENAL TUHANMU.
2. Miturut Mas Nugroho : Dengan memperbaiki tindak tanduk dan tutur kata juga pandangan mata. Lha ini masalah budipekerti yang sekarang sudah tidak ada di kurikulum pendidikan. Jaman nenek moyang kita mata pelajaran budi pekerti ada lho.
Nglampahi ingkang no.2. kadosipun bisa dan banyak contohnya., ingkang no.1, benar2 ndak tahu caranya/metodenya kang. Mengenal isteri sja masih ada susahnya, juga mengenal tetangga2 gampang2 susah. Mengenal iri sendiri ??? Apa ini seperti moto salah satu perguruan olah nafas X : Siapakah aku, darimana aku, mengapa aku dan untuk apa aku, kenana aku? dst dst ……

115. Masterio - 21 March, 2009

Kepada Tyang Jowo,

Mohon maaf apabila salah, dan ini tidak diambil dari ajaran manapun,melainkan Allah yang telah mengajarkan. Menurut saya cara untuk mengenal diri pribadi adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah, hanya Allah yang kuasa untuk memberikan pengetahuan untuk kita, pengetahuan untuk mengenal pribadi lebih dalam lagi, bukan hanya rajin sholat 5 waktu, itu sangatlah kurang, dalam 24 jam kita hanya 5 kali mendekatkan diri kepada Allah, alangkah baiknya setiap kita hembusan nafas kita, kita selalu mengingat Allah. Merenungkan setiap kejadian demi kejadian yang telah kita alami, semua atas kehendak Allah, memahami setiap gerakan tubuh kita, memahami setiap apa yang kita lihat, memahami setiap apa yang kita lakukan, akan banyak makna yang akan kita dapat, mengapa kita lapar, mengapa kita haus, mengapa kita menangis, mengapa kita tertawa, mengapa dan untuk apa kita mampu mendengar, berbicara dan melihat? Memahami setiap kejadian pada alam ini, angin berhembus, kesejukan, kepanasan, daun yang mengering, bibit yang tumbuh, berbunga dan berbuah, sehingga menghasilkan bibit yang lain, begitu pula pada hewan. Kita merupakan bagian daripada alam ini begitu pula sebaliknya, semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah. Jantung kita yang berdetak memompa darah mengaliri ke seluruh tubuh kita, tanpa kita perintahkan, keringat yang keluar dari tubuh kita dengan sendirinya tanpa kita perintahkan, kuku dan rambut yang terus tumbuh, usia yang semakin bertambah sehingga mengurangi setahap demi setahap umur kita. Kulit yang mulai keriput dan rambut yang memutih semua memiliki makna, bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini kecuali Allah. Masih banyak hal yang bisa membuat kita mengenali diri kita dan kita akan mengenal Tuhan kita. Ini hanya sebagian kecil cara, yang semuanya tak bisa terungkapkan melalui tulisan, hanya diri kita pribadi yang mampu memahami atas kehendak Allah, maka bertanyalah kepada Nya maka Dia pun akan menjawab melalui Qalbumu.

116. Nugroho - 21 March, 2009

Kulo nuwun,

Kulo serujuk alias setuju kaleh masterio, Tetapi nuwun sewu mas, yang penting dalam hidup ini adalah sholat yang 5 waktu. Krn itu menjadi landasan dan standart hidup kita. Ibarat sholat itu “wadah” atau tempat untuk meletakkan amal perbuatan kita yang baik. Kalau ndak sholat kan ndak punya wadahnya tho mas, jadinya muspro lan sio-sio.

Lha, untuk bisa sholat yang baik dan bisa merasakannya, ada syaratnya tho mas,” HARUS MENYEMPURNAKAN WUDLU ”

Kalau njenengan sudah bisa merasakan dan nikmatnya sholat, insya alloh akan datang petunjuk dari gusti alloh melalui siapapun dan apapun spt yang tadi mas masterio ungkapkan.

Nuwun sewu kalau kulo salah lha wong nembe sinau jhe…

Matur suwun…

117. Masterio - 21 March, 2009

Salam Mas Nugroho,

Maaf apabila salah mas, dalam ajaran agama islam, memang sholat 5 waktu adalah wajib. Tetapi MKG tidak mengenal agama mas, setiap atau semua agamapun boleh MKG, agama itu ibarat baju sedangkan MKG itu lebih kearah manusianya.
Sedangkan untuk sholat yang benar itu syaratnya bukan hanya menyempurnakan wudlu, wudlu kita sempurna, gerakan sholat kita sempurna, bacaan kita sempurna, itupun masih belum cukup. Sholat adalah cara agama Islam untuk berkomunikasi dengan Allah, sekarang pertanyaannya adalah apakah orang yang sholat atau anda yang sholat sudah dapat berkomunikasi dengan Allah? atau hanya sepihak saja yaitu Allah mendengar bicara anda tetapi anda belum bisa mendengar perintah Allah? Itupun belum bisa dinamakan Sholat yang baik. Jadi tidak bisa hanya di nilai dengan wudlu. Wudlu adalah salah satu dari persyaratan jika mau sholat, lebih sempurna cara berwudlu maka akan lebih baik, yang penting hanya niat saja, toh intinya hanya membersihkan diri dari segala jenis kotoran yang ada lahir dan bathin. Maka wudlu boleh tidak dengan air. Keikhlasan akan melakukan Sholat, keikhlasan akan menghadap Allah, dan kepasrahan yang mendalam itu perlu diwujudkan. Didalam sholat yang benar adalah hanya ada kita dan Allah saja. Tidak ada duniawi, surgawi, neraka, dan semuanya. Saat itu yang ada hanyalah kita dan Allah. Jika belum seperti itu namanya itu belum sholat mas, menurut saya, itu namanya belajar sholat.

118. tyangjowo - 24 March, 2009

Kata orang Jkt, bussyeet. Mas Triyo dan Mas Nugroho sudah komen yang utk ukuran pemahaman sy butuh waktu utk mencerna. Matur nuwun dan Mohon maaf kalau saya salah tangkap. Mas Nugroho berpendapat untuk mencapai MKG menganjurkan pentingnya sholat yang sempurna dg cara ritualnya sperti wudlu harus benar2 tepat, efisien dan efektif (kt orang manjemen). Artinya syariat-nya harus dipenuhi dulu, maaf kalau salah. Perihal sholat penjelasan Mas Triyo sepertinya lebih kepada makna tujuan ritual sholat (hakikat sholat?).
Buat Mas Triyo, saya akan coba spt yang sampeyan uraikan untuk menuju MKG.
Ada pertanyaan dari sy Mas, karena sholat itu wajib dan diwajibkan, maka seringkali sulit mencapai sholat yang ikhlas. Karena yang namanya wajib konotasinya atau wujudnya kadang2 bhkan sering jadi beban yang harus dilaksanakan. Apa memang begitu.

119. Nugroho - 24 March, 2009

Kulo nuwun,

Banyak orang yang mengatakan demikian mas, tapi yen njenengan lapar atau haus apa ya jadi beban saat melakukannya tho? karena ada kenikmatannya disitu.

Seharusnya sholat itu ya ada kenikmatannya tho? Jadi bukan menjadi beban tapi kebutuhan.

Kebutuhan bagi kita yang bersyukur atas nikmat gusti alloh yang tiada tara kpd kita manusia yang banyak dosa dan maksiat di muka bumi ini.

Kalau njenengan banyak bersyukur maka njenengan akan jadi orang yang sabar. Padahal alloh bersama dengan orang-orang yang sabar.

Seharusnya sholat itu 24 jam mas. Maknanya tolong dikaji nggih…

Suwun…

120. tyangjowo - 25 March, 2009

Mas Nugroho,
Terus terang sy belum dapat ‘nikmat’nya sholat. Saya jadi iri.
Soalnya juga, bahwa perintahnya kalau gak keliru
‘Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu menjauhkan dirimu dari perbuatan keji dan mungkar” , bukan ‘dirimu akan memperoleh kenikmatan’
Piye dong?
Tentang syukur, banyak yang berkata spt yang mas sampaikan. Cuma sy kok tergelitik pemikiran begini : Lho wong kamu itu diciptakan Allah, diberikan kenikmatan yang kalau ditulis dg tintanya 2x lautan gak cukup bahkan ditambah sebesar itu lagi juga gak cukup. Bersyukur? Apa seimbang syukur kita itu? Apa gak ada cara lain untuk berterimakasih selain cuma (maaaaf) syukur. Rasanya, menurut saya lho, kok gak pas atau apalah begitu. Bener2 lho mas ini jadi mencari2 yang gak/belum ketemu. Aku ini debu dibanding alam semesta yang luasnya tak terbatas. Lha kok ……. entahlah.
Tentang sholat 24 jam sy akan coba mendalami ……
Mas Triyo mbok komen dong dikit2, lama2 kan jadi bukit ….
Matur nuwun

121. kangBoed - 27 March, 2009

Siapakah diri kita ini ???
Sehingga dengan sombongnya selalu mengaku ngaku…
Selalu merasa rasakan ya ya ya merasa…. segalanya

Padahal semua sudah tertulis berjuta tahun yang lalu
Kita ini cuma dagelan alias khayalanNYA
Semua terjadi menurut alur cerita skenario DIA

Semua hanya menuruti qudrat dan iradat NYA
sehingga segala sesuatu hanya bisa terjadi karena ijinNYA
tak ada peran kita disana dalam menentukan

Itulah bagi yang mau berfikir tentang diri
Akhirnya Mengerti sejatinya diri kita adalah…….
yayaya… La Hwalla Walla Quwata……….

Dalam ketak berdayaan dibutuhkan pegangan yang kuat
Dalam ketidak mampuan ditarik oleh Yang Maha Mampu
Dalam kelemahan dan kekosongan datanglah ketenangan jiwa

Tumbuhlah pohon CINTA dalam kesejatian diri
Terbit bagai mentari pagi pancaran Nur IMAN
Sebagai penerang langkah dalam menyelesaikan tugas disini

Inilah langkah pemurnian sejati
demi mencapai sejatinya Lahwalla walla Quwatta
Hilang lenyap dalam pelukan Sang KEKASIH

Dan kembalinya hanya Untuk menjalankan sebuah Dharma
Berbekal akhlakul kharimah yang terbit dari kesadaran diri sejati
Untuk berkarya dan mencipta demi kebersamaan..

Salam Sayang

122. Nugroho - 28 March, 2009

Kulo nuwun,

Lha jaman skrg banyak tho orang sholat tapi kelakuannya bejat,
bahkan memakai agama sbg kedok untuk menutupi kebejatannya.
Kenapa itu bisa terjadi? bukankah sholat untuk mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar? Tapi semakin sholat semakin bejat dan maksiat. Aneh memang, apa dalam menjalankan sholat hanya sbg kewajiban? atau hanya rutinitas tanpa mau mempelajari hakekat sholat itu sendiri.Ini hanya ungkapan kesedihan dari orang yang bodoh dan prihatin…

Suwun…

123. kangBoed - 28 March, 2009

hihihi…….. rasanya syair di atas dah cukup menjelaskan perjalanan sang diri ini….. hehehe… panca indera hanyalah hiasan diri lebih baik kita tutup untuk mencari kesejatian diri ini… karena baik dan buruk hanya atas ijin Allah semata mata… sehingga sangatlah baik menjadi kawulo yang tahu diri dan berfikir tentang diri ya taffakarrun yang timbul dari penyaksian zikrullah…….
mengerjakan Shallat tanpa merasakan JIWA Shallat….
Menyembah tanpa tahu siapa yang di Sembah….
“Awwaluddin Ma’rifatullah”
(Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.
Adapun untuk sampai kepada pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah) maka terlebih dahulu ia haruslah mengenal dirinya yang sebenar-benarnya.
“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu”
(Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).
Siapakah sejatinya diri kita ini ???
Dari manakah kita ini berasal ???
Kemanakah kita ingin pulang ???
Apakah tujuan hidup kita disini ???
Siapa Gustinya ???
Siapa Kawulonya ???
silahkan silahkan masing masing kita menjawab sesuai hati nuraninya masing masing,…. dan dengan kepala dingin biarkan rasa kita yang bicara dan membuka semua ini sebagai bekal kita masing masing untuk kembali kepada Sangkan Paraning Dumadi ???
Salam Sayang buat semua saudaraku……
Tak kenal maka tak sayang
tak sayang maka tak cinta
tak cinta maka …………….

124. Nugroho - 28 March, 2009

Kang boed emang apa yang disembah dari gusti alloh saat sholat ?
Maklum masih mencari diri ini….

Suwun…

125. kangBoed - 28 March, 2009

ooo saya juga bingung tuuuh apanya yang di sembah??? batu hitam kali ya…. wah apa dunk tolong jelasin ma mas Nugroho yang langkung awas lan wicaksana… monggo maaaas…..

126. sujiwo - 29 March, 2009

kita memang tak baik menghujat orang.manusia mencari tuhan itu seperti matahari yang mencari terangnya.padahal terang itu ada di dlm dirinya.namun di saat matahari belum ngerti tentang hakekat diri,dia akan berpendapat bahwa terang itu ada di gunung atau di laut,pdhl terang itu memancar dari dlm dirinya,meliputidirinya..,membalut semuanya.tapi memang aneh,orang yang bener itu kadang2 mlh di hujat oleh anak kecil yang sesembahanya berhala ga”ib.dan dengan gagah berani memberinya nama alloh.lalu siapa yang tersesat?……..

127. sardi - 30 March, 2009

90. Ario Adhi Nugroho – 27 February, 2009

……….Paling tidak kita lebih bisa menghayati maksud dan tujuan kita ada di dunia ini, dan nantinya kita dapat lebih siap untuk meninggalkan semua di dunia ini dengan hati penuh kerinduan akan Allah. Hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, kita mau benar atau salah, mau baik atau tidak baik, itu semua adalah pilihan…………

Trimakasih den mas!!!! budi yang arif akan mengeluarkan petuah bijak, tanda luasnya pemahaman,,, jembarnya wawasan,, dan akan membangun kedamaian,,,,,,

128. Ki BROTOKUSUMO - 30 March, 2009

Ass Wr Wb Ikutan diskusi ya…. Manunggaling Kawulo Lan Gusti itu, sebenarnya tidaklah untuk diributkan, melain untuk “DIBUKTIKAN.” Ketika manusia dilahirkan kemuka bumi, di dalam dirinya ada “NURULLAH, NUR MUHAMMAD & NUR INSANI.” Ketiga unsur Allah ini merupakan Rasul/utusan Allah yang ada dalam diri setiap manusia. Karena Dia menyatu dengan diri kita maka orang Jawa menyebutnya “MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI.” Ketika kita sudah dapat menyaksikan keberadaan NURULLAH, NUR MUHAMMAD & NUR INSANI tersebut, kita akan mengakui secara REAL bahwa memang ALLAH itu lebih dekat dengan URAT NADI kita. Syahadat kitapun bukan hanya sekedar ucapan melainkan sudah melalui PROSES PEMBUKTIAN YANG NYATA. Bagi orang yang diberi KARUNIA oleh Allah untuk dapat menyaksikanNYA, dia tidak akan pernah menyalahkan orang lain yang belum sampai ke MAQOM tersebut, melainkan selalu mendo”akan agar orang lain diberi KARUNIA juga yang sama dengan dirinya. Saran Saya yang Fakir ini adalah CARILAH GURU MURSYID YANG DAPAT MENGANTARKAN KITA UNTUK DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA KITA MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI. Wss Wr Wb

129. tyangjowo - 31 March, 2009

Ki Broto, maaf sebelumnya…..
Rasa2nya tujuan forum ini memang tidak bertujuan MERIBUTKAN MKG. Just discussion. Nuansanya memang jadi ribut, tp yakinlah bukan itu maksudnya.
Setuju bahwa MGK untuk dibuktikan. Justru kesulitan mencari BUKTI atau cara2 agar bisa sampai kesana itu yang saya pingin tahu. Barangkali Ki Broto sudah sampai ke sana? Sepertinya begitu, karenia sudah menyarankan caranya.
Guru Mursyid? Saya pernah dengar tentang ini. Sy akan coba cari tetapi tolong diberikan yang sudah bisa membuktikan bahwa dia sudah Manunggal dengan Gusti atau membuktikannya. Muuaf Ki, lagi2 jangan salah faham , forum ini CUMA ‘sharing ideas, atau sharing pengalaman, bukan cari kesalahan.
Ngomong2 Ki, mohon cerita ciri2 orang yang sudah mencapai MGK dan bukti2 yang bisa ditunjukkan oleh yg bersangkutan.
Ki, maksudnya apa dan bagaimana prosesnya yaitu ttg pernyataan ‘Syahadat kitapun bukan hanya sekedar ucapan melainkan sudah melalui PROSES PEMBUKTIAN YANG NYATA.’
Sederek2 matur nuwun semua, barangkali ada yang sudah mencapai MKG, mbok diceritakan dong pengalamannya, pasti hebat dan seru …… mungkin lebih menarik daripada uraian dan saran dan pemikiran2 yang rumit2 yg susah dicerna akal kawulo yang cethek.

130. tyangjowo - 31 March, 2009

Buat Mas Trio, piye kabare Mas?
Saran2 sampeyan sebagian sudah sy lakukan, terus terang sj sebelumnya, sadar atau tdk, sy sudah menjalani. Dan beberapa waktu berlalu,sy jadi ingat seor. teman menyatakan bahwa, JIKA SESEORANG MENCAPAI TAHAP MKG, DAN MOMEN ITU UMUMNYA TIDAK TERLALU LAMA, APAPUN YANG DIMINTANYA AKAN TERKABUL. Ditambahkannya bahwa pada orang2 tertentu yg sangat jarang ditemui MKG bisa dirasakannya dan dialami sampai akhir hayatnya.
Kisah ini timbul karena sy menceriterakan kepada beliau (tyang sepuh) pengalaman pribadi sy ketika melakukan ‘ritual’ meditasi tertentu. Saya ketika itu, menjelang tengah malam, sesudah Isya, seperti biasa ….. mohon maaf ada tamu, saya sambung nanti …

131. Ki BROTOKUSUMO - 31 March, 2009

Ass Wr Wb Di Indonesia, keberadaan Guru Mursyid adalah tersembunyi di tengah keramaian. Beliau adalah seorang Ahli Makrifat yang memang diijazah langsung oleh ALLAH SWT. Jika Allah berkenan, Insya Allah kita akan berjumpa dengan Guru Mursyid yang sudah Makrifat ini. Salah seorang Guru Mursyid di Indonesia yang mengajarkan MKG adalah (Almarhum) KI AGENG NITIPRANA. Murid-murid Beliau tediri dari segala lapisan dan tersebar di Indonesia maupun mancanegara.Saat ini beberapa murid Beliau banyak yang menjadi Guru Mursyid dan mengajarkan ilmu untuk MKG dengan berbagai Metode. Ciri khusus bagi orang sudah MKG adalah dia akan berusaha untuk selalu menjalankan kehidupannya sejalan dengan AL-QUR”AN dan HADITS (bagi yang Islam) atau sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Semoga bermanfaat. Wss Wr Wb

132. Hadi Jamal - 31 March, 2009

Kulo nuwun poro lenggah sami, lan engkang kagungan damel,,,,
kulo sampun pipir wit awal dugi akhir tred meniko, jebol kok radi gayeng rerembaganipun,,,,,nanging kok radi kuciwo dene dalan kok kanan roto kerenge kon brenjol, menawi kepareng nderek ngeprasi sekedik mbok menawi mengke saged imbang kiri kananipun,,,,,nanging mboten sedoyo,,,, sak bageyan kemawon mbol menawi mengke sanesipun saget ketutupan piyambak,,,,,,

93. Ahli maksiat – 14 March, 2009
Menyatu dengan sifat2 Allah? Berarti manusia juga harus sombong dong, harus kejam, harus makar, menyempitkan, merendahkan, menghinakan, memusnahkan.

Semua itu benar mas,,,kita harus sombong pada diri sendiri, bahwa aku adalah khalifah Allah yang dititipkan 99 asma Allah ada ditanganku, kita harus kejam, bunuh semua hawa nafsu yang mengotori jiwaku, harus makar, terhadap keinginan yang memperturutkan hawa nafsu, harus menyempitkan segala hasrat tentang dunya, harus merendahkan dan menghinakan , diri kita serendah-rendahnya dan sehina-hinanya,terhadap sesame jangan dibalik ke orang laen sombong kedalam diri rendah hati salah pakai namanya,, dan harus memusnahkan ego pribadi, sehingga kita bersih dari segala kekotoran batin,,

ibarat kita punya banyak baju, harus pas makainya dengan suasana mas, jangan pakai baju pengantin jogetan ditengah pasar, sinting namanya,,,,,

60. Ario Adhi Nugroho – 5 February, 2009
Bismillahir Rahmanir Rahim,
Para saudaraku, saya mohon maaf atas artikel yang pernah saya tuliskan, bagi saudara-saudaraku yang kurang berkenan, sekali lagi saya mohon maaf, saya hanya mencoba untuk menyampaikan sebuah pemikiran, pendapat dan pengalaman saya, disaat saya telah benar-benar menemukan tujuan hidup saya, bukan maksud saya untuk menjadikannya sebagai pernyataan setuju atau tidak setuju maupun sependapat atau tidak sependapat, melainkan lebih kearah pengalaman yang sungguh-sungguh indah bagi saya pribadi.

…………………
Waduh ini sing kagungan hajad keporo andap asor,,,, sebenarnya gak ada yang salah, kalaupun ada itu yang mampir, karna bukan salah dan benar yang jadi tujuan, manusia tinggal menjalani, ibarat artis gak pernah nolak ketika disuruh jadi penjahat atau pembunuh sekalipun, karena itu memang perannya, kalau sinetron isinya orang baik semua gak seru nanti ph pada gak laku. Yang harus dibenarkan adalah sikap kita nenghadapi segala keadaan dan suasanya, jadi segalanya bisa berjalan selaras, yang sesat biar menjalani lakon kesesatanya, yang baik biar menjalani kebaikanya, toh namanya juga cuma sinetron,,,,
…………………………
66. Ahli maksiat – 16 February, 2009
Mas-mas semua nalarnya kok pada ancur habis2an. Dah diberi Allah akal kok malah buat nyasar. Kalo memang ada yang disebut maqom2 itu, di mana maqomnya Nabi Muhammad? Apa guru2 sufi sesat itu maqomnya di atas Nabi? Mungkin nalar kalian dah di atas kitab, melanggar yang jelas2 dah tertulis. Ck X 1K….
………………………………………….
Kalau memang benar Nur Muhammad itu pertama kali yang diciptakan kenapa tidak sejak kecil saja jadi nabi, kenapa baru 40 tahun? Kenapa dikatakan sebelum itu ia bingung?
Nabi itu manusia biasa yang dimuliakan Allah dengan petunjuk-Nya. Sebelum petunjuk itu datang ia berada dalam kesesatan juga.
……………………Betul sekali mas, namun yang dibicarakan Nur Muhammad itu kan ruhnya, ada diruang yang beda mas, Ruhnya nabi Muhammad beda dengan jasadnya Muhammad, makanya masing masing tunduk pada aturannya, fisiknya mengikuti kodrat fisik, harus lahir mengalami masa kanak-kanan, remaja dan dewasa, yang selama rentan waktu itu akan semakin nyata pribadinya yang keluar dari peran sang ruh (nur Muhammad ) tadi, ibarat kembang ada fase-fase yang dialami untuk sampai keluar wangi bunganya, tidak dari kuncup udah wangi,,,

75. Ahli maksiat – 20 February, 2009
hihi payah bener masak masih kurang dengan Quran? Kalau ngaku beriman mungkin hadits di bawah perlu dibaca lagi deh:
- Nabi Muhammad pernah mendapati Umar sedang membaca Taurat, lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
……………………..
76. Ahli maksiat – 20 February, 2009
Buat orang2 yang masih percaya sama faham gila “nur muhammad”, MKG, dan sejenisnya, nih ada tambahan lagi dari Quran dan Hadits
Quran Al-A’raf:188:
Katakanlah : “aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”
80. Ahli maksiat – 21 February, 2009
yudi yang cinta damai,
sudah jadi kewajiban muslim untuk mengajak kepada kebaikan (lewat jalan yang ma’ruf dan arif, ibarat mancing keno iwake, tapi dag keruh banyune,,,,)dan memberantas kemungkaran. di sini kemungkaran disebarkan lewat kedok seakan-akan ini bagian dari amal agama. apakah menurut yudi pengetahuan tentang agama harus disimpan sementara pengetahuan yang palsu dan menyesatkan harus disebarluaskan? yang jelas kami bukan yang memulai hal ini. selama kesesatan terus disebarkan, sudah jadi kewajiban untuk yang memiliki ilmu sekecil apapun untuk menghentikannya. seharusnya anda meminta untuk menghentikan penistaan agama, bukannya mengecap orang yang membela agamanya sebagai “warmonger”.
…………………………
85. Ahli maksiat – 22 February, 2009
yu2d, anda kena jebak!
[1] 22:40, Al-Hajj
( YAITU ) ORANG – ORANG YANG TELAH DIUSIR DARI KAMPUNG HALAMAN MEREKA TANPA ALASAN YANG BENAR , KECUALI KARENA MEREKA BERKATA : ” TUHAN, KAMI HANYALAH ALLAH ” . DAN SEKIRANYA ALLAH TIADA MENOLAK ( KEGANASAN ) SEBAGIAN MANUSIA DENGAN SEBAGIAN YANG LAIN , TENTULAH TELAH DIROBOHKAN BIARA – BIARA NASRANI , GEREJA – GEREJA , RUMAH – RUMAH IBADAT ORANG YAHUDI DAN MASJID – MASJID , YANG DI DALAMNYA BANYAK DISEBUT NAMA ALLAH . SESUNGGUHNYA ALLAH PASTI MENOLONG ORANG YANG MENOLONG ( AGAMA ) NYA . SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR – BENAR MAHA KUAT LAGI MAHA PERKASA .
86. Ahli maksiat – 23 February, 2009
wah diskusi itu kalau satu pandangan pokok tentang suatu permasalahan. “mari kita diskusikan penanganan banjir”, misalnya. tapi kalau beda pandangan otomatis pendapat anda akan didebat oleh orang yang berbeda visi, apalagi menyangkut hal-hal prinsip. toh debat itu cara elegan untuk membahas suatu hal. Tidak ada kekerasan di sini, semua orang dilihat berdasarkan pendapatnya saja, bukan siapa atau latar nya, murni anonim. kalo memang pendapat anda benar harusnya putar balik sanggahan kami. tapi sekali lagi anda tak pernah to the point.
……………………………….
Yang salah mampir sampean mas, sampean bawa parameter yang beda untuk menanggapi masalah disini,,,, jadi gak nyambung, lawong disini tempatnya orang olah roso, sambil ngopi madmadan, olah roso, kok sampean nimbrung olah rogo pamer otot ya pincang mas,,,,
…………………….

93. Ahli maksiat – 14 March, 2009
Menyatu dengan sifat2 Allah? Berarti manusia juga harus sombong dong, harus kejam, harus makar, menyempitkan, merendahkan, menghinakan, memusnahkan.
……………………
95. Ahli Maksiat – 16 March, 2009
N, mestinya saya tak lebih tau dibanding anda. Lha wong sumbernya ada di Quran dan Hadits yang terbuka bagi semua untuk mengkajinya. Kalau sampe anda merasa kurang tau mestinya baca dulu langsung dari sumbernya baru tanya ke orang lain kalo kurang jelas maknanya.
Yang kasih perintah bersuci, baik dari najis atau dari hadats kan Allah, dan Allah tidak menerangkan mengapa bersuci dengan ini atau dengan itu. Yang nyuruh shalat juga Allah, dengan menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh. Nabi salam ke kanan dan kiri, juga gak dijelaskan sebabnya. Toh kalau memang Allah merasa perlu menjelaskan, pasti akan dijelaskan.
……………………….
Makanya mas jangan mentang2 tahu durian itu enak, begitu dapat langsung ditelan mas, jontor kita, kalau dalam wudu disuruh cuci tangan, artinya ya!! Coba kita kaji lebih jauh, kalau untuk membersihkan kotoran, tangan sampean kan gak kotor, mas, lawong sampean bersih dan necis, gitu,,,, coba kita tarik lebih jauh,,, ketika ada perintah wudu yang kita bersihin adalah perbuatan kita, tangan jangan jahil, pokoknya segala hal yang menyangkut perbuatan kita, maka dampaknya akan ada

Ketaatan kepada Allah termasuk juga dengan menjunjung tinggi perintah Allah di atas hawa nafsu dan kehendak kita. Mestinya baca dulu ayat yang kami kutip tentang pertanyaan malaikat kepada Allah tentang penciptaan manusia. Allah memperingatkan malaikat, cukuplah dengan mengikuti yang Allah perintahkan, karena Allah yang paling tahu dan paling benar keputusanNya.
Jangan ikuti jejak langkah iblis, yang mengikuti hawa nafsunya merasa lebih pintar dari Allah dengan mengatakan perintah Allah tak pantas diikuti.
Singkatnya kalau Allah jelaskan ya sukur, kalo tidak ya tinggal diikuti saja. Insya Allah selamat.
sami’ na wa atha’ na (kami dengar dan kami taati)
renungi kisah nabi musa, yang diuji keimanannya dengan Nabi Khidhir yang mendapat perintah aneh2 dari Allah.
kuatkah anda?

98. Ahli Maksiat – 18 March, 2009
makanya baca / cari dari sumbernya dulu. Kan banyak tuh, jaman digital lagi, gak perlu sering2 bolak-balik buku tebel dan mahal (masih perlu tapi tak sesering dulu). Seperti di kuliah, jangan bertanya dengan kepala kosong. Jangan cuma rajin mikir tapi males baca. Kebanyakan ilmu tu di luar, bukan di dalam kepala kita.
Anyway, bagaimana anda pikir saya bakal tahu hal dari Allah yang Allah pun tak memberitahu. Dari mana, menurut anda, saya akan dapat bocorannya? (Allah lebih deket dari urat leher anda, mas) Apakah anda berharap saya nebak2? Yang kasih perintah lah yang tau alasan sebenarnya. Toh masih banyak yang bisa dilakukan di dunia ini daripada habis waktu untuk tanya alasan atau main tebak2an.
Singkatnya gini, kalau memang anda meyakini Allah adalah tuhan dan pencipta anda, yang berkuasa penuh atas diri anda, (Masalahnya menjadi begini karena kita tidak berangkat dari tahu dulu mas main percaya saja, jadi ngomong sampean jadi begitu, coba sampean tahu dulu wujudnya Allah, yang dilukis di 20 sifatnya, kalau itu dah dilakukan akan Nampak wujudnya, ini mas inti pokoknya, pokoknya percaya aja begitu ditanya dah tahu belum , jawabnya belooon,,,,,)
……………………
101. Ahli Maksiat – 18 March, 2009
anda ni banyak tanya tapi kurang bagus pertanyaannya, sini saya gantiin jadi tukang nanya…
- apa yang menarik dari cara wudlu saya, sedangkan kenal saja enggak?
- apa yang dapat anda lakukan dengan cara wudlu saya yang sekarang?
- akan anda apakan air yang saya buang? Air yang kena kulit saya pun akhirnya jatuh ke selokan juga. Saran saya ditelan saja biar ga ada yang kebuang, tapi tidak boleh kencing, lho. Tar kebuang juga kan airnya.
- man, jika ada niatan ingin menjatuhkan kredibilitas dengan mengajukan pertanyaan yang diharapkan akan membuat saya kelabakan dan membuat jawaban yang ajaib, mohon koreksi diri sendiri dulu. Mending anda debat hal yang kami bela, atau anda bela hal yang kami debat. Toh saya juga bisa tanya yang aneh juga. Misalnya:
104. Ahli Maksiat – 18 March, 2009
ooo kalau begitu kan jelas, jadi maksudnya kan anda ingin mengatakan kami sombong. Lain kali tak perlu muter2. Tapi jawaban anda kok ngga nyambung. Yang ditanya kan cara berwudlu bapak anda, bukan ajarannya. Trus penilaian anda terhadap cara itu (bagus/tak bagus, 4 dari 5 bintang, dsj). Kalo bisa sih dijawab lagi yang lebih sesuai dengan pertanyaannya. O iya yang 3 pertanyaan sebelumnya juga belum dijawab, gimana itu?
Tapi kami mendapat info menarik, Jadi ajarannya intinya:
- kalo banyak buang air wudlu —> sombong
- kalo hemat air wudlu —> tidak sombong
Padahal anda gak tau cara kami wudlu, kan. Tapi anda dah tahu kami ni sombong, hebat lho. Tapi ini berarti anda melanggar ajaran ayah anda sendiri. Tar kalo ternyata dari hasil wudlu kami ini terbukti tidak sombong, kan malu…
Andai sombong engganya orang tergantung dari b
………………
106. Ahli Maksiat – 18 March, 2009
Wah ternyata segitu doang, percuma saja saya bertanya. Tak satupun dijawab. Nanya2 sendiri, kabur2 sendiri. Padahal anda di awal tanya sampe ngejer2 lho, khusus ke pribadi kami lagi. Kami aja ngga sekalipun bertanya tentang hal-hal pribadi (mis, cara wudlu, cara bershampo, habis berapa botol sekali nyampo, cara cuci motor, dsj) pihak lain yang ada di sini. Berarti kan ada tempat spesial buat kami di hati anda. Wah padahal pengetahuan anda ini dalam lho, saya aja dari kecil sampe gede belom pernah dapat teori wudlu yang luar biasa ini. Coba saya tau dari dulu, kan bisa sehebat anda sekarang.

Hadi Jamal Comment:
Cobalah wudlu gak usah pakai airmas,,,, percuma sampean kumur habis air dilautanpun tak kan mampu membersihkan, kotoran yang ada dimulut anda,,,,,,,

Lagian coba piker mas, nalar,,,,,, kalau sampaean habis mandi pakai sabun wangi, karmas abis sampo sebotol, sikat gigi sampai abis odol, bahkan ditambah kumur pakai listerin segala, ya gak ada lagi kotoran dibadan sampeyan mas, mau solat solat aja gak usah wudu, kan gitu……………. Karma badan sampean dah bersih banget, bahkan kosokan sampai ledes kali,,, kok solat masih wudu salah mas, gak nyambung,,,,,,
MAs, air yang diluar hanya membersihkan air yang diluar, padahal kotoran didalam jauuuh lebih bahaya,,, itu yang seharusnya dibersihkan. Pakai apa,,,,,, pakai air dirimu mas,,,,,,,,

Kurang lebihnya mohon maaf, mungkin agak ngelantur dan gan nyambung,,,,

133. Masterio - 31 March, 2009

Untuk Mas TyangJowo,

Kabar baik mas, mohon maaf krn saya belum bisa menyumbang pendapat di diskusi ini belakangan ini, maaf apabila salah tapi menurut saya, MKG itu sangat sulit kita capai dijaman ini, dikarenakan banyaknya pernak pernik dunia yang lebih menggiuran dan terlihat nyata daripada MKG, MKG itu hanya dapat dirasakan oleh qalbu yang ikhlas dan memang benar2x berkemauan keras untuk dapat mencapainya, bukan seperti keinginan anak kecil untuk membeli permen, MKG itu kita harus benar2x siap dan ikhlas untuk meninggalkan semua kenikmatan dunia, karena kenikmatan yang paling indah akan kita rasakan saat MKG, kita harus siap menutup mata, menutup telinga dan menahan semua perkataan yang tidak perlu, serta menahan segala nafsu, kita mulai membuka pengelihatan dan pendengaran qalbu, melangkah kearah yang benar sesuai perintah Nya, MKG tidak memilih suatu agama tertentu, MKG adalah hak dari masing2x individu yang ingin mencapainya. MKG tidak diwajibkan memiliki seorang guru, apabila mereka telah benar2x merasa mampu untuk dapat mencapainya atas kehendak ALLAH, kita hanya memohon kepada ALLAH agar kita diijinkan untuk lebih mengenal Nya, lebih mencintai Nya, dan dapat menjadi kekasih Nya, ALLAH adalah lebih dari seorang guru tempat kita menimba Ilmu, apabila Allah menijinkan dan menghendaki maka kita akan mencapai MKG itu dengan sendirinya. Seperti yang pernah saya sampaikan, belajarlah mengenal dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, apabila kita kesulitan untuk mengenal diri kita sendiri barulah kita mencari seorang yang disebut “guru”, untuk membantu kita mencari jati diri kita, akan tetapi jangan pernah merubah niat kita, setelah kita melihat kehebatan “guru” kita. Tujuan kita adalah MKG bukan membanggakan seorang guru, bukan mengidolakan seorang guru, bukan memuja-muja seorang guru, tetap satu yaitu ALLAH. Kebanyakan seorang murid lebih mencintai gurunya hingga lupa tujuannya, dan seorang guru menjadi besar kepala sehingga Allahpun murka, tapi ada juga yang masih berjalan dijalan ALLAH. Selalu mengingatkan tujuan muridnya. Yakinlah Allah akan membantu, walaupun itu secara bertahap akan kita rasakan berubahan dalam diri, namun itu adalah kehendak Ilahi, jalanilah. Maka kau akan temukan MKG.

134. Hadi Jamal - 31 March, 2009

93. Ahli maksiat – 14 March, 2009
Menyatu dengan sifat2 Allah? Berarti manusia juga harus sombong dong, harus kejam, harus makar, menyempitkan, merendahkan, menghinakan, memusnahkan.

Semua itu benar mas,,,kita harus sombong pada diri sendiri, bahwa aku adalah khalifah Allah yang dititipkan 99 asma Allah ada ditanganku, kita harus kejam, bunuh semua hawa nafsu keburukan yang mengotori jiwaku, harus makar, terhadap keinginan yang memperturutkan hawa nafsu itu, harus menyempitkan segala hasrat tentang keduniaan, harus merendahkan dan menghinakan , diri kita serendah-rendahnya dan sehina-hinanya, terhadap Allah,, dan harus memusnahkan ego pribadi, sehingga kita bersih dari segala kekotoran batin,, ibarat kita punya banyak baju, harus pas makainya dengan suasana mas, jangan pakai baju pengantin jogetan ditengah pasar, sinting namanya,,,,,ibarat kita punya punya pisau jangan untuk nusuk orang laen salah pakai,,, segala sesuatu kalau kita terapkan sesuai fungsinya gak ada yang salah,,,, apalagi yang kita bicarakan disini adalah MKG, lah kalau kita gak mau menyatu dengan Gusti mau pulang kemana kita mas, lawong kita dari sana, makanya mas siapa tau asal akan bisa usul kalau gak tau asal jangan usul karena usulnya akan asal, MKG itu intinya memerankan peran kita sesuai dengan yang dititahkan, Gustinya,,, jangan belon-belon dah fisiknya yang kita benturkan, KAlau Allah punya sifat Mutakabbir, apa ada Allah menyombongkan diri koar-koar dipasar, kan gak ada, jangan paranoid dulu dalami dulu isinya baru komentar,,,,,,

aduh mas, maaf beribu-ribu maaf, jadi kebawa emosi, kayak lihat sinetron, yang lakonya lagi didlolimi orang jadi gemes sendiri,,,,,, triak-triak ,,,,,,

Sekali lagi maaf beribu-ribu maaf,,,

Rahayu,,

135. kangBoed - 31 March, 2009

AL A’RAAF 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
IMAN inilah Ruh atau Jiwa atau Esensi Shallat, shallat masih terputus putus tetapi iman 24 jam sehari tanpa putus, Seseorang tanpa sadar masih tak marah kalau ditanya kenapa kamu gak shallat dia masih bisa jawab sambil tersenyum, tapi coba kalo dia ditanya mengapa kamu gak beriman, he he he dijamin anda dimarahin bisa bisa digamparin… alias ditabokin hehehe…
Ternyata tanpa kita sadari sang diri tahu sekali pentingnya iman dan tak seorangpun yang mau disebut orang tidak beriman, tapi sebelumnya kita juga tetap harus melihat petunjuknya dan memeriksanya kedalam diri kita pribadi masing masing lepas dari menunjuk keluar dari diri kita, karena iman ini adalah urusan yang didalam diri masing masing dan modal terpenting bagi kita dalam melangkah.
Hei orang orang beriman maka akan tergetarlah hatimu ketika mendengar nama Allah,…….
Standar minimalis bagi kita kita semua yang mengaku sebagai orang orang beriman mari mari kita tanyakan kepada hati kita sudah kah kita tergetar ketika mendengar nama Allah, sudahkah hati kita tergetar ketika mendengar panggilan suara adzan membahana di angkasa, sudahkah hati kita tergetar ketika kita berzikir mengingat Allah ? jawab saudaraku, renungkan saudaraku, jangan saling tunjuk karena ini urusan kita masing masing dan akan menjadi pertanggung jawaban kita masing masing ayo jadi orang egois dalam arti yang positif jangan hiraukan yang lainnya tempuhlah jalan kedalam diri sampai engkau menemukan kesejatian.
Getaran hati maknanya sangatlah dalam getaran hati melambang pelbagai hal bisa getar kerinduan, getar ketulusan, getar kasih sayang, getar keikhlasan semua getaran hati tersebut ternyata buah dari cinta. Ternyata hanya cinta yang bisa membangkitkan getaran hati, karena itu mari kita tempuh jalan cinta mulai kita amenyadari semua perjalanan sang diri dan mencoba mulai mencintai Allah lebih sungguh lagi dalam cinta ada ketenangan dalam cinta ada kedamaian dan dalam cinta ada pemurnian.
Hei Jiwa yang Tenang (mutmainah) kembalilah engkau….
Siapa yang mau kembali dan bisa kembali kepadaNYA ternyata jiwa yang tenang bukan jiwa yang bergelombang. Jiwa menjadi tenang ketika dia menempuh jalan cinta menempuh pemurnian cinta pemurnian iman dan mulai merasakan kehadiran yang di cinta ternyata begitu dekat mulai menemukan dan memegang pegangan yang pasti ketenangan yang tidak di buat buat oleh pikiran tapi ketenangan yang muncul dari kesadaran sang Diri, ingat saudaraku ini semua baru standar minimal untuk kembali kepadaNYA, berat sepertinya begitu tapi coba tinggalkan pikiran dan logika kita semua buang semua dalil yang ada kita putihkan dan lemahkan hapus semua perjalanan dan lempar ego jauh jauh dan mulai tempuh jalur cinta, cinta adalah penyerahan diri bulat bulat dalam La Hwalla Walla Quwata maka akan terjadi keajaiban besar bukan kita yang merubah diri kita tapi semua perubahan besar terjadi tanpa kita sadari inilah keajaiban ketika Sang Kekasih bekerja. Bekerja dalam ketak berdayaan kita, semakin kita tak berdaya maka pekerjaanNYA semakin dahsyat…….
Jiwa Yang Tenang adalah jiwa yang berada dalam pelukan cintaNYA sehingga selalu gemetar dalam kerinduan akan sebuah pertemuan……… hmm…..
La Hwalla Walla Quwata karena sudah mengerti segala sesuatu terjadi karena Qudrat dan Iradat Allah atau seijin Allah atau karena ijin Allah dan akhirnya “mengerti dan menyadari keberadaan diri ini yang tak berdaya apa apa” hihiihi….
Aturan dibuat untuk dilanggar, artinya selam aturan itu menjadi bagian luar dari diri kita maka pelanggaran adalah sudah wajar… tetapi jika kita bisa tumbuh menjadi aturan itu sendiri maka walaupun kita sepertinya tidak tahu aturan tapi tetap kita berjalan sesuai aturan dengan otomatis… itu semua hanya ada dalam hidup yang khusuk yaitu dalam ketenangan jiwa… Jiwa yang tenang… Jiwa Mutmainah… sehingga dalam keislaman jiwa yang tenang ini harus bisa dicapai untuk yang mo pulang kembali… jiwa yang tenang adalah fitrah diri kita.. bermodalkan TULUS IKHLAS. SABAR. TAWAKAL. RIDA DAN SYUKUR….. saya jadi ingat sedikit petuah Hirup teh keudah Peurih jeung Narimo Ngaji diri Nahan Nafsu….. yayaya itu semua adalah modal kita untuk meniti shirattal mustakim atw jalan yang lurus untuk kembali kepadaNYA… hancurkan tembok.. temukan ketenangan jiwa… itulah modal segala modal dalam melangkah baik lahir dan batin….

Salam Persahabatan untuk semua saudaraku

136. tyangjowo - 1 April, 2009

Maturnuwun kagem Mas Triyo,
Lha ini yang sy tunggu, cocok, OK banget, setuju. Buat sy, yg pemahaman agama/spiritualnya masih setingkat TK, uraian njenengan mudah dicerna dan difahami meski mungkin sulit dicapai. Tetapi dengan ijin ingkang Murbaing Duma, semuanya bisa.
Memang guru perlu, tetapi sy lebih cocok berguru kepada ‘Guru Sejati atau Sejatining Guru’ yg pernah disampaikan seor. rekan diskusi, yng juga tersirat wonten uraianipun Mas Triyo.
Buat Ki Broto matur nuwun petunjuknya, tapi kawulo tetep kepingin kados pundi pengalaman batin saking sederek utawi guru ingkang sampun ngalami utawi ngraosaken MKG, mbokmanawi wonten.
Komen kagem Mas Hadi Jamal,
mbok yo mekaten adum ngelmunipun, monggo kemawon rembagan, pancen kados makaten ingkang dipun gagas, lan supados gayeng. Namung kangge kawulo, komen panjenengan kadosipun kok ‘cukup tinggi’ khususnya yg berkaitan dg ‘pemikiran’ sederek Ahli Maksiat (AM).
Matur nuwun, krn sejatosipun kwlo bingung sanget mengikuti ‘pemaparan’ AM, khususnya ttg Nur Muhammad dll dll. Apa tidak semua Nabi punya Nur. Uraian njenengan sangat membantu pengertian tingkat TK kawulo.
Mbok asring2 langkung Mas Hadi ……

137. Hadi Jamal - 1 April, 2009

Buat Tyangjowo maturnuwun, mugi-mugi saget sami anyengkuyung hajat engkang kagungan tread, lan saget dadi sarono tinarbukaning galih engkang sami nyimak,, ngengingi bab MKG.

Kepada Mas Ahli Maksiat, mohon maaf, sekiranya komentar saya ada yang kurang berkenan, namun sungguh niat dalam hati ingin merangkul semuanya khususnya mas Ahli Maksiat untuk bisa duduk bareng disini, membahas hal ini dengan arif dan santun, kalau memang MKG salah dimana letak kesalahnya dibahas bareng.

Jangan kita terjebak oleh bahasa, bisa jadi laen bahasa punya makna yang sama. Apalagi punya anggapan MKG itu kejawen, klenik dsb sehingga tanpa sadar komentar kita dipengaruhi oleh anggapan itu.

Setiap ajaran agama itu punya maksud dan tujuan dibalik, semua ritualnya. Kayak wudlu tadi,,,,, Kita udah mandi kramas bersih pakai sabun anti kuman, tapi ketika akan sholat masih disuruh wudlu, karena kuman yang didalam belum ilang kalau cuma dengan sabun, bahkan dengan wudlu sekalipun gak akan hilang kalau cuma sekedar,basuh tangan kumur dst, jadi wudlu itu sendiri sudah merupakan ajran yang tinggi.

Ibaratkan sifat Allah sebagai pakaian yang disediakan buat kita, ketika kita bisa pas menerapkannya dalam diri dan kehidupan kita itulah kemanunggalan kita dengan Gusti, Curigo manjing Warongko, Manunggal Gusti Kawulo lewat Roso, Karso lan Karyo,,, disitulah akan tercapai tujuan penciptaan manusia.

138. Nugroho - 3 April, 2009

Alhamdulillah ternyata taksih katah tiyang ingkang olah roso dan mau sharing sareng disini. Mudah2an bisa dijadikan bahan renungan untuk mencapai MKG. Kagem sederek ingkang winasis soho sampun melek roso soho roso melek, monggo sami-sami sharing di sini.Kulo santri bodho lan maksiat tansah nyimak lan sinau saking para sesepuh ingkang kerso paring pitutur ingkang luhur…

Suwun…

139. dhienxz - 8 April, 2009

syekh siti jenar bukan lah sesat dan begitu juga ajara wihdatul wujud nya (manunggaling kawulo gusti)
karena beliau ulama sufi yang di hukumi oleh ulama fiqh
sejarah telah membuktikan ketika beliau wafat jenazah nya berbau harum para wali songo pun mengakui bahwa beliau orang suci, manunggaling kawulo gusti adalah waktu dimana orang telah mencapai makrifat tertinggi dalam tasawuf, akan tetapi ajaran tersebut dapat menyesatkan orang yang masih awam jika di telan mentah mentah
seperti halnya orang sholat, kalu orang awam sholat hanya untuk menggugur kan kewajiban, akan tetapi kalu orang sufi sholat bukan hanya menggugurkan kewajiban akan tetapi berharap kepada yang di atas………
seperti hal nya al hallaj yang di hukum mati oleh ulama fiqh pada zaman nya…….
al ghozali berkata bahwa alhallaj adalah ulama sufi yang di hukum i oleh ulama fiqh……………….
sehingga marilah kita kembalikan hal tersebut pada illAhi robbil al amin…… pada saat penentuan baik dan buruk kelak………..

laa illa ha illa ana fa’ budni wa aqimi sholah li dzikri……….

kapan ya aq mencapai tingkatan itu……………….

sholli alla muhammad……………

140. Hadi Jamal - 10 April, 2009

Leres, mas Dhienxz. Latar belakang politik menjadi alasan yang sangat kuat, yang membuat tokoh ini harus menghadapi eksekusi. Demi stabilitas kekuasaan orang-orang yang memegang keputusan, sehingga luasnya ilmu Allah menjadi sempit, sesempit keterbatasan pemahaman seseorang. Kata orang bijak, “Segenggam kekuasaan lebih efektif ketimbang sekeranjang kebenaran”.

……………………………………………
Kagem Bpk Nugroho, sajake sugatan njenengan mranani, sasami engkang faham lan yakin, monggo dipun babar lebih lanjut, sampun ngantos namung nyebar wacana, mbok menawi wonten latar belakang pengalaman engkang langkung, bagi-bagi supados sami anyelami MKG,,,,, suwun!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

141. Nugroho - 11 April, 2009

Kulo Nuwun,

Para sederek ingkang minulyo wonten ngarso gusti alloh sedanten,
babakan MKG meniko suatu perjalanan spiritual ingkang sejatosipun mboten saged dipun wedaraken, amargi meniko kadoso angin ingkang dipun raosaken sederek sedanten. Ingkang dados awalipun mbok bilih menawi kawulo, sungkem kaliyan tiyang sepah soho moro sepah, intinipun nyuwun pangapunten ingkang tulus ikhlas, nuju dipun kumbah sukunipun tiyang sepah lajeng dipun unjuk toyanipun wau teras kagem suryan lan kagem siram. Asalipun toyo saking sumur dados sanes toyo mineral. sebab tiyang sepah adalah PENGERAN KATON utawi KERAMAT TERTINGGI bagi setiap umat. Menawi tiyang sepah sampun sedo, wonten cara khusus supados saged nglampahi sednten wau.

Nuwun sewu menawi kirang, sebab meniko namung menopo ingkang kawulo lampahi, Insya Alloh saged manfaat…

Suwun…

142. Hadi Jamal - 14 April, 2009

kawulo nuwun,

nyambung carios mbok menawi wonten engkang amigatos,,,,

bilih babagan spiritual keyakinan niku, menawi kepareng kawulo ibarataken lir ibarat buah duren. kados pundi raosipun, beneh sawiji-wijineng tiyang. Sok sanajan remen lan karemipun ingkang kerso, sing mboten kerso saget muntah-muntah menawi dipun pekso dahar.

najan kados menopo remenipun, menawi kepanggih duren wonten margi tur sampun dipun kupas inggih mboten kerso dahar, awet ajrih bilih terkontaminasi kotoran.

dados ngengingi babagan keyakinan mbok menawi mboten tebeh, kalih sanepan meniko. dados eco lan mboten eco, leres lan mboten leres beneh sawiji-wijineng tiyang, dados menawi menurut kito leres lan sae nanging tiyang nganggep mboten inggih monggo sak kersanipun, sampun ngantos mekso tiyang sanes, awet meniko babagan keyakinan, nanging babakan bebrayan sampun ngantos sami padudon.

sanajan kados menopo karemipun amergi saking ecanipun, mboten saget langsung dilegg, kedah dipun onceki,, lan ugi kedah ngatos-atos awet durien meniko wonten durinipun wong naminipun mawon duri-an.

menawi kito engkang milih piyambak, saget ngupasi piyambak, trus dipun dahar piyambak saenggo diri pribadi engkang saget ngraosaken ecanipun, menawi wonten tiyang komentar mboten eco, lawong piyambaipun dereng nate dahar la nggeh mboten ngertos.

mboten mokal menawi kito namung nemu durien wonten margi menopomalih sampun dipun buka, nekat dipun dahar lajeng keracunan inggih mboten mokal, utawi saking karemipun lajeng langsung dipun untal tanpo dionceki milo waosan kito jontor inggih nami limrah!!!!,,

nanging mboten lepat wontenipun wedaran wacana meniko, bilih namung kangge sekedar sharing, memanceng pemahaman pribadi, bilih agami meniko wonten sekat-sekat lan tingkatan-tingkatanipun lan kito pribadi engkang saget anyelami, lan ugi karsaneng pribadi ingkang saget anyusuri saenggo ngraosaken ecanipun, menawi wonten engkang menggalih lepat lan beneh kalih pemahaman pribadi sampun lajeng nyawuloni engkang kalangkung-langkung, sampun ngantos kito ambatesi ilmunipun Allah sebatas keterbatasan pribadi.

nyuwun pangapunten menawi lepat lan kaladuk tutur kulo,,,

sembah nuwun,,,,

143. Raden Ontokusumo - 18 April, 2009

saya jg dunk mas sapta ni mail aku black_squirell@yahoo.com
tolong dikirim yaa………….makasii

144. Raden Ontokusumo - 18 April, 2009

kagem mas NOGROHO ugi kulo tunggu kabaripun MKG leway email Matur Nuwun

145. Tyangjowo - 18 April, 2009

Maturnuwun sanget dateng mas Hadi Jamal ingkang sampun kerso paring pitedah lan pangertos mugi saged dados tinarbikakipun wacana ingkang langkung jembar bab lelampah lan patrap ingkang ‘maton’ ngengingngi babagan keyakinan / agami pribadi / sawiji-wijinipun tiyang sanes.
Leres manawi bab ‘leres-klentu, sae-ala’ lan sapanunggalipun mboten saged dipun paksaaken dateng liyan.
Kajawi ingkang kados makaten meniko, ‘leres-lepat, sae-ala’ lan sapanunggalipun mbok manawi kados wolak-walikipun arto, ateges mboten saged dipun pisahaken.Wonten tumindak leres lan sae amargi wonten bandinganipun tumindak lepat lan ala.
Prakawis ‘nyawuloni engkang kalangkung-langkung ugi ambatesi ilmunipun Allah sebatas keterbatasan pribadi’ ing kados makaten pancen asring sanget lan ketingalipun lumrah lan sampun dados ‘kebiasaan’ wonten segolongan masyarakat kito.
mbokmanawi wonten lepat nyuwun pangapunten ….
Maturnuwun …….

146. Hadi Jamal - 21 April, 2009

145. Tyangjowo – 18 April, 2009,Maturnuwun sanget dateng mas Hadi Jamal,,,,,

Sakwangsulipun Tyangjowo, kulo langkung-langkung matur sembah nuwun,,,,

sak meniko monggo dipun wigatosaken wedaran kunci engkang ongko sepindah kangge anapi MKG, saking sesepuh Mas Nugroho,

“Ingkang dados awalipun mbok bilih menawi kawulo, sungkem kaliyan tiyang sepah soho moro sepah, intinipun nyuwun pangapunten ingkang tulus ikhlas, nuju dipun kumbah sukunipun tiyang sepah lajeng dipun unjuk toyanipun wau teras kagem suryan lan kagem siram. Asalipun toyo saking sumur dados sanes toyo mineral. sebab tiyang sepah adalah PENGERAN KATON utawi KERAMAT TERTINGGI bagi setiap umat. Menawi tiyang sepah sampun sedo, wonten cara khusus supados saged nglampahi sednten wau.”,,,,,,

Ingggih mas Nugroho, nyuwun tulung dipun wedaraken kagem engkang sampun dipun tilar keramat hidupipun, ngangge coro menopo, awet tiyang sepuh kulo kekalih sampun angrumiyini. Mbok menawi mboten nerak wewaler mugi dipun wedar wonten mriki menawi mboten, lewat email (hadi_j@ymail.com) kulo inggih mboten menopo-menopo.

Matur sembah nuwun…

147. Comment on Hakekat dari Manunggaling Kaw… « Kangboed’s Blog - 26 April, 2009

[...] kangboed 6:30 am on April 26, 2009 | 0 Permalink | Reply Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

148. Comment on Hakekat dari Manunggaling Kaw… « Kang Boed - 26 April, 2009

[...] 12:00:58 am on Februari 23, 2009 | # | 0 Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

149. kangBoed - 23 February, 2009 Yaaa … « Kang Boed - 26 April, 2009

[...] 01:46:51 pm on April 26, 2009 | # | 0 Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

150. Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti « Kang Boed - 26 April, 2009

[...] 12:00:51 am on Februari 23, 2009 | # | 0 Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

151. Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti « Kang Boed - 26 April, 2009

[...] 12:00:38 am on Maret 27, 2009 | # | 0 Comment on Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

152. Misteri Nama KangBoed « KangBoed - 27 April, 2009

[...] Hakekat dari Manunggaling Kawulo Gusti [...]

153. kangBoed - 13 May, 2009

hihihihihi… banyak beneeer yaa..
Salam Sayang

154. ari - 26 May, 2009

nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan manawi dalem urun sekedik pemikiran dalem. inggih puniko babagan MKG. kanjeng nabi muhammad saw sampun ngajaraken sak lebetipun azan. mugi2 kito sedoyo saged pikantuk pemahaman wedal azan amien..
matur sembah nuwun

155. ari - 26 May, 2009

sembunyilah kamu mohamad maka aku pasti dengan mudah mencarimu. maka ketika aku sembunyi niscaya kamu tidak akan menemukan aku. maha suci engkau ya allah tuhan semesta alam

156. ari - 26 May, 2009

awal dari semua adalah ketiadaan yang ada hanya allah. kalau yang ada hanya allah dari apakah kita diciptakan???

157. ari - 26 May, 2009

kenalilah diri kamu sendiri sebelum kamu mengenal tuhan mu, karena kita akan kenal tuhan kita apabila kita mengenal diri kita sendiri.

158. ari - 26 May, 2009

tengoklah kelangit dan kebumi, maka dimanakah allah berada???

159. ari - 26 May, 2009

apakah manusia masih berani menganggap dirinya yang paling benar?? sedangkan banyak yang merka tidak tahu??? sedikit hijab telah membutakan kita terhadap allah??? mugi2 kito sedoyo dipun paringi pemahaman dumateng allah swt amien.

160. Jamal Hadi - 27 May, 2009

Mohon pencerahanya Den Mas Ari, disini tak ada yang merasa paling bener, tapi lagi sharing untuk mencari jatidiri agar bener, kalau ada yang perlu disampaikan soal olah batin biar hidup kita selaras dengan tujuan diciptakan-Nya kita ke alam dunia ini sebernarnya untuk apa,,,,,,

…………………………………………………………………………….tengoklah kelangit dan kebumi, maka dimanakah allah berada? ……………………………………………….

Disinilah persoalan utama yang dihadapi umat islam kita saat ini. Allah memiliki sifat wujud, yang berarti “Wujudnya mutlak adanya,,,, tapi hal itu seolah tabu untuk di bahas secara umum, ibarat bangunan kita llebih mengutamakan pembahasan dindingnya daripada pondasinya, dan ini menjadi persoalan dari awal pertama islam masuk, bahkan telah membawa korban, untuk itu monggo mas ditunggu pencerahanya,,,,,,,,

161. KangBoed - 29 May, 2009

Sejatinya diri kita adalah lemah tiada daya.. bahkan untuk menggerakkan tangan inipun.. yayaya.. masuklah dengan tiket laa hwalla wallaa quwata.. dalam tangis penyerahan diri dan sujud syukur..
Apa yang di rasa rasa dan selalu di aku aku.. hanyalah bohong belaka.. jangan menjadikan dinding yang samar..
Mari kita tebarkan akhlakul kharimah.. dengan SPIRIT ISLAM di muka bumi pertiwi sebagai Rahmatan Lil Allamin..
Salam Sayang
Salam Taklim

162. Nugroho - 1 June, 2009

kulo nuwun,
Nuwun sewu mbok bilih kawulo dangu mboten urun rembagan utawi nderek nyimak babakan MKG, amargi pikantuk tugas pedamelan ingkang tebih,
kagem kang mas hadi,
menawi tiyang sepuh sampun tilar panjenengan kantun dugi wonten sarean keng ibu soho bapak, namun sakderengipun panjenengan ngasto krikil cacah pitu saking griyo ingkang sampun dipun kumbah ngantos resik, sak sampunipun panjenengan dedonga kagem ibu lan bpk, panjenengan maos laa illa ha illalloh muhammadur rosululloh kaping pitu nuju nyuwun kalihan gusti alloh menawi berkah barokah lan karomahipun kalimat wau kagem tiyang sepuh panjenengan. lajeng krikil dipun awuraken wonten nginggil sareanipun ibu lan bpk.monggo menawi badhe dipun cobi. mugi2 manfaat… amin… salam kagem para sederek minulyo sedanten… Suwun.

163. Nugroho - 1 June, 2009

Insya Alloh nanti akan bisa merasakan nikmatnya sholat dan akan mengerti kenapa manusia yang hina dan lemah ini diciptakan di muka bumi yang penuh dengan maksiat dan dosa oleh Alloh SWT. manungso lir setan soho malaikat. Hati utawi kalbu ingkang dados puseripun sedanten. Menawi saged olah roso dumugi melek roso soho roso melek, Insya Alloh sedanten wau badhe kebuka saking ijinipun Gusti Alloh. Malah saged kepanggih ingkang dipun wastani KEMBANG WIJOYO KUSUMO SAK CANGKOKE… Tingkat tertinggi dalam olah roso… Amargi sedanten sampun menyatu kaliyan kehendak Gusti Alloh…
Ibarat kata, semua tindak tanduk perkataan dan perbuatan bersamanya Alloh SWT. Nikmatnya MKG akan mengalir bagai aliran darah yang senantiasa menemani dalam setiap aktivitas sehari hari… Menjadikan yang bersangkutan orang yang luhur dan bijaksana tapi andap asor…

164. Abdul Mugni - 21 June, 2009

asalamualaikum ikhwan
afwan tingkatan ketauhidan manusia itu berbeda beda saya setuju dengan ikhwan ikhwan jangan sembarang menyebut seseorang itu sesat and jangan merasa kita selalu benar……..! Baele Bubut Bale Mangut Bale Kasampurnaan Hurip KU gusti Waras KU Alloh
Wasalam…………………..!

165. aswan - 14 July, 2009

apa sebenarnya manugaling kaula gusti itu

adfa - 15 July, 2009

asalamualaikum
kalau menurut aku sih semua orang udah manunggaling kawulo gusti,trus kenapa masih harus dicari2?yg di cari yg manunggal seperti apa?
Allah itu maha besar, semua jagad raya beserta isinya ada didalamnya,termasuk kita, gak peduli baik/buruk, bersih / kotor, setan / malaikat, semua ada didalamnya.kursinya meliputi bumi dan langit ;[ didengar,dirasa,diangan,dilihat,]
Allah tidak ada disurga ,tapi surga ada didalamnya.
Allah tidak ada didalam diri/ hati kita, tapi kita yg ada didalamnya.
terus kenapa masih ada yg menganggap belum manunggal….
jadi sangatlah egois jika menganggap belum manunggal,berarti dia udah merasa bisa hidup sendiri tanpa bantuanNYA.
padahal udah diterangkan bahwa tiada daya dan upaya melainkan kekuatanNYA

166. Bagus Samiaji - 31 August, 2009

Den Bagus Nugroho, trimakasih atas pencerahannya. Maaf lama tak berkunjung, tapi ternyata perbincangan MKG masih berlanjut. Dan kayaknya makin steril dari virus-virus dan nada sumbang. Barangkali perlu diformat ulang, biar yang belum faham bisa ketuntun, dan yang merasa berseberangan sama sekali ada bekal awal untuk mengkaji mengapa ada wacana seperti ini.

Jadi ada semacam mukadimah, apa yang melatar belakangi wacana seperti ini. Sebab menurut pemahaman sempit saya, rasanya akan hambar orang menjalankan agamanya tanpa dilambari pemahaman MKG ini.

Monggo mas, Nugroho dibabar lebih lanjut, kasih pencerahan batin-batin yang kosong, padahal mereka merasa begitu taat dan menjalankan agamanya dengan benar. Tapi yang keluar dari lisannya, banyak pedasnya dari manisnya.

167. Susilo Hambeg Poromarto - 24 September, 2009

Yang perlu diklarifikasi adalah bahwa ungkapan “saya adalah Tuhan itu sendiri” dengan “Saya sepenuhnya milik Tuhan” adalah sesuatu yang sangat berbeda.

168. KAWULANING GUSTI.. - 30 October, 2009

HIDUP SYEH SITI JENAR..

169. samar - 6 February, 2010

kosong adalah isi, isi adalah kosong
biyen teko resik, balik nek iso resik
biyen gak ono, nek iso baline yo gak ono (ora ninggalke jasad)
iku sampurno.

170. satria timur - 22 March, 2010

assallamualaikum wr wb
allah mencakup segalanya, ruang, waktu dan semua yang tercipta adalah arsinya! diriku yang sejati dengan diri semua orang yang sejati adalah satu,maka allah itu satu! manunggaling kawulo gusti adalah sebuah bahasa Qalbu jadi jangan diterjemahkan dengan kamus bahasa, karena tidak akan masuk akal….! matur nuwun

171. satria timur - 22 March, 2010

kata-kata adfa itu benar sekali, saya salud dengan sampean! tapi kata-kata sampean itu hanya sebuah teori imajinasi sampean.. maaf ya,,,, bukannya sampean salah tapi coba jangan hanya berimajinasi tapi coba untuk mencobanya dan merasakannya.

172. putra widodo - 11 April, 2010

MADEP TETEP NETEP MANTEP KEPADA ALLAH DIDALAM HATI ITU ADA HATI ,DI DALAM HATI ITU ADA NUR,DIDALAM NUR ITU ADA SIRRULLOH, DI DALAM SIRRULLOH ADA ANA ALLAH DI DALAM ANA ALLAH ADA LAILA HAILLALLOH MUHAMADURROSULULLOH,opo jare gusti ALLAH AJA KITA ITU NGK PUNYA DAYA APA APA .HAKEKATNYA KITA ITU DALAH CALON CALON BANGKAI .KITA ITU HANYA BONEKA BONEKA ALLAH KITA ITU HANYA BAJU YANG KOTOR ,DAN BER CERMINLAH DIRI KITA SENDIRI SEBELUM MENYALAH KAN ORANG LAIN SESAT .ORANG YANG SLALU MENGOREKSI DIRI ORANG LAIN ,ORANG YANG MUNAFIK MOHON MAAF APA BILA KATA KATAKU ADA YANG KURANG ENAK MOHON DI MAAF KAN AMIN SALAM SAUDARAKU SEMUANYA

173. edy - 14 April, 2010

mata dengan penglihatanya, hidung dengan nafas/hidupnya, telinga dengan mendengarnya, mulut dengan kalam/kalimahnya, tangan dengan kekuasaanya, kaki dengan kehendaknya, akal dengan ilmunya. itulah manunggaling kawulo gusti. coba pisahin satu-satu, hidup gak kita? cuma tolong akui, yakini itu. tapi awas kalau mulut bilang “aku ini tuhan” …. tangan, kaki, mata, telinga, hidung, akal akan marah. memang hanya mulut saja yang tuhan? makanya jangan dibilang. akui(sebagai syahadat) dan yakini saja. Titik.

174. zaqi - 25 April, 2010

Maaf saya ini orang awam, Tapi saya tertarik Dengan manunggaling kawulo Gusti,.. jadi saya mohon ada penjelasan yang sederhana saja,… Bukan Yang Ruwet-ruwet

Terimakasih

175. firman - 28 April, 2010

sem

176. firman - 28 April, 2010

ass,SAYA MULAI DARI KECIL HIDUP DLM LINGKUNGAN PESANTREN

177. firman - 28 April, 2010

SAYA PUTRA SEORANG KIYAI,MEMANG BENAR KLAU MANUNGGAL IT SLH MUTLAK<TP TDK BNR MANUNGGAL IT SLAH,KAKEK SYA DI TANAH JAWA INI TERKENAL SBAGAI AULIYA YG HAULX SERING DI DTANGI DARI BERBAGAI DAERAH.MANUGGAL HANYA UNTUK ORAG2 YG DIRAHMATI ALLAH.BUKAN DICARI OR DIPELAJARI.LEBIH BAIK UNTUK PARA SAUDARAQ SEMUA SILAKAN TEKUNI SESUAI KAPASITAS MASING2.KITA SEMUA PASTI AKAN MERASAKAN MATI, DAN AKAN TAU KEBENARAN YG HAQ.SAYA DIPANGGIL MASYARAKAT SEORANG KYAI.KAKAK2 SYA JG&TETU ORTU KAMI.SEMUA SAUDARA KAMI ULAMA.TP IT HAXALAH ULAMA DUNIA.TP YG BISA DISEBUT ULAMA AKHERAT IT BISA SAJA TUKANG BECAK,PETANI,DLL.MAKALAH DLM HIDUP INI KITA HARUS WAPASDA,TRIMS

178. firman - 28 April, 2010

UNTUK PENJELASANX KITAK TAXAK PADA DIRI KITA MASING2.APAKAH KITA IBADAH BUTUH INGAT APA SEBALIKX INGAT KLAU BUTUH.IT AJA JIKA KITA BISA MEXADARI PRIBADI KITA MASING PASTI TAU KEDZOLIMAN DIRI KITA SERTA TDK PANTAS DISEBUT SELAMAT OR ISLAM.JD JKA KITA SEMUA MEMBAHAS MANUNGGALING KAWULO GUSTI MASIH JAUH.KRN KITA MASIH MUDAH DI BUAT MAINAN IBLIS.IBLIS SLALU INGAT KITA MENGAPA KITA TDK MENGINGAT DIA.WASPADA SJA TDK BISA BAGAIMANA KT MENGENAL ROOB KITA.MAAF.TRIMS

179. firman - 28 April, 2010

JIKA ORNG IT BERJALAN SESUAI TUNTUNAN KANJENG NABI PASTI DIA TLAH MANUNGGAL KAWULO GUSTI>TP KEXATAANX YG ADA NOL BESAR.JIKA KITA SECARA WAJAR BERJALAN DIATAS SYARIAT DIDALAM HATI NGAWULO ITULAH YG DISEBUT BAHAGIA DUNIA AKHERAT

180. DATOK BAJANG LOMBOK - 9 May, 2010

SESUNGGUHNYA TIADA KEMUTLAKAN SEJATI DALAM DUNIA INI, LAHIRNYA PARA NABI ADALAH BUKTI ALLAH AZZA WA JALLA MENCINTAI MANUSIA. KARENA KECINTAAN ROBBI JUALAH MANUSIA TIDAK AKAN DIBIARKAN TERSESAT DARI BISIKAN SETAN DAN IBLIS YANG MENCARI SEKUTUNYA HINGGA KIAMAT TIBA.

” IBARAT DUA KEKASIH PENCINTA DAN MENCINTA, BAGAIMANA DUA PECINTA SALING MENGENAL DAN MENYATU SEACARA LAHIR DAN BATHIN SEHINGGA MENCAPAI PUNCAK RASA”

BAGAIMANA MUNGKIN KEDUANYA SALING TERUS MENCINTA APABILA, KEDUANYA MANAFIKKAN KEINGINAN MASING-MASING. DIA TIDAK HANY BUTUH RASA KECINTAAN SECARA BATHIN, TAPI JUGA SENTUHAN SECARA ZAHIR.

MUNGKIN SEPERTI ITU
THANKS

(DATOK BAJANG LOMBOK)

181. Biroum - 27 June, 2010

Tiada yang salah tiada pula yang benar… karena yang dibicarakan adalah kebenaran menurut keyakinan diri masing-masing. Kebenaran hakiki adalah milik Allah SWT. Allah SWT me Rahmati hambanya yang berdiskusi tentang Ketuhanan. Tetaplah beriman kepada yang memberimu hidup… berfikir dan berbuatlah baik di alam semesta ini… biarlah Allah SWT yang punya hak menilai diri kita.. apapun itu yang terpenting semoga Allah SWT meridhoi kita semua… amien

182. tyangjowo - 28 June, 2010

Betul Mas Firman. Saya sependapat banget. Hati itulah yang penting. Berpikir baik dan berbuat baik di Alam Semesta, biar Allah Sang Pencipta yang menilai ..kata Mas Biroum …..

183. pendekar212 - 8 July, 2010

manunggaling kawulo gusti.
hal sepele yg memutuhkan sebuah pemikiran yang dalam untuk memahaminya.
saya setuju dg saudara firman..
dan jika ada yang berpikir kalau manunggaling kawulo gusti berkaitan erat dengan budhisme,berarti pemikirannya masih dangkal.
kalau dalam budhisme orang yang berbuat baik bisa menjadi budha,ya seperti contoh biksu tong sam cong dalam filem kera sakti yang menjadi budha karena mengambil kitab suci..
tapi kalau manunggaling kawulo gusti bukan berarti kita menyatu dengan Allah ataupun menjadi Tuhan..
apabila qolbu itu dekat dengan Allah,
maka hati hamba(kawulo) menjadi tempat bersemayamnya Allah,
kalau hati dekat dengan Allah,fikiran tenang dan mendengarkan suara hati,tindakan diniyatkan dijalan Allah,maka Manunggaling Kawulo Gusti..

184. Maulana Yusuf Al-Aidan - 9 July, 2010

Assalamu’alaykum Wr.Wb..
orang2 barat dah nyari hidayah ampe bulan orang indonesia masih debat masalah “lu kunut amien, gua kagak” hehehe ane jadi pengen ketawa gan…
saya setuju sekali, karena sebelum tau rasa kopi itu apa saya, cicipi dulu baru tau deh rasanya. kalu belum nyicipi jangan coba2 deh sok tau.
alhamdulillah dan terima kasih kepada Admin Bpk Ario Adhi Nugroho. kalau saya belum pernah nyobain rasa kopi mungkin saya ga koment disini. berjalannya waktu saya juga mulai lupa rasa kopi itu, dan mau mencobanya lagy, Man Arofa Nafsah FaqodAropa Robbah… Saya sangat senang deengan kata2 itu hingga memang bener urusan dunia jadi no 2.
mohon bimbinganya.

by hamba Allah yang Dho’if

185. katiman - 4 August, 2010

kulo nuwun,gak usah jauh2 n berat2 mikir om.laksanakan perbuatan yang mudah dulu “satukan hati,ucapan dan pikiran…utk sesuatu yg berguna n bermanfaat

186. Wong sing ga ngerti opo-opo - 7 August, 2010

Aslkm wr wb,..
Knpa Qt suka berdebat,
Biarlah seseorang berjalan pada keyakinan masing2, dan pd tingkat pemahamannya sndiri2

Dulu ajaran ini ada hanya dikalangan para wali (indonesia). Adapun penyebarannya hanya ada dilingkungan keraton (karena wali pd saat itu turut berperan aktif dalam pemerintahaan) dan ada yang menikah dgn kluarga kerajaan.

Hemat saya; sy mendengar Ulama Bijak mengatakan; bila Hal yg bersifat Sirri dipublikasikan, maka jangan heran jika pedang yg menjadi lawannya..

187. juni - 21 September, 2010

kenapa ya kok ngaku jawa itu seakan akan hebat,! yo kalau kita ngaku sebagi orang Islam kem bali kepada Al Qur’an dan Hadis Rosul ayo kita pahami dan tak kalah pentingnya amalkan .

mustofa arrahman - 22 November, 2010

betullll…..

188. cenilz Ecouterz - 26 September, 2010

Aku Adalah Dia……Dia adalah aku……Aku Baersama-Nya Semenjak aku ada…..Itu manunggaling kawulo gusti…

189. gatholoco - 27 September, 2010

kalo ga ada munusia ,tuhan/allah juga ga ada,karena ga ada yg menyebutnya tuhan/allah,
“Yang Maha Kuasa “memercikan cahaya nya ke alam semesta ,yaitu :ruh suci/hidup.
ruh suci/hidup tidak diciptakan,yg diciptakan jasat,jiwa dan alam semesta.

190. isror - 2 October, 2010

manunggaling kawulo gusti
menurut saya itu di mana keadaan yg ada hanya Alloh semata
dimana saat itu semua yg ada menjadi tidak ada
alam semesta,akhirat,surga,neraka,mahluk,benda
semua itu akan lenyap pada waktunya
dan yang ada hanya keberadaan Alloh

191. riawikan - 7 November, 2010

manunggaling kawulo gusti… itu seperti listrik, listrik yang mengalir disetiap alat ( satrika, kulkas, tv, kipas angin,mesin cuci dst.) adalah listrik yang sama dgn listriknya pembangkit tenaga listrik. Kehadiran Allah ada dimana2, semua manunggal dngNYA, tak terpisahkan.Tradisi, agama mengajarkan hal yang sama : manunggaling kawulo gusti, tat twan asi (aku adalah kamu, kamu adalah aku). Allah tidak jauh dari urat lehermu, Jesus mengatakan: Aku dan Bapaku adalah satu, Ebiet G ade: Tuhan ada disini di dalam dada ini…..Kita hanya cukup merasakan kehadiranNYA, jika kau tak bisa merasakanNYA maka diamlah. tak perlu kau menyalahkan mereka yg sudah bisa.tak perlu kau bantai Mansyur Al Halaj. tak perlu kau bunuh Syeh Siti Jenar.

192. tyang jowo - 7 November, 2010

benar sekali. kalimat terakhir yang sulit dilaksanakan bahkan dimengerti karena ‘mind set’ yang terbentuk sejak kecil, dimulai ribuan tahun lalu tidak seprti itu. itulah nasib sebuah ‘peradaban’. Berjaya dan runtuh karena absennya revitalisasi pemikiran, cenderung dogmatis, akal kurang mendapat tempat, …. hafalan di utamakan, text book thinking kata Sukarno …. mandeg … sayang sekali …. sangat memprihatinkan …. siapa peduli … aku paling benar …. kalian sesat … kafir …. darahmu halal …. sorga dengan bidadari2 jaminannya (buat pria, untuk wanita?) ….

193. yantojenggot - 12 November, 2010

Tuhan ada di mana-mana?Kalau begitu Tuhan ada berapa?Tidak ada menyalahkan untuk orang yang belum tahu.Kenapa teman2 tidak prnah saling tabayun/cross check?Sdr Riawikankata Tuhan di mana-mana,buat orang awam terbayang memang tuhan banyak di mana-mana.Kalau satu tidak mungkin di man-mana.Tuhan di dada?Wah Tuhan tidak butuh tempat,karena Tuhan bukan makhluk.Hanya makhluk yang butuh tempat.Sedangkan Tuhanlah yang Maha Pencipta tempat.Gimana ini?Kok rancu?Jelasin dong

dennnnnn bayyyyy... - 25 April, 2011

Hidup adalah anugrah Illahi, maka renungkanlah karena Tuhan tidak dapat dijabarkan, dia menyatu dengan ciptaannya, Ia menjalar dengan urat nadi kehidupan, Ia memberi kehidupan dan Ia tidak butuh sanjungan, Ia akan datang kalau engkau undang, Ia mengasihi semua orang, Ia tidak ingin ada kehancuran, Ia bagaikan aliran listrik masuk kemana mana, aliran akan putus, kalau aliran diputus, ia juga tidak akan berjalan lancar, kalau alat yang dialirinya rusak, apakah aliran listrik itu dimana-mana ?
dialmari es, setrika, radio, AC atau….. ?
AC, setrika dan lain lainnya, amat berguna bagi kehidupan manusia bukan merusak manusia, ia akan merusak apabila sudah kelebihan beban dan ia akan merusak apabila alat alat tersebut juga rusak, maka alangkah indahnya bila kita menerima Tuhan sesuai dengan fungsi dan tugaskita untuk memelihara bumi dengan segala isinya!
ataukah kita mau kelebihan beban, merasa kita lebih pintar, lebih mengetahui, dan lebih lebih yang lainnya….? dari Tuhan ?
sebuah ilustrasi:
disebuah rumah makan yang indah dipantai kutai bali, duduklah seorang lelaki yang cukup tampang rupawan, tegap penuh pesona, makan minum dengan berbagai macam menu dan dilayani gadis gadis cantik jelita, brakkkkk…..pintu rumah makan hancur berantakan, masuklah seorang lelaki tegap lusuh dan tak terurus dengan pedang dipinggang dan senjata otomatis ditangan dia memandang dengan amarah dan maju selangkah demi selangkah dan menghardik, hai iblis kenapa engkau disini !
lelaki tampa itu, memandang dan tersenyum, malaikat duduklah, mari kita makan dan minum bersamaku hanya sebentar.
bagaimana aku duduk dengan penghasut manusia?
benar malaikat, aku seharusnya menghasut manusia, namum sayangnya tugasku itu sudah selesai dan digantinya oleh manusia itu sendiri, katanya mereka sudah mengerti bagaimana melayani Tuhan mu, apakah kamu masih ragu dengan apa yang kukatakan ? kemarilah, lihatlah disini, sambil menunjuk keluar jendela yang ada didekatnya.
malaikat agak ragu ragu, namum ia pun melihat keluar….irlandia utara, spanjol……terjadi kebakaran karena sebuah bom…dan dilihatnya orang orang yang menaman bom atau yang bukan bicara dengan kasih, tentang Yesus, tentang kebenaran.
lelaki tampan tersebut melanjutkan kau lihat jendela selanjutnya.
malaikat melihat jendela selanjutnya,…..libya, suriah, irak, afganistan…pun mengalami hal serupa api berkobar dimana-mana dan banyak orang bicara tentang Allah Maha Besar…….yang satu berdakwa dia kaafir….. yang satunya pun demikian… kaaafir…..kaaafirrr….dan kaaafir…….
dan lihatlah jendenla selanjutnya, disana ada kamboja, thailan……. bagaimana pendapatmu ? malaikat ? perlukan aku menghasut manusia ??? bukankah mereka berbicara atas nama kebenaran, atas nama Tuhan ?
sekarang tugasmu, menerangkan pada mereka Allah mana yang benar, sehingga mereka tidak seperti sekarang menghancurkan bumi yang mereka tempati !
Malaikat sekarang terserah kamu, mau menikmati menu ini ataukah menyampaikan kepada mereka tentang kebenaran yang mereka yakini !

Sobat bagaimana menurut pendapatmu tentang ilustrasi ini ?

biarlah dari buah buahnya kita akan mengetahuinya ? oke

194. riawikan - 18 November, 2010

benar mas Yanto,menjelaskan dengan kata2 memang selalu aja ada salahnya.direnungkan aja terus menerus dengan pikiran terbuka. sampai dimana kita bisa memahami, sampai mentok. dan ini akan berakhir dngan: ” pemahamanmu bagimu, pemahamanku bagiku..”.

195. riawikan - 19 November, 2010

kata2 tidak akan mampu menjelaskan kebenaran sejati karena kata2 sendiri adalah konsep. kita bilang buah kelapa itu gurih, keripik juga gurih.gurihnya kelapa tidak sama dgn gurihnya keripik. kata hanya mampu menjelaskan sampai “gurih” saja, tetapi rasa menjelaskan lebih luas dan lebih dalam lagi.saya mengakatakan :”kita hanya cukup merasakan kehadiranNYA..” Tuhan bukan mahluk, bahkan semua agama sepakat bahwa Tuhan tak terjelaskan tetapi anehnya setiap agama berusaha menjelaskan tentang Tuhan . menjelaskan dgn kata2 bahkan ada yang namanya Theologi yang berarti melogikakan Tuhan?tyang jowo bilang : ” tan keno kinoyo opo”.Kita seharusnya mengembangkan rasa untuk mencapaiNYA.itu sebabnya mengapa kitab suci dari semua agama tidak dibaca begitu saja tetapi dibaca dng cara dilantunkan.tujuannya adalah untuk pengembangan rasa.
kerancuan disebabkan karena pikiran yg rancu, pikiran yag kacau.Spiritual diraih dalam heningnya pikiran.Mohammad sering ke gua Hiro bukan untuk tidur di dalam sana, tetapi untuk hening sehingga beliau dapat nenerima wahyu. Sidarta Gotama mendapat pencerahan dalam hening meditasi di bawah pohon boldi demikian pula Jesus selalu pergi ke bukit untuk keheningan.saya mengatakan: direnungkan aja terus menerus dgn pikiran terbuka.. (dlm hening ).

…lagi2 saya terjebak dlm kata2 yang tak berarti.
so ” pemahamanmu bagimu, pemahamanku bagiku…”

196. insun - 31 January, 2011

ora neng kene orak neng kono…orak kae…TETAPI IKI…

197. Nugroho - 20 February, 2011

Kulo ku

rifki umar - 1 March, 2011

assalamualaikum…..
wahai saudaraku ingatlah kalian akan perintah allah dan jauhilah segala larangannya….
bukan hanya di dalam perbedaan yang anda bahas tentang manunggaling kawula gusti. kalau menurut nalar kita udah g masuk akal karna pemikiran menyatukan dengan tuhan bukanlah orang yang berpendidikan….
anda lihat kesesatan di dalam kitab sufi yang ikhut menggemborkan tentang manunggaling kawula gusti
karangan yusuf An-Nabani:
“wahai utusan allah sesungguhnya aku ini lemah”
“maka sembuhkanlah aku karena sesungguhnya engkau pangkal kesembuhan”
“wahai utusan allah, bila engkau tidak menolongku”
“maka pada siapa lagi aku bersandar”
perkataan tersebut di bantah oleh allah di dalam surat al-A’raaf 18 yang berbunyi:
katakanlah muhammad:” aku tidak memiliki manfaat atau dapat mencegah bahaya dari diriku sendiri kecuali yang allah kehendaki, kalau seandainya aku mengetahui yang ghaib maka tentunya aku dapat memperbanyak kebaikan untukku dan tidak ada satupun bahaya yang menimpaku

198. rifki umar - 1 March, 2011

dan janganlah kalian menjadikan kyai kalian sebagai tuhan….
sesungguhnya Allah lah sembahan di bumi ini

199. rifki umar - 1 March, 2011

dan janganlah kalian menjadikan kyai kalian sebagai tuhan….
sesungguhnya Allah lah sembahan di bumi ini
dan mintalah pertolongan hanya kepada Allah tuhan semesta alam

200. insan pembelajar - 3 March, 2011

assalamu’alaikum wr wb

menurut apa yang saya fahami, agama islam merupakan agama yang didesign allah untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia disepanjang zaman yang sangat sempurna yang penuh rahmad dan telah diridhoi allah, sejak diteladankan ( dipraktikan )oleh nabi muhammad saw hingga umat ahkir zaman nanti.

agama islam secara prinsip ( sunnatullah ) memang tidak pernah akan mengalami perubahan, namun secara formulasi ( syariat islam ) agama islam merupakan agama yang sangat dinamis ( agama reformasi ) yang dapat digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan ( kepuasan sosial/jasmaniah maupun spiritual / rohaniah secara nyata, yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya ) untuk seluruh umat ciptaanya yang semakin hari cenderung semakin meningkat dan komplek sesuai tuntutan perubahan zaman.

sehingga agama islam yang saya yakini merupakan satu-satunya agama yang benar-benar dapat untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin ( kesejahteraan seluruh umat manusia sejagat ) dalam arti agama yang bisa diaplikasikan, diimplementasikan atau dioperasionalkan secara nyata untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( mu’amallah > berbisnis di jalan allah ) yang dapat memberikan nilai tambah ( kemaslahatan > produktive ) secara dramatik dan signifikan, apapun bisnisnya, apapun organisasinya, apapun korporasinya dan apapun bangsanya, baik yang bersifat komersial ( profitable ) maupun non komersial ( non profitable ).

kalau toh pada kenyataannya umat islam pada sa’at ini menjadi umat yang selalu tercerai berai dan umat yang paling tertinggal terhadap umat-umat yang lain di muka bumi, hal ini tidak sepenuhnya kesalahan umat islam, analisa saya hal ini memang sengaja dikondisikan oleh musuh-musuh allah dengan cara mencerai beraikan, menjajah umat islam dan menggantikannya syariat islam dengan syariat penjajah, sehingga dalam kurun waktu berabad-abad terjajah, umat islam kehilangan sama sekali pemahaman terhadap kerangka kerja system pertolongan allah ( syariat islam ) yang hak, dan umat islam mengalami mati suri yang sangat panjang ( very long pause power )dan mengalami kesuliatan yang luar biasa untuk bisa bangkit hingga kini.

saya bukan pada posisi membenarkan atau menyalahkan saudara-saudara kita dari MKG maupun yang non MKG, karena kebenaran itu perlu bukti yang realistis, dapat diukur, dapat dicapai ( diwujudkan ) dan dapat dirasakan ( menurut pandangan saya sementara, insyaallah tidak berubah lagi ), sehingga bagi saya islam kejawen,islam arab maupun islam-islam yang lain jangan dijadikan sumber perpecahan baru untuk terus bercerai berai, apapun islamnya asal prinsip-prinsipnya tetap merujuk pada al qur’an maupun hadist berarti kita saudara.

bagaimana kalau diskusi ini kita khusyukan ( fokuskan ) kearah kebangkitan umat islam dan masa depan kita bersama dan anak cucu kita, menjadi umat yang professional, produktive ( memiliki keberkahan ), sejahtera dan menjadi umat yang memiliki daya tarik, daya saing ( kompetitive ), menjadi umat pemenang dan menjadi umat yang terbaik kembali dimuka bumi ? sebagaimana telah diteladankan oleh rasulullah, bukankah rasululah seorang praktisi kehidupan sejati yang tersukses karena manunggal dengan allah ( meet to the allah’s requirement / standard )?

mohon ma’af kalau ada yang tidak berkenan

wassalamu’alaikum

201. insan pembelajar - 3 March, 2011

mohon ma’af bapak / ibu / mas / mbak nyelonong aja di blok anda

202. SM - 13 March, 2011

maaf ikut share.., sbgmn sdh dibahas olh tmn2 diatas,ini adlh bahasan olh org yg sdh sampai ksana, atau sdh mrasakannya/mngalaminya,,tdk akn mngetahui org yg blm mngalaminya,,jd mbhas mngenai ini tanpa mngalaminya sndri, hnya akn mndatangkan kerugian,prdebatan dan kebingungan….,
kata Nabi : hadza ilmi la tadris,,ilmu ini gk ada sekolahnya…wassalam,, Allah mngetahui sgla sesuatu
trmksh

203. machrus bejo - 1 April, 2011

ya ALLAH… salimna..!.. w solallahu ‘ala habibillah sydil musthofa..
ihdinassirotol mustaqiem..!…

204. putra dalang - 15 July, 2011

setubuh ama sm,,,,,[udah sampek makom haklanggeng mas] AKU hanya menyampaikan bila ada yg blm paham sama MANUNGGALING INGSUN,,,,,beli DVD MATRIX 1,2,3…..pahami maksud yg terkandung dlm film itu,,lantas knapa matrik YG terakhir tdk boleh di buat,,,,,,,,,,??????????????????? andai di luncurkan di situ NEO sudah mencapai tingkatan MOKSA{haklanggeng}.dan yg AKU tau sblm matrik di buat sang sutradara konfirmasi pd semua agama yg ada di bumi.dn yg AKU tau lagi bnyk orang yg jd gila krana melihat,memahami,mengamalkan,isi dr flim MATRIX….maff bl ada kata2 yg kurang berkenan.

“A
K
U”
Awak
Kulo
Urep

205. galank - 27 July, 2011

ijin kan hamba nista ini ber pendapat saudara……

“lebih ma’rifat mana diantara makhluk ALLAH yaitu, syaithonnirrojim dengan manusia?”, terhadap TUHANNYA?, marilah kita bersama yg mengaku umat RASULALLAH SAW, berpegang teguh Kepada Alquran dan Alhaditz. dan mari kita berangkul bersama dalam mengarungi kehidupan alam fana ini, tdk kita skrng hidup tak ubahnya bagai di sarang syeithon???, Insyaallah kita kan mulia bila berpegang teguh pada ajaran Baginda Rasulallah Saw, meski kematian tlah lama menjemput……. amin

206. ariel insyaf - 20 August, 2011

Allah itu ada hingga sekarang…..maka sekarangpun Allah masih berfirman lewat ayat2ny yg terhampar dibumi ini…bagi kalian yg beriman dan berpikir……

207. Iwan - 22 August, 2011

“Dimna Aku Berada Situ Ada Dia Dan Aku Menyatu Dengan Dia”

“MANUNGGALING KAWULA GUSTI”

208. galank - 31 October, 2011

uo omg lol dwink.com/files/dn.php?n1j1q8-Photo08.JPG

209. rega ayu - 2 November, 2011

surga itu dmn? neraka itu dmn? benar itu apa? salah itu apa??
hi manusia yang hebat.. apakah kalian tau itu semua??

210. idi - 22 November, 2011

tp kyknya g patut kt bhs tu smua,krn it soal kyknan se2orang,lbh baik kt jg kyknan ini buat kt sndr.tiap manusia punya pertanggung jwban sndr2.dan g lyk kt pengaruhi se2orang untuk mengikuti ap yg kt yakini….klo kt udh merasa bnr tu artinya kt udh slh jln.

211. kenaz - 5 December, 2011

ya…beginilah jadinya kalo keyakinan itu gak ada standart yg baku apalagi pengalaman spiritual yg tdk bs di ceritakan. yg jelas yg gak ngalamin susah untuk ngerti. yg ngerti jg gak mau cerita .mestinya yg merasa binggung justru mereka yg mungkin akan dapat pencerahan……semoga tuhan selalu memberkati orang orang yg tulus mau membantu mencari jalan kebenaran…amin

212. kai hansen - 22 December, 2011

mas nedi,jangan sekali-kali memberikan fatwa yang tidak benar,memang perbedaan pendapat itu halal asalkan tidak merugikan orang lain dan dirinya,yang jelas ilmu hakekat itu tidak bisa di beritakan kepada kaum yg masih awam,oleh sebab itu mas nedi harus sering membaca ayat – ayat Tuhan yg di gelar di jagat raya ini,kitab suci bukanlah berupa buku,semakin beragam semakin indah jika kita mengerti makna asal penciptaan Tuhan.

213. sesat dalam jantung Allah - 23 December, 2011

kum salam kum…
manunggaling kawula gusti.
semua pengalaman spiritual setiap manusia pasti berbeda beda.
maka jadikanlah pengalaman dengan Tuhanmu sebagai ” kegiatan senggama antara dirimu dan Tuhanmu sendiri” jadi malu kalau di ceritakan dan pasti menimbulkan pro dan kontra karena setiap manusia punya titik orgasme yg berbeda2 saat berhadapan dengan Kekasihnya.

214. fuad - 1 January, 2012

Yang Maha Tahu cuman SATU, semua yang koment ini sih SOK TAHU aja, ndak lebih.

215. ferry ferdiansyah - 4 January, 2012

pengalaman bathin ga bsa diukur dengan logika,

216. heru - 5 January, 2012

saya orang awam…tapi saya ingin bertanya…..bagaimana mungkin seorang manusia ,dia mengklaim dirinya bersatu denganNYA…sedangkan perbuatan dia jauh dar Sunnah2NYA yang dicontohkan Rasulullah s.a.w..???…sungguh sunnah2 beliau demikian banyak,,,,dan sudah ditegaskan bahwa Rasulullah s.a.w adalah Kekasih terkasihNYA,manusia paling bertaqwa,pemegang safa’at…sedangkan arti taqwa sendiri adalah ta’at dalam menjalankan perintahNYA dan ta’at dalam menjauhi laranganNYA dalam keadaan apapun…..
pertanyaan saya yang lain….apakah kita sudah melaksanakan sunnah2nya secara kaffah dalam setiap helaan nafas kita dan setiap detak jantung kita???berapa banyak sunnahnya yang bisa kita implementasikan dalam hidup kita???….jaauh…jauuh dan sangatlah jauuh bagi kita klo kita berkata :”saya sudah melebur denganNYA(fana)…sedangkan kita mengawali segala sesuatu perbuatan dengan menyebutkan AsmaNYA saja bolong2….coba mohon jawab pertanyaan saya….mana manusia yang mengaku sedemikian hebatnya telah fana sedangkan perbuatannya jauh dari Akhlaq dan perbuatan Rasulullah s.a.w….apakah ada dasarnya???tanpa mengikuti apa2 yang Rasulullah contohkan sampai kepada MAQOM FANA????…..mohon jawabannya…makasih..:)

ferry ferdiansyah - 5 January, 2012

1.telah ku tiupkan sparuhku kepada manusia,,
2.allah itu lebih dekat dari pada urat leher mu sendiri,,,,,
mngkin kutipan ini yg harus ada renungi,,,,,,,,,,,

217. ARek Wonokromo - 2 March, 2012

Salam…
Sebagai manusia yang tidak mengerti dan bodoh saya, mencoba sedikit memberikan masukan. Bahwasannya pengetahuan diri atau kenal diri atau fitrah hakekat sebaiknya melalui kesangguppan si murid dgn mursyid. Mengingat itulah letak kerahasiaan yang hrs dijaga. Kita nikmati hidup Allah, umur muhammad jasad adam ini senantiasa berdiri pada Dzat dan sirrullah.
Yaa Allah hatih ini merintih, air mata menetes tatkala aku mengetetahui kedudukanmu dalam hidup. Sungguh Indah sungguh hamba merasakan keyakinan teramat dalam bahwa hidup berdekatan bersamaMU menemukan ketenangan walalu ditangan tak ada materi dunia.
Duh gusti aku diam, Engkau diam, aku tersenyum Engkaupun tersenyum, aku menangis Engkaupun ikut bersedih. Aku dan Engkau seiring melewati semua, tapi cinta dan sayangku kepadaMU terbentuk dengan kesanggupan yang aku wujudkan…..

218. ARek Wonokromo - 2 March, 2012

salam….
saudaraku…. sebaiknya jangan menilai orang lain jauh pengetahuan. Hanya Allah yang tahu amal seseorang. Bukan kah itu wilayah Allah yang mengadili amal hambanya. Sebaiknya kita semua berlomba menhadirkan pemilik Dzat ketimbang berdebat siapa yang paling alim dan benar.
Mengapa mulut ini diberi gigi dan mulut bisa menutup dan membuka itulah gunannya gigi tak lain adalah pagar agar kita bisa mengatur ucapan yang pantas untuk dikeluarkan.

Maaf bila salah dalam ucap

219. wong erdan - 8 March, 2012

jikamaubertemu alloh datanglah kepaku

220. wong erdan - 8 March, 2012

bila mau ketemu alloh datanglah kepadaku

221. Sitoning25 - 21 March, 2012

Tiada yang benar tiada yang salah,hanya kosong . . . kosong . .hening . . . heneng . . , yang ada . . . hanya Allah semata. Berzhikirlah mas ! eling . . . eling . . .Apakah dengan cara ini telah berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Tuhan. Kalau Ya ! teruuuskan saja pamer kesom bongan,hasilnya . . . . kosong.

jarot - 5 April, 2012

lieur kabeh ge euweuh nu bener

222. Harsono - 10 May, 2012

semua paparan pendapat dan wawasan ilmu yang diposting di atas semuanya benar, minimal benar menurut pandangan pribadinya masing2 karena semua ada dasar referensinya/rujukannya adapun terjadi saling menyalahkan karena ada perbedaan cara pandang, cara memaknai, cara memahami suatu kajian ilmu. mungkin ini hanya mungkin lo pihak satu berdasar yang tersurat saja sedang pihak lain sudah mampu mengupas sampai yang tersirat sehingga menghasilkan wacana dan pandangan yang berbeda tetapi apapun bentuknya tetap hanya Allah yang maha benar. ibarat makanan asal tidak haram alias halal itu sudah syah dan benar, tetapi orang lain yang memiliki ilmu gizi mungkin beda cara pandangnya karena masih mempertimbangkan kandungan zat2 dalam makanan tsb misalnya tentang kadar kolesterolnya, keasamannya dlsb karena seorang ahli gizi memiliki pengetahuan dan kajian lebih dalam tentang makanan, sehingga yang dibicarakan tidak hanya sekedar halal tetapi juga sehat sekali lagi ini hanya mungkin lo. Seperti saya pernah dengar dipengajian bahwa Rasul bersabda:”usahakan jika sholat seakan-akan melihat tuhanmu, tetapi jika tidak bisa yakinlah bahwa Allah melihatmu” apakah kata “melihat” disini diterjemahkan secara harafiah seperti mata melihat suatu benda? Tetapi kalau didebat jika Allah menghendaki tiada sesuatu yang mustahil bagiNya ya mangga saja, kita melihat angin saja tidak bisa pada hal tiap hari kita rasakan. Mungkin, kata “melihat tuhanmu” disini punya maksud khusus, tanyakan pada para beliau yang ahli di bidangnya. Jangankan memahami maksud dari “melihat tuhanmu” sedangkan kita merasa yakin yang sebenar-benarnya yakin bahwa Allah melihatnya saja sejujurnya saya belum bisa. Jangan marah lo? ini sekali lagi hanya omongannya seorang hamba yang dungu. Katanya ustadz di dalam pengajian bahwa firman Allah itu ada yang berupa tamzil agar manusia mau berpikir, sejujurnya saya itu berusaha menghayati sholat seperti sabda rasul tsb tidak pernah bisa,apalagi berdebat dengan dalil-dalil aduh….saya sangat bodoh. Mendengar di pengajian rasul pernah bersabda bahwa besuk banyak umatku menjalankan ibadah hanya mendapatkan capek, mengerjakan puasa hanya mendapat lapar dan dahaga. waduh…berusaha utk bisa ibadah yang baik dan benar saja ternyata susah juga, tetapi kalau berdebat dan mencari kesalahan orang lain dapatnya capek nggak ya? Hanya Allah yang tahu!

Sang Pendosa - 12 May, 2012

Assalaamu’alaykum wahai pasukan bawah tanah.. hehe… untuk mas nedi harap sabar saja (kita sama-sama di tingkatan syari’at)…untuk yang sudah faham mengenai HAKIKAT dan MA’RIFAT, maka pastinya tidak akan menunjukkan kesombongan atau mencela atau menganggap yang lain masih cetek dalam hal ilmu… hahay….

jadi jika masih menganggap yang lain cetek dalam hal ilmu, maka itu artinya kalian belum ada di tingkatan HAKIKAT dan MA’rifat, karena masih mencela.. wkwkwkwkwk….cukup kalian saja yang menikmati HAKIKAT dan MA’RIFAT itu… jika masih ditunjukkan kepada yang lain (awam), maka hakikatnya kalian belum ada di tingkatan HAKIKAT dan MA’RIFAT.. wkwkwkwkwkwkwk…semoga difahami.. wkwkwkwkwk

223. wirosableng - 25 May, 2012

saya enggak sependapat istilah manunggaling gusti dengan mengartikan semua gerakan anggota tubuh kita merupakan gerakan tuhan.nanti bisa bisa orang mengklaim jika memukul orang dikatakan ini kehendak Tuhan,jika berzinah ini kehendak tuhan,jika membunuh orang tidak bersalah dikatakan ini kehendak Tuhan. Russak semua.
saya juga tidak setuju pengelompokan orang yang agamanya tinggi yaitu syareat,hakekat makrifat.Tuhan tidak pernah menyebut menggolong golongkan seperti itu
Seseorang yang derajatnya tinggi dihadapan Tuhan adalah orang orang yang taqwa beriman dan beramal soleh serta menegakan kebenaran memerangi kemunkaran.bermanfaat bagi lingkungan /alam semesta
Tidak mengeluarkan zakat,tidak sodaqoh,membiarkan adanya kemaksiatan,hanya sibuk dengan dirinya sediri mengurung berdoa sujud berjam jam sampai menurutnya bertemu dg Tuhan itu artinya derajat imannya masih rendah dihadapan Tuhan.

224. BUZETH - 27 May, 2012

Wah luar biasa bisa pendapatnya 1001 macem, padahal dalangnya cuma satu, wayangnya sing akeh…bener ..bener kabeh wong yang ngomong dalangnya siji. Yang asyik ceritane, namanya dunia panggung sandiwara..ya harus rame, kalo nggak rame ceritanya nggak asyik..Masing-masing pendapatnya bener sesuai dengan pengetahuannya dan kemampuannya…jadi nggak ada yang salah….gitu aja kok repot.

225. nur salekha - 29 May, 2012

@ BENAR JUJUR SABAR LAN NERIMO @ { IHKLAS }
Dari pikiran besar sampai pikiran kecil.
Dari hati besar sampai hati yang palig kecing.

226. Jaks - 4 June, 2012

Mengapa semua ini harus diperdebatkan to? sampai ada yang mengatakan ini alran sesat. Tuhan menciptakan jalan untuk menujunya ga cuma 1. SEkarang yang paling utama tidak menyalahkan siapa siapa tapi instrospeksi diri dulu atas semua perbuatan kita, karena kita tidak punya hak mengatakan benar atau salah.
bagi teman-teman yang bicarasoal nalar dan nalar, berarti anda belum menjadi amnusia yang dewasa.karena anda hanya akan menjadi seorang pembunuh bila hanya menggunakan pikiran. untuk itu tuhan melengkapi kita dengan bathin. genakan k-2 itu.

227. Damar Barretta - 6 June, 2012

jalan lurus…..AL-QURAN dan kitab kitab ALLOH……SEMUA ajaran atopun agama bagus ……………………._tergantung manusianya

228. dewi - 11 June, 2012

Sebentar2 yg saya tau sesuatu yg diajarkan dlm manunggaling kawulo gusti org2nya meninggalkan sholat, malah semedi, tmn saya dr islam ngikutin itu ajaran, sama skali ninggalin sholat, pdhl syekh siti jenar itu seorang muslim beliau adalah salah satu penyebar islam diindonesia

229. condol.kdw - 16 June, 2012

BENAR,JUJUR SABAR DAN NERIMA.=== IHKLAS.

by :SYECH SITI JENAR

230. sujarwo - 18 June, 2012

Ngak perlu ribut…yang menyalahkan juga kehendak tuhan…yang mersa benar juga kehendak tuhan..yang cuma bembaca juga kehendak tuhan..semua yang terjadi adalah kehendak tuhan…gitu aja kok repot….

231. Cuki Reznor - 30 June, 2012

ASSALAMUALIKUM ……

SUBHANALLOH …..BLOG INI PENUH DENGAN CAHAYA-NYA
TIDAK ADA YG SALAH DENGAN SEMUA-NYA,
YANG ADA ADALAH KEBENARAN-NYA…..
TIDAK ADA YANG SESAT….
YANG ADA ADALAH KETIDAKTAHUAN-NYA
“KARENA GELAP ITU SESUNGGUHNYA TIDAK ADA”
“YANG ADA ADALAH KETIADAAN CAHAYA-NYA”

SEMUA PENDAPAT/KOMENTAR/CELAAN/DUKUNGAN YG ADA DI BLOG INI MENCERMINKAN DAN SESUAI DENGAN TINGKAT KEILMUANYA [KUDRAT DAN IRODAT ] MASING-MASING ….SUBHANALLOH….

SALAM RAHAYU

SMGA MEDAPAT APA YG ANDA CARI????….

WASALLLAM.

dari hamba yang teraniaya ….:)

232. Nur Kholish Muria - 15 July, 2012

Wa’lam ketahuilah bhwa Alloh SWT, bknlah ssuatu yg mnyatu dg hamba/ mahlukNya,sprti yg mrk tuduhkn oleh sbgian mnusia dg pandangn Wahdatul Wujud (manunggaling kawulo gusti). Faham ini sblm dsebarkn olh Siti Jenar di P.Jawa di Timteng sdh prnh diproklamirkn oleh Al-Kholaj Ibnu Mansyur. Bahkan St Jenarpun mnsauk ilmu ini dari sana. Dan mnurut sy pmahamn ini adlh pmahamn yg salah kaprah mngnai Wujud Alloh yg Laisa Kamislihi Syai’un. Yg jelas bukanlah Alloh mnyatu dg hambaNya mlainkn Alloh itu satu (Esa).

233. budisasuke - 25 July, 2012

Bagiku manunggaling kawulo gusti
kurang ITU tepat,yang paling BENER LAN PENER adalah Gusti manunggal kawulo,bukan kawulo yg manunggal sama gustinya…
yANG punya kuasa Gusti bukan Kawulo..thxs.

234. Supranoto Tri Atmojo - 27 July, 2012

Manunggaling Kawulo Gusti adalah suatu hakekat bahwa manusia harus berusaha untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta, dan segala sesuatu yang di kerjakan hanyalah untuk atau dipersembahkan untuk sang Pencipta,…Jadi di harapkan kita sebagai manusia bisa untuk selalu mendekat dan menyerahkan segalanya pada sang Pencipta,..jika manusia sudah bisa melakukan semua ini maka dapat di artikan bahwa dia sudah mampu mencerna makna manunggaling kawulo gusti….
Secara Nyata maka rakyat harus mematuhi apa yang di inginkan pemimpin, dalam hal ini pemimpin perlu kita garis bawahi…pemimpin disini adalah pemimpin yang bener bener mengarti arti pemimpin

235. joko - 13 August, 2012

SEMUANYA BENER KABEH,…MENURUT PEMAHAMAN DAN KEYAKINAN INDIVIDU MASING-MASING,…. KLU MSLH KEYAKINAN INI DIPERDEBATKAN, DGN HARAPAN SPY ORG LAIN SEPAHAM DGN KEYAKINAN KITA……WAH……REPOTTT…!!

herry - 28 August, 2012

LHAAAAAAAAAAAAAA DALAAAAAAAAAAAAAAAAA

PODOW NGOMONK TAEKK AAA

236. wawa - 17 September, 2012

tenang tenang sedulur kabhehhhhh…..duduklah sejenak mengendapkan hati dan bernyanyi….biar kagak mumet

237. rageel - 2 October, 2012

Sudahlah..ALLAH SWT memberikan jalan yg lurus bagi siapa yg DIA kehendaki..dan menyesatkan kepada siapa yg DIA kehendaki..hiduplah sewajarnya..berjalanlah layaknya manusia..saantaaii broo..yang penting sholat dan berbudi pekerti yg baik..dan tetap bekerja keras..hehe..peace!!

238. stern - 4 October, 2012

Manunggaling Kawula Gusti akan di anggap sesat oleh orang2x yg fanatik atau berpikiran pendek, ttp benar2x sempurna oleh orang yang mengerti.
Tujuan nya adalah baik, bagaimana bisa bersatu dengan Yang Kuasa kalau dekat saja ga bisa.
Disini tiap insan di harap bisa menyempurna kan diri atau membuat hati menjadi bersih dan suci. Apabila bisa maka bukan nya tidak mungkin Roh Suci akan bersemayam di diri kita. Dengan begitu setiap tindakan, ucapan atau pikiran kita akan baik dan benar adanya …

239. anto - 6 October, 2012

Manunggaling Kawula Gusti yg saya pahami adalah sebuah sikap sadar bahwa diri pribadinya berada di dalam Allah. Dan sadar pula bahwa bukan hanya dirinya yang berada didalam Allah, tapi semua ciptanNya yg lain juga berada di dalam Allah. Itulah konsep “Allah Maha Besar”; yg besarnya tak terbatas; melingkupi segala ciptaaNya. Mustahil ada sesuatu yg tidak berada didalam Allah. Istilah “diluar” Allah pun juga keliru, karena pada prinsipnya Allah tak berbatas. Jadi yg ada hanya “didalam” Allah, dan tidak ada istilah “diluar” Allah. Sebagai contohnya misalkan jantung anda. jantung anda ada didalam diri Anda. Karenanya bisa dikatakan bahwa Jantung anda bersatu didalam diri anda. Jadi, bagi orang yg paham akan hal seperti ini, tidak ada yg luar biasa dalam paham Manunggaling Kawula Gusti. Karena memang Itulah hakekat sebenarnya dari hubungan manusia dengan Allah.

240. gustyahabib - 9 October, 2012

ngomongin soal kepercayaan gak bakal ada berhentinya sampai kapan pun kalo masih terbawa nafsu dan kepentingan menonjolkan….manunggaling kawulo gusti….saya yakin itu benar tapi gak bisa ngungkapin nya… belajar kehidupan jangan cuman syareatnya aja apa lagi fanatik…harus diiringi dgn hakekat….semua manusia semua sama tp karna sifat nafsu yang membedakan….kalo berargumen jangan saling menjatuhkan dan menyalahkan satu sama laen memang sebatas itu yang mereka mengerti…jangan sampai menjadi lawan ini hanya sebuah obrolan sarasehan.

241. WIRO - 22 October, 2012

KALO MAU TAU DAN MERASAKAN MANUNGGALING KAWULO GUSTI…BUANG DULU BAJU (DUNIAWI) MU…baru ngomong MKG…tp klau belum bisa BUANG BAJUMU kayak yg nulis ini…mending ga usah BLEJETI MKG…ga nutut bro…..

242. bambang - 26 October, 2012

Memang tidak mudah untuk memberikan pengertian kepada orang yg blm pernah mengalami dan mersakan, karna MKG itu tidak pernah diajarkan dipendidikan formal, jadi saya sangat memahami komentar dari panjenengan2 yang hanya sekedar mengandalkan akal dan intelektual…..

243. ulis - 29 November, 2012

Saudara ku muslim semuanya… MKG bukan berarti kita sama dengan Sang Khaliq (Allah SWT), tetapi orang yang sudah pernah mengalami pengalaman bathin, maka dengan sendirinya ia akan lebih menyadari bahwa dirinya itu bukan apa-apa, dan tidak mempunyai kekuatan apa-apa, sehingga tingkat ketaatan dan kepasrahannya dalam menjalani hidup ini lebih tinggi dan akhirnya seluruh hidupnya didermakan hanya untuk Allah SWT tanpa pamrih. Bagi yg blm mengalami MKG coba saudaraku sekalian untuk terjun mencari tau dan menjalaninya melalui bimbingan orang yang anggap saudaraku lebih tau dan lebih pantas. mksh.

244. matihidupsama - 6 December, 2012

Betul saudaraku Titik puncak laku kepasrahan. manungso kacipto amung hanglampahi darmo ing alam kadonyan. Kabeh mono kagungan Gisti engkang moho suci. Manungso ono kanggo ngupadi ngupocoro lelakon luhur. supoyo biso mbeberke laku pandulu kang luput. Mulo yen bayi lahir gedene ora biso ngudi jejeking bener mulo mboten saged manggehaken serapaning lelampahan
asal saking gusti kedah kundur dumateng gusti. nuwun sewu meniko namung kinten2 Nuwun.

245. Ramlan - 4 January, 2013

Pengamalan “Manunggaling Kawula Gusti” dengan laku pasrah sesuai ketentuan Ilahy sebagai “Puncak Segala” dan dengan menjalankan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SaW secara baik dan benar akan membuat penghayatnya merasa “tenterem” dalam “Allah” (talaa bidzikrillahi tatmainnulqulquub), semoga

246. yono - 15 January, 2013

patahnya ilmu MKG hanya dengan mengkaji ilmu TAKDIR fersi JABARIAH…!!!!!

247. kenjy - 3 February, 2013

ass.wr.wb.

ﺍﻟﺴﻜﻮﺕ ﺳﻼﻣﺔ

ﺳﻼﻣﺔ ﺍﻼﻧﺴﺎﻥ ﻓﻰ ﺣﻔﻆ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ

wss.

248. King Brahma Kumbara (@BRAHMA_2011) - 3 March, 2013
249. tunngul - 5 March, 2013

Sesungguh – sungguhnya ilmu ,berada di dalam kesadaran sendiri ,tingkatkan kesadaranmu itu ,satukan dengan kesadaran sejati ,kesempurnaan ilmu sesungguhnya,akan kamu dapatkan dalam keadaan ENENG (DIAM) ENING (HENING) ….

250. Ki Pancer - 19 April, 2013

Mari kita jangan berkecimpung di syariat saja, raihlah ilmu setinggi tingginya, Setinggi-tinggi ilmu ialah ilmu makrifat/mengenal Allah. Hanya orang khas dipilih oleh Allah, yang akan memperolehi makrifat. Bilangan orang mahrifat atau arif bilah sangat sedikit. Memakan masa yang lama dan ujian yang panjang lagi berat. Hanya orang makrifat/tajalli yang boleh menerangkan makrifat. Itu pun dengan kias & samar. Ini kerana orang yang dengar tidak sama orang sudah merasa/melihat. Bahkan, ilmu makrifat tidak terkata dan tidak tertulis dalam huruf. Itu sebab ilmu makrifat tidak dapat dibelajar melalui buku atau ceramah.

Sesiapa yang hanya mengambil syariat tanpa hakikat, maka dia adalah fasiq, sesiapa yang hanya mengambil hakikat tanpa syariat, maka dia disifatkan sebagai zindiq, sesiapa yang menghimpun kedua-duanya, maka itulah sebaik-bauknya”

Maka hendaklah bertanya kepada ahli zikir, sekiranya kamu tidak mengetahui”. (Al-Nahl:43 dan Al-Anbiya: 7)
“Dan demikianlah perumpamaan Kami buat untuk manusia dan itu hanya orang-orang berilmu sahaja dapat mengerti”. (Al-Ankabut:43)

Haqiqah dan ma’rifah lebih tepatnya merupakan buah / hasil dari perjuangan panjang seorang hamba yang dengan konsisten (istiqamah) mempelajari dan menggali kandungan syariah dan mengamalkanya dengan ikhlash semata mata karena ingin mendapatkan ridha dan ampunan serta cinta Allah SWT.

Orang yang tidak bertasawuf atau orang yang tidak memperhatikan amalan batin sekalipun melakukan ibadah shalat, puasa, dan banyak membaca Al Quran serta gigih berjuang adalah orang yang kurang berakhlak dengan Allah dan kurang berakhlak dengan manusia.

Orang yang tidak memperhatikan amalan batinnya dikabarkan oleh Rasulullah dalam sabdanya yang artinya “akan muncul suatu firqah/sekte/kaum dari umatku yang pandai membaca Al Qur`an. Dimana, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Al Qur`an dan mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya” (HR Muslim 1773)

“Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan” maknanya sholat mereka sebatas dzahirnya saja atau amalan lahirnya saja, tidak sampai kepada bathin (qalbu) mereka atau tidak bermanfaat atau mempengaruhi kepada hati atau bathin mereka yang mengatur jasad lahir sehingga sholat mereka tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar, sholat mereka tidak menjadikan mereka muslim yang berakhlakul karimah, muslim yang sholeh, muslim yang ihsan atau muslim yang bermakrifat, muslim yang menyaksikan Allah ta’ala dengan hati mereka (ain bashiroh)

251. darussalam - 22 April, 2013

Subhanallah ternyata masih ada yang mempunyai pemikiran yang begitu bersih dan murni. semoga dengan pemahaman yang telah ada di dalam dirinya menjadi penolong terhadap ke langgengan islam yang haqiqi.
mari kita sama-sama mengembangkan ilmu dengan segala amal yang akan menuju kepada keridhoan Allah.
satu tujuan yang musti tertanam di dalam qolbu dengan sebab amal bekehendak menjumpai tuhan yang menjadikan hidup dan kehidupan saratnyanya bertauhid jangan syirik.

252. winarno - 24 May, 2013

Assalaamu’alaikum..tidak usah diperdebatkan, Semua akan sampai dan kembali pada tingkat pemahaman masing-masing. Sampai dimana kita berhenti disitulah kita sampai dan kembali.

253. ki warsito - 13 August, 2013

salam kagem sedulur semua,saya hanya ingin berbagi sedikit,kalau panjenengan melihat komentar komentar baik yang pro maupun kontra masih menggunakan aku..maka akan timbul perdebatan,tapi kalau panjenengan istilah aku itu bisa hilang,,maka yang ada hanya tersenyum manis atau menangis..boro boro sampai membenci….yang ada hanya tunggal……mohon ngapunten sedayana nggih..suwun


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: