jump to navigation

an-Nifary 21 June, 2006

Posted by netlog in Tokoh : Pengelana Sufi dari Iraq.
trackback

Sufi besar ini lahir di Iraq. Ketinggiannya ilmunya melampaui Rumi dan al Hallaj. Ia adalah teoritikus sufi sekaligus sastrawan besar.

Nama mistikus an-Nifary mungkin agak asing ditelinga kita.Tidak seperti al Bustami maupun al Hallaj, ia seakan kurang begitu terdengar. Padahal di mata ahli tasawuf pandangan-pandangan sufistiknya sangat berpengaruh. Para sufi sesudahnya banyak yang mengikuti jejak pria kelahiran Iraq ini.

Walau lirih, An-Nifary telah meninggalkan tapak-tapak yang tidak kalah penting dibanding al Hallaj maupun al Bustami.Bahkan dalam memaknai tasawuf an-Nifary dipandang lebih hati-hati dan tidak kontroversial. Meskipun sosoknya bisa dibilang agak sulit, tetapi dirinya menjadi tokoh panutan yang tiada banding.

Bernama lengkap Muhammad ibnu Abd Jabbar bin al Husain an-Nifary, dikenal tidak hanya sebagai seorang sufi saja. Dunia kesusastraan telah menempatkan dirinya dalam pada puncak kemasyhuran. Kehidupan tokoh ini sulit terlacak. Di duga ia dilahirkan di Basrah Iraq dengan tanggal dan tahun yang sulit ditemukan. Minimnya data disebabkan oleh pribadi an-Nifary. Sang sufi dikenal sebagai seorang yang suka menyendiri. Disamping itu kesehariannya lebih dikenal sebagai sosok pengelana.

Kesohor sebagai pengembara menjadikan pengamat sufisme Dr. Margareth Smith menjulukinya sebagai Guru Besar di Jalan Mistik Sifat itu membikin karya-karyanya jarang terlacak. Kalaupun sekarang ada, tak lebih dari jasa orientalis Inggris, Arthur John Arberry. Pengamat Islam ini berhasil menerjemahkan beberapa karyanya tahun 1934. Meski demikian tidak banyak karya-karyanya yang terlacak. Pengembaraan menjadi salah satu cirinya. Karya-karyanya juga penuh dengan perjalanan spiritual yang mengagumkan. Tidak kalah jauhnya dengan pengembaraannya di dunia nyata. Tahap demi tahap dilakukannya sampai pada puncak yang paling tinggi.

Itulah salah satu kalimat dari beberapa karya an-Nifary. Tokoh ini terasa unik. Berbeda dengan sufi lainnya, dalam diri an-Nifary ada dua kelebihan. Di dunia sastra sufi, an-Nifary sama seperti ar Rumi maupun maupun al Aththar. Dibanding dengan keduanya, karya an-Nifary lebih mendalam. Pertama, ia seorang sastrawan sufis. Kedua, ia seorang teoritikus mistik.

Pengalaman spiritual dibingkai dalam bahasa sastra yang tinggi dan elok. Tidak dapat dipungkiri, nama an Niffrari berderet diantara sufi-sufi agung dan sastrawan sepanjang zaman. Bait-bait puisinya tidak pernah luput dari pemaknaan tentang Tuhan. Seperti puisinya tentang penyerahan kepada Allah berikut ini:

Ilmu adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh perbuatan. Dan perbuatan adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh keikhlasan. Dan keikhlasan adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh kesabaran. Dan kesabaran adalah huruf yang tak terungkap oleh penyerahan

Sifat pasrah berhasil diungkapkan dalam bahasa yang indah. Puisi ini menggambarkan bagaimana sebaiknya mengartikan kepasrahan secara mendasar. Totalitas penyerahan kepada Tuhan akan menghasilkan pemaknaan yang benar tentang Islam. Dan itulah pula makna sujud yang dilakukan oleh umat Islam dalam sholat. Tidak hanya kening yang melekat di hamparan sajadah. Tetapi jauh lagi adalah menyerahkan jiwa raganya kepada Allah.

Pemahamannnya yang tinggi terhadap tasawuf menempatkannya dalam deretan teoritikus mistik sepanjang zaman. Ada yang berpendapat bahwa an-Nifary mempunyai kemiripan dengan alHallaj. Keduanya telah mencapai Wahdatusy Syuhud (Penyatuan Penyaksian). Bedanya hanya soal kehati-hatian. An-Nifary cenderung lebih hati-hati untuk tidak mengatakan seperti al Hallaj atu al Bustami. Kalau al Hallaj mungkin lebih memilih untuk berkata ," Akulah al Haq!". Atau al Bustami dengan kredonya yang terkenal, "Mahasuci daku, alangkah agungnya perihalku."

Al Hallaj dalam menanggapi perjalanan spiritualnya sering kali terlihat menimbulkan kontroversi. Bahkan gara-gara pencapaiannya ini, ia dihukum mati. Berbeda dengan al Bustami maupun an-Nifary. Dua sosok ini lebih hati-hati dalam mengungkapkan pencapaian-pencapaian spiritualitasnya. Walau begitu kesalahan pemahaman terhadap keduanya juga sering bermunculan.

Karya-karya an-Nifary

Terlepas dari itu semua, pemikiran tasawuf dengan sangat memukau. Tasawuf di kaji secara mendalam dengan argumentasi yang cerdas. Sufisme menjadi bahasa spiritual sekaligus ilmu pengetahuan. Melalui simbol-simbol tampak sekali perjalanan dan konsepnya tentang tasawuf. Meski dengan hati- hati, ia mampu menerjemahkannya dalam sebuah pola berfikir yang jitu.

Ada sebuah karyanya yang penting dan dapat dinikmati sampai sekarang. Kitab berjudul al Mawafiq wal Mukhthabat ( Posisi-Posisi dan Percakapan-Percakapan). Diakui banyak pengamat, karyanya ini sarat dengan simbol. Hasilnya bahasa-bahasa kiasan itu sering menimbulkan kontroversi. Dimungkinkan kalau tidak hati-hati akan menimbulkan pemaknaan yang salah.

Selanjutnya karya ini menjadi dua bagian penting. Namun keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Ada sebuah cerita menarik tentang karyanya ini. Menurut pendapat satu-satunya pemberi syarah karya an-Nifary, Afifuddin at-Tilmisani bahwa ia tidak menulis sendiri karyanya. An-Nifary hanya mendiktekan ide dan pengalaman spiritualnya pada sang anak. Atau ia hanya menulis dalam potongan-potongan kertas dan kemudian disusun kembali oleh putranya itu. Dimungkinkan kalau karyanya ditulis dan disusun sendiri akan lebih sempurna dan indah.

Dalam bagian pertama kitab ini diterangkan maqam, posisi atau tempat berdiri seseorang. Mawafiq yang merupakan jamak dari mauqif menunjukkan posisi seseorang dalam tingkatan spiritualitas. Posisi itu sendiri disebut waqfah. Menurutnya waqfah ini merupakan sumber ilmu. Tentang hal ini Dr.Fudholi Zaini menulis,” Waqfah adalah ruh dari ma’rifat, dan pada ma’rifat adalah ruh dari kehidupan. Pada waqfah telah tercakup di dalamnya ma’rifah, dan pada ma’rifah telah tercakup di dalamnya ilmu. Waqfah berada dibalik kejauhan ( al ab’ud ) dan kedekatan (al qurb), dan ma’rifah berada dalam kedekatan, dan ilmu ada dalam kejauhan. Waqfah adalah kehadiran Allah dan ma’rifah adalah ucapan Allah, dan ilmu adalah tabir Allah. Dengan demikian urutan dari besar ke kecil sebagai berikut: waqfah, ma’rifah dan ilmu.”

Proses penyaksiaan ini menjadi hal yang sangat pribadi. Bila orang mencapai maqam tinggi, perkataannya bisa menjadi sesuatu yang tidak jelas dan sulit dimengerti. Bahkan dalam beberapa hal sukar untuk dikomunikasikan. Maka dari itu an-Nifary memilih diam ketika melewati tahapan spiritualitasnya. Baginya kata-kata tidak pernah bisa menampung penglihatannya.

Dalam kitab ini juga diterangkan tentang ilmu dan amal perbuataan atau makrifat dengan ibadah. Ia mengatakan berpendapat hakekat ilmu adalah perbuatan. Hakekat perbuatan adalah keihlasan. Hakekat keikhlasan adalah kesabaran, dan hekekata kesabaran adalah penyerahan. Baginya hehekat tidak akan terbentuk kecuali dengan syariat. Demikian pula ide tidak akan terlaksana kalau tidak ada penerapan dan perbuatan. Makanya kerterkaitan antara syariat dan hakaket menjadi penting artinya.

Sedang dalam al Mukhathabat berisi kata-kata batin dan kata-kata yang Maha Kuasa dalam diri sang sufi. Di mana dalam posisi terakhir ini an-Nifary lebih memilih diam. Pengalaman ruhani yang luar biasa ini menimbulkan spontanitas yang membuatnya menjadi gagap. Menutut Dr.Fudholi Zaini, kitab al Mukhathabat ini biasanya diawali dengan ungkapan”Ya abd!” (Wahai hamba). Di tulis juga dalam kitab ini bahwa ilmu menempati posisi yang utama. Semua jalan menuju Tuhan harus lewat ilmu.

Tak salah kalau AJ Arberry memandang an-Nifary sebagai teoritikus ulung. Spiritualitas di tangannya bisa lebih dipahami. Dengan pengungkapan melalui bahasa sastra yang indah, beberapa pokok pandangan sufistiknya mengalir lancar. Sebagai ulama yang sangat memegang syariat, cara bertuturnyapun cenderung tidak melewati aturan. Emosi pengembaraan spiritual tergambar pelan-pelan menuju puncak Ilahiyah.

Kata-kata Bijak an-Nifary

Membaca ujaran-ujaran an-Nifary kita akan melihat cara pandangnya. Beberapa pemikirannya tentang ilmu, tabir sampai persaksian dengan Tuhan berhasil dijelaskan. Tidak ada kata yang meledak-ledak. Padahal simbol dan makna yang diungkapkannya kadang terasa aneh dan gelap. Berikut beberapa ujaran an-Nifary yang berhasil dihimpun oleh pengamat sufisme Margareth Smith sebagaimana ditulis dalam buku ujaran-ujaran dan Karyanya :

“ Keabadian melagukan pujian kepada-Ku dan ia adalah salah satu sifat-Ku yang wajib melakukan hal itu, dan telah Aku ciptakan dari pujiannya malam dan siang dan telah Aku buat keduanya dalam selubung-selubung yang merentang mengelilingi mata dan pikiran manusia, dan mengelilingi benak dan kalbu mereka. Malam dan siang adalah dua selubung yang saling merentangi semua yang telah Aku ciptakan, tetapi karena Aku telah memilihmu untuk Diri-Ku, telah Aku angkat kedua selubung itu agar kau bisa melihat Ku dan kau telah melihat Ku , karenanya berdirilah dihadapan Ku dan teruslah dalam penglihatan Ku, karena kau tidak akan terpisah oleh sesuatu yang tak mungkin megak dan serahkanlah hanya kepada Ku semua yang pernah Aku wujudkan kepadamu.”

Disamping itu juga ditulis,” Tuhan berkata kepadaku : “Tanyakan kepada-Ku dan katakan,” Duhai Tuhan , berapa lama aku harus berpegang teguh kepada Mu , agar ketika hari pembalasan tiba, engkau tidak menghukumku dengan hukuman Mu dan Engkau tidak berpaling dariku ?” Dan Aku akan berkata kepadamu ,” Berpegang teguhlah pada hukum agama (Sunah) dalam pengetahuan dan tindakan, dan perpegang teguhlah engkau pada ilmu yang telah Aku berikan kepadamu kedalam kalbumu, dan ketahuilah bahwa ketika Aku menjadikan diri Ku terlihat olehmu, Aku tidak akan menerima darimu dari apa yang datang kepadamu dari penjelmaan Ku yang terlihat untukmu, karena kepada kaulah Aku telah berbicara. Kau telah mendengarkan Ku, kau mengetahui bahwa kau mendengarkan Ku dan kau memahami bahwa semua benda berasal dari Ku”
Sedang Dr.Fudholi Zaini menerjemahkan beberapa ujarannya sebagai berikut:

“Ia menghentikanku dalam posisi kebangggan dan berkata kepadaku: Akulah yang lahir dan tak ada yang tampak dariku. Dekatnya tak bisa memantauku dan wujudnya tak bisa menujukku. Akulah penyembunyi yang batin dan aku lebih tersembunyi darinya. Dalilnya tak bisa melacakku dan lorongnya tak sampai kepadaku.

Kebodohan itu tabirnya penglihatan dan ilmu juga tabirnya penglihatan. Akulah yang lahir tanpa tabir dan hijab, dan akaulah yang batin tanpa singkap. Siapa yang telah mengenal hijab maka ia akan segera menjelang singkap.” Selanjutnya ia menulis, “ Kedirian seorang waqif adalah diamnya. Kedirian seorang arif adalah ucapannya. Kedirian seorang alim adalah ilmunya.”

Itulah salah satu kalimat dari beberapa karya an-Nifary. kata-kata diatas menggambarkan pemaknaan yang cukup dalam tentang pengetahuan dan makrifat. tiap kali bertambah ilmu serta makrifat, semakin sedikitlah kata kata yang bisa diungkapkan. Yang ada hanya ketakjuban akan pesona keindahan dan kebesaran Sang segala keindahan.

sumber http://www.sufinews.com 

Comments»

1. Abu Izzani - 9 March, 2007

Ungkapan dari An Nifari sangat mirip dengan “kalam ilham” atau ilham sirriyah yang diterima oleh Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah. Tuangku Muhammad Ali Hanafiah adalah seorang syaikh muda (lahir di Padang 1978), yang mendapatkan Ilham sirriyah (ilmu ladunni) langsung dari Allah.

Berikut adalah kutipan Ilham Sirriyah tsb:
“Aku telah menemukan pecinta dalam diriku dan menemukan siapa yang dicari daripada rasa cintaku. Kini aku hanya dapat memandang dua kekasih memadu cintanya di dalam perasaanku.”

“Wahai Hamba-Ku: Tiang dari cinta adalah kerinduan, tiang dari kerinduan adalah kedekatan, tiang dari kedekatan adalah ingat.”

“Wahai Hamba-Ku: Sebaik-baik ingat adalah merasai, sebaik-baik merasai adalah memandang.”

“Wahai Hamba-KU: Tidakkah namamu bersama dengan dirimu … dan nama-Ku bersama diri-KU. Hapuslah namamu, tinggalkan dirimu dengan nama-Ku, lalu hiduplah bersama diri-Ku hingga hanya Aku yang akan mengenalmu”.

“Wahai Hamba-KU: Sesungguhnya rasamu adalah tempat engkau menyaksikan Aku dan janganlah engkau jadikan rasa sebagai tujuan akhir dari penyaksianmu”.

Ilham Sirriyah tersebut telah diterbitkan dalam bentuk buku, berjudul: Sastra Illahi, Ilham Sirriyah Tuangku Muhammad Ali Hanafiah, penerbit Hikmah (Mizan), 2004, penulis Dr. Ahmad Rahman M.Ag, 152 halaman.
Buku tsb berisi 119 dari 1000 ilham sirriyah yang semuanya diawali dengan kata “Wahai hambaku …

Menurut Prof Dr Muhammad Bambang Pranowo, MA dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA yang memberikan kata pengantar dalam buku itu, isi Ilham sirriyah tsb seperti ungkapan sufi besar (mis seperti Abu Yadzid) yang dimuat dalam buku-buku klasik.

Abdul-Jabbar An Nifari (w354H/965M), sufi yang lahir di Basrah, Iran meninggalkan karya yang berjudul “Mawaqif wa Mukhatabah” (Posisi dan Dialog). Terjemahan karya An Nifari tersebut, telah diterbitkan dengan judul buku “Melihat Allah” penerjemah Abu Bakar Basymeleh & Ibrahim Mansur, PT Bina Ilmu Surabaya cet. keempat 2003 (tersedia di TB Wali Songo, Kwitang).

Informasi tentang kalam sirriyah dan aktivitas pengajian Majlis Rabbani yang mengulas tentang ilham sirriyah tersebut tersebut dapat dilihat di web site http://www.tasawufcentre.com/

2. java comunity for etnic colaboration » Blog Archive » sunan bonang - 7 September, 2008

[…] an-Nifary 21 June, 2006 […]

3. Habib Abdurahman Assegaf - 24 October, 2009

Saya sudah 6 tahun menelaah kalam yang diterima syekh muhammad,pada awalnya saya ragu dan tidak percaya bila dizaman ini ada seorang anak manusia yang diberikan petunjuk suci langsung dari Allah,namun dari berbagai cara saya untuk mencari kelemahan dalam setiap ilham yang diterima beliau, malah semakin saya temukan kebenaran hingga kebutaan saya terhadap Tuhan perlahan berubah penyaksian yang terang, akhirnya saya menyimpulkan bahwa ilham yang diterima oleh Syekh muhammad ali hanafiah adalah benar benar datang dari Allah SWT, bahkan beberapa tokoh tokoh ulama baik dari dalam dan luar negeri tidak berani membantah kebenaran ilham sirriyah beliau.Semoga syekh muhammad ali hanafiah diberkati Allah SWT..thanks Allah..

4. barey alamsyah - 21 January, 2010

Assalamualaikum…..wr,wb
saya tidak dapat berkata banyak menanggapi perjalanan spiritual orang suci tersebut yg sangat luar biasa
selain dari “YA ALLAH ENGKOU MAHA BESAR”

5. abuimam1 - 12 April, 2010

Assalamualaikum,
website suficeter yang dikelola oleh murid-murid syaihk muhammad ali hanafiah mungkin sudah jarang diakses dan untuk menyambung silahturahmi silahkan kunjungi http://www.suficenter.wordpress.com

6. Firman abbas - 17 January, 2011

Syekh ali hanafiah salah satu waliyullah yang berasal dari sumatera barat. Setahu saya beliau mewarisi thariqoh qodiriyah yang langsung dari Syekh Abdul Qodir jailani juga mendapatkan ilham langsung dari Allah. Saya sendiri mendapatkan salah satu buku beliau yg berjudul Sastra ilahi, kebetulan sy mendapatkannya dari teman yg pulang studi dari kairo. Aneh bukunya masih berbahasa indonesia dgn penerbit mizan. Kenapa buku yg isinya luar biasa tsb tidak ditemui dlm bahasa arab atau inggris karna bagi sy ilham syekh ali hanafiah bagian aset yg berharga bagi bangsa indonesia yg kaya dgn waliyullah.

7. syarkowi - 17 June, 2011

Saya mendapat info dari teman di haqqani jika Tuanku syekh hanafiah telah berbai’at kpd Syekh hisyam kabbani,dgn kronologis begini ; tuanku syekh M Ali hanafiah meminta ulang berbai’at karena beliau pernah ambil bai’at langsung dgn syekh Nazim (gurunya syekh Hisyam) secara ruhani.Awalnya syekh hisyam enggan dgn alasan beliau tdk mungkin membai’at seorang syekh pemimpin thoriqah,namun akhirnya beliau bersedia, Saat tuanku berdiri utk menghampiri syekh hisyam,tiba2 syekh hisyam memberi isyarat agar tuanku tetap duduk dan syekh hisyam berdiri menghampiri tempat duduk tuanku.akhirnya terjadilah pembai’atan, setelah ikrar bai’at selesai, tiba2 syekh hisyam mencium tangan tuanku,kemudian dibalas cium pula dgn tuanku, setelah itu syekh hisyam memberi keterangan bahwasanya tuanku adalah pembela kebenaran dan mewarisi rahasia dari 3 thoriqah akbar yakni Naqsbandi,qodiriyah,mawlawiyah. Selain itu syekh hisyam menyatakan tuanku adalah rantai emas thoriqah qodiriyah yg tersambung dgn ali bin abi thalib hingga kepd baginda rasulullah Muhammad Saw.Penutup pertemuan syekh hisyam memberikan kenangan kpd tuanku sebuah tasbih.Lokasi pembai’atan di permata hijau, rumah salah satu murid syekh hisyam dgn para saksi yg melihat peristiwa pembai’atan ini adalah : Prof Bambang Pranowo(Dephan),Hendro Martowardojo,Rizal T(ketua yayasan haqqani indonesia),Muchsin(rumi cafe),jamaluddin dan beberap murid2 syekh hisyam kabbani.

8. Darmawan sutikno - 23 June, 2011

Tuangku syekh Ali hanafiah dan syekh hisyam adalah wali di akhir zaman kita mesti menjadi bagian perjuangan beliau. Bagi saudara dan teman2 yg mengetahui zawiyah Tuangku syekh ali hanafiah di Ternate,mohon di infokan alamatnya,terima kasih sebelumnya.wassalam

9. herlina ramadhani - 24 August, 2011

Syekh Hisyam kabbani adalah Wali dari wilayah barat sedangkan Tuangku Syekh ali hanafiah adalah Wali yg memiliki wilayah Timur, apabila mereka bertemu maka itu menjadi cara Tuhan utk menjaga agamaNya. Mari kita berdo’a semoga Allah azza wa jalla memberikan kesempatan utk menjadi salah satu askar dua Wali tersebut.

Suwardi bin Bahruni - 5 January, 2016

Ya Allah jadikanlah aku salah satu askar dari Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah dan Sekh Hisyam Kabbani Aamiin ya rabbal alamin

10. hasan basri - 28 October, 2011

Beberapa ulama dan Habib yg saya temui,banyak yg berpendapat TUANGKU SYEKH MUHAMMAD ALI HANAFIAH adalah salah satu Wali Quthub tapi masih disembunyikan Allah, suatu saat beliau akan dimunculkan.Pada Masa ini saja Tuangku Ali Hanafiah sudah dikenal sebagai Syekh Besar di Sumatera yg tumbuh ditengah kegersangan beragama yg berfaham wahabi.Semoga Allah melindungi beliau bserta pengikutnya.

Suwardi bin Bahruni - 5 January, 2016

aamiin ya rabbal alamin

11. balaya - 30 May, 2012

Tetapi sejauh yang saya lihat, mengapa orang2 pesantren rabbani yang bertempat dikasiak kotosani, solok tidak bersosialisasi dengan masyarakat setempat, bahkan cenderung tertutup, apakah ada yang salah dengan masarakat disana? kalah benar salah adanya, mengapa orang2 pesantren atau tuanku tidak turun tangan langsung, misalnya dengan memberi ceramah atau pencerahan dimasjid kasiak,agar masyarakat disana memahami apa yang diajarkan oleh tuanku dan lebih dekat dengan Allah.
mengapa ajaran2 tuanku hanya berkembang di lingkungan pesantren rabbani, sedangkan masyarakat kasiak tempat pesantren rabbani berdiri seakan tidak merasakan efek dari berdirinya pesantren tersebut..mohon penjelasannya..thx

12. balaya - 30 May, 2012

Tetapi sejauh yang saya lihat, mengapa orang2 pesantren rabbani yang bertempat dikasiak kotosani, solok tidak bersosialisasi dengan masyarakat setempat, bahkan cenderung tertutup, apakah ada yang salah dengan masarakat disana? kalau benar salah adanya, mengapa orang2 pesantren atau tuanku tidak turun tangan langsung, misalnya dengan memberi ceramah atau pencerahan dimasjid kasiak,agar masyarakat disana memahami apa yang diajarkan oleh tuanku dan lebih dekat dengan Allah.
mengapa ajaran2 tuanku hanya berkembang di lingkungan pesantren rabbani, sedangkan masyarakat kasiak tempat pesantren rabbani berdiri seakan tidak merasakan efek dari berdirinya pesantren tersebut..mohon penjelasannya..thx

13. balaya - 30 May, 2012

Tetapi sejauh yang saya lihat, mengapa orang2 pesantren rabbani yang bertempat dikasiak kotosani, solok tidak bersosialisasi dengan masyarakat setempat, bahkan cenderung tertutup, apakah ada yang salah dengan masarakat disana? kalah benar salah adanya, mengapa orang2 pesantren atau tuanku tidak turun tangan langsung, misalnya dengan memberi ceramah atau pencerahan dimasjid kasiak,agar masyarakat disana memahami apa yang diajarkan oleh tuanku dan lebih dekat dengan Allah SWT, dan agar kasiak disinari cahaya Illahi dan menjadi salah satu tempat yang berpengaruh dalam dakwah islam.
mengapa ajaran2 tuanku hanya berkembang di lingkungan murid atau pengikut pesantren rabbani, sedangkan masyarakat kasiak tempat pesantren rabbani berdiri seakan tidak merasakan efek dari berdirinya pesantren tersebut..mohon penjelasannya..thx dan maaf dengan segala keterbatasan pengetahuan saya tentang pondok pesantren rabbani di kasiak..

14. Sugiarto - 30 June, 2012

maaf, setahu saya syaikh muhammad ali hanafiah banyak memiliki murid diberbagai daerah hingga ke manca negara, sedangkan pesantren yg berada di desa kasik solok salah satu zawiyah beliau, dan saya pernah beberapa bulan mondok di sana, saya lihat ustad2 atau para khalifahnya Syaikh muhammad ali hanafiah selalu berinteraksi melalui berbagai kegiatan diantaranya yasinan dari rumah ke rumah, bahkan jika ada kegiatan akbar tokoh2 masyarakat di undang serta langsung disambut oleh Syaikh Ali, jadi sebaiknya sebelum menilai silahkan ditelusuri dulu langsung ke lapangan. Juga setahu saya Syaikh muhammad Ali hanafiah sangat menjaga adab dlm berhadapan dgn masyarakat umum, apalagi beliau salah satu Guru Besar Thoriqoh yg mau turun tangan dlm mengangkat perekonomian umatnya, hingga kesibukan yg beliau hadapi akan sulit kita ikuti, karena langkah kaki beliau sukar ditebak. Saya yakin dan percaya yang memperjalankan beliau adalah ‘perintah’ langsung dari Allah SWT.

15. deni arman - 7 July, 2012

Saya pernah ke ponpes Rabbani bersama rombongan dari Kalimantan, dan apa yg sy lihat ponpes Rabbani banyak memiliki jamaah dari kampung kasik dan sekitarnya. Ponpes Rabbani juga pernah dlm waktu beberapa bulan menjadi tempat penampungan pengungsi masyarakat kasik ketika kampung tsb terancam longsor. Jadi, apa yg disampaikan saudara balaya tdk benar. Serta para ustad2 ponpes sering diundang dgn masyarakat utk mendo’a dlm acara2 selamatan, bahkan ponpes dan mesjid raya kasik sudah beberapa kali mengadakan zikir dan tausyiah akbar, hingga dlm waktu dekat inipun sy dengar dlm rangka menyambut ramadhan ini masyarakat kasik meminta mengadakan zikir akbar bersama para khalifah Tuanku.

16. syafrudin kasiak - 15 July, 2012

mr balaya..! Seharusnya anda pulang kampung dulu, lihat kondisi dunsanak, kami di kampuang kasiak sangat nyaman berdampingan dgn pondok pesantren rabbani, semenjak pesantren rabbani kampuang kami semakin ramai dikunjungi orang2 dari berbagai daerah dan para induak2 (ibuk2) kami semakin taat beribadah, jadi basyukurlah dengan adanya pesantren di kampuang, jgn sampai menfitnah atau pulanglah ke kampuang dulu..

17. Ernawati - 24 July, 2012

Tuanku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah bagi kami merupakan Wali Besar, dan kehadiran beliau beserta ilhamnya adalah kunci utk perbaikan bangsa ini. Sewajarnya kita menyonsong kehadiran beliau dari arah mana saja beliau datang. Kami dari Majelis Hidayatullah siap berbaris dibelakang beliau. salam.

18. Zainul P - 10 March, 2013

Muhammad Ali Hanafiah telah menerima ilham langsung dari Allah SWT, bahkan ilham ilham yg diterimanya dijadikan buku telah tersebar diberbagai negara. Beliau dipanggil oleh muridnya “Tuanku Syekh Muhammad Ali Hanafiah” ,karena ketajaman dan keluasan ilmunya, beliau banyak memiliki murid murid dari kalangan intelektual dan ulama terkenal dgn kepakaran serta keahlian agamanya. Beliau masih keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Al Hassan, sedangkan kakek dan nenek beliau (orang tua langsung dari bpknya)bernama Ibrahim dan Siti Hajjar,persis dgn moyangnya Baginda Rasul SAW. Kini Syekh Muhammad Ali Hanafiah umurnya baru 34 th (1978) sudah memiliki ribuan bahkan puluhan ribu pengikutnya yg tersebar di indonesia dan berbagai negara. Syekh Muhammad Ali Hanafiah banyak memiliki Karomah, diantaranya beliau sudah mengalami mati suri lebih dari 7 kali, hingga pernah terkubur selama 3 hari 2 malam. Sampai hari ini bekas dan pakaian beliau ketika dikubur dijaga oleh murid muridnya di Padang. Di sini saya lampirkan salah satu contoh ilham yg beliau terima dari Allah SWT terdapat dalam buku “Inilah Aku” terbitan Rabbani press.
Wahai hambaKu : Aku bagimu adalah sesuatu yg tak tersentuh oleh kedua mata dan telingamu, dan tidak jua oleh akal fikiranmu, maka pergilah engkau dgn rasa dan temui hatimu, dan masuklah ke dalam nuranimu serta menetaplah padanya, hingga Aku akan menemuimu dan berkata, inilah Aku Tuhanmu.
Semenjak tahun 2000 beliau telah mendirikan Tasawuf Islamic Centre Indonesia (TICI) berpusat di Jakarta, sebagai wadah utk berhimpunnya seluruh aliran thariqoh di Indonesia, dan beliau sendiri beraliran thariqoh Qodiriyah, mungkin disebabkan karena masih keturunan atau zuryatnya Syekh Abdul Qodir Jailany yang ke 19.

19. Rahman - 7 September, 2013

Silahkan ikuti pelatihan Sufi Healing bersama Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani di Yayasan Paramadina Plaza 1 Pondok indah, Jakarta Selatan, setiap hari sabtu pukul 9.00 s/d 10.00 wib. Info Lebih lanjut hub 081398856256 ( Dr Zubair ) or 081286545625 ( Satya nugraha )

20. satria - 12 March, 2015

Tuanku Syekh Hanafiah adalah salahsatu tanda kedatangan Imam Akhir zaman….! Bersiaplah dan susun barisan dibelakang beliau, aku dpt info dari teman pemerhati spiritualitas di jogja, beberapa tahun yang lalu salah satu penasihat keraton jg guru besar di UGM alm bpk prof Damardjati supajar bersama spritualis jawa tengah telah menerawang siapa yang pantas menjadi imam revolusi spiritual indonesia (program yang dicanangkan prof damardjati) maka pilihan yang tepat adalah beliau meyakini Tuanku syekh Muhammad Ali Hanafiah yang tepat dan layak diangkat sebagai Imam Revolusi Spiritual Indonesia. Prof juga membuat pernyataan tertulis dan dikirim ke beberapa lembaga negara termasuk presiden hingga ke ICMI. Pd hal prof Damardjati dan kawan kawan spritualis di jawa tengah tdk pernah sma sekali bertemu dgn Tuanku Syekh. Allahuakbar…..!

21. aril depok - 15 January, 2016

Astafirullah al adzhim saya g bisa berkata apa2…sahrusnya saya malu… saya pernh mlht beliau beberapa kali bgtu mulianya beliau… sampe aku meragukannya.. astafirullah al adzhim…. ya allah maafkan hambamu ini… rahmati dan berkahi beliau sllu ya allah berikan beliau umur panjang dan kesehatan smg hmba bisa menjadi salah satu umatnya yg sllu dijalanmu ya allah… aminn aminn ya rabbal alamin…

aril depok - 15 January, 2016

Buat tuanku syech muhammad ali hanafiah

22. Al hanafi - 7 February, 2016

kunjungi salah satu web jamaah beliau. gurubiru.blogspot.com. banyak kajian, yausiyah serta pengajaran tasawuf Tuangku di sana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: