jump to navigation

Hakikat dibalik Materi 12 August, 2006

Posted by netlog in Rahasia dibalik Materi.
trackback

Kutipan dari http://www.harunyahya.com (rahasia dibalik materi)

Sejak kelahirannya manusia sudah dibiasakan melihat wujud dunia ini sebagai bentuk materi yang absolut. Sehingga ia tumbuh dewasa dalam pengaruh pengkondisian ini, dan menjalani seluruh hidupnya dalam cara pandang ini. Akan tetapi penemuan teknologi modern menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan anggapan umum. Semua informasi yang kita punyai tentang dunia luar bersumber hanya dari panca indera yang kita miliki.

Dunia yang kita pahami terdiri atas :

Apa yang dilihat oleh Mata,

Didengar oleh Telinga,

Dicium oleh Hidung,

Dirasakan oleh Lidah dan

Disentuh oleh Tangan kita.

Manusia bergantung hanya kepada lima indera itu semenjak lahir, …

Itulah mengapa, ia hanya mengetahui dunia luar hanya sebatas yang diberikan melalui panca indera ini.

TETAPI

Penelitian ilmiah tentang indera kita, telah mengungkapkan kenyataan yang sangat berbeda tentang apa yang kita sebut dengan dunia luar, dan kenyataan ini telah membongkar sebuah rahasia sangat penting akan hakikat materi yang menyusun dunia luar tersebut. Pemikir abad ini Frederick Kester menjelaskan pencapaian ilmu pengetahuan pada bidang ini.

Pernyataan sejumlah ilmuwan bahwa manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara dan tipuan, dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan, tampak dibuktikan oleh ilmu pengetahuan di jaman kita sekarang.

Agar lebih memahami rahasia dibalik materi ini, marilah kita pahami kembali indera pengelihatan, yang memberi kita informasi paling banyak tentang dunia luar.

Bagaimana Kita dapat Melihat ?
Proses melihat terjadi secara bertahap, pada saat melihat, kumpulan cahaya yang disebut FOTON bergerak dari benda menuju mata. Dan menembus lensa dimana FOTON ini dibelokkan dan difokuskan menuju ke retina yang terletak dibelakang mata. Disini cahaya dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan kemudian diteruskan oleh sel-sel saraf ke pusat pengelihatan dibagian belakang otak. Proses melihat sesungguhnya terjadi di pusat tersebut yang berada di otak.

Segala pemandangan yang kita lihat dan rasakan, semua peristiwa yang kita alami sebenarnya kita rasakan di tempat yang kecil dan gelap dibelakang otak ini yang hanya berukuran beberapa cm3.

Jadi bila kita mengatakan kita melihat, maka sesungguhnya kita melihat efek yang ditimbulkan pada otak kita oleh cahaya yang sampai pada mata dengan merubahnya menjadi sinyal listrik. Proses sebenarnya adalah kita menyaksikan sinyal-sinyal listrik dalam otak kita.

Perlu diperhatikan bahwa otak kita tidak pernah berhubungan dengan dunia luar, dan apa yang ada didalam otak kita adalah ruang gelap gulita.

Sebagai contoh cobalah anda bayangkan melihat sebuah lilin yang menyala, maka anda akan melihat cahaya lilin, pada saat anda melihat cahaya lilin anda mengatakan terang padahal pusat pengelihatan di otak tetap gelap. Cahaya lilin tidak pernah menerangi pusat pengelihatan dalam otak kita namun kita dapat melihat warna warni dunia yang gemerlap dalam otak kita yang gelap.

Hal yang sama terjadi pula pada indera kita yang lain, suara, sentuhan, rasa dan bau, semuanya dirasakan didalam otak, sebagai sinyal-sinyal listrik.

Jadi selama ini otak kita tidak berhubungan langsung dengan materi sesungguhnya yang ada disekitar kita melainkan hanya tiruan sinyal-sinyal listrik dari materi tersebut yang terbentuk didalam otak kita.

Disinilah kita tertipu ketika menganggap tiruan ini sebagai wujud materi yang sesungguhnya.

‘Dunia Luar’ di dalam Otak Kita

Kenyataan ini membawa kita kepada kesimpulan yang tak perlu diperdebatkan lagi, Semua yang kita lihat, sentuh, dengar, dan rasakan sebagai materi, dunia atau alam semesta, hanyalah sinyal-sinyal listrik dalam otak kita.

Sebagai contoh bila kita melihat dan mendengar burung yang berkicau, maka sesungguhnya kita hanya menerima sinyal-sinyal listrik di otak dari sel-sel neuron dari mata ke pusat pengelihatan, andai syaraf yang menghubungkan mata ke pusat otak kita putus maka kita tidak dapat melihat apa-apa, begitu juga dengan suara burung yang kita dengar, apabila syaraf yang mengirim sinyal listrik suara dari telinga ke otak kita putus maka kita tidak dapat mendengar suara burung lagi.

Singkatnya burung yang kita lihat dan suaranya yang kita dengar, tidak lah lebih dari penafsiran sinyal-sinyal listrik di otak kita.

Ketika sedang membaca artikel ini, anda sebenarnya tidak berada didalam ruangan seperti yang anda yakini, sebaliknya ruangan tersebut ada dalam diri anda, Penglihatan anda terhadap tubuh anda, membuat anda berfikir anda berada didalam ruangan itu. Namun anda harus ingat bahwa tubuh anda pun adalah gambar yang terbentuk dari sinyal-sinyal listrik didalam otak anda.

Apakah keberadaan dunia luar sangat diperlukan ?

Sejauh ini kita telah berulang kali menybut dunia luar, dan dunia persepsi atau penampakan yang terbentuk didalam otak kita.

Namun sesungguhnya persepsi dalam otak kitalah yang terjadi (dengan kata lain dunia luar tidak ada) dan gambaran otak kitalah yang kita saksikan selama ini.

Tetapi ini belum bisa kita buktikan karena kita tidak bisa menjangkau dunia nyata diluar dari apa yang kita lihat dan kita huni selama ini.

Kita meyakini dunia yang ada hanya dari apa yang kita lihat, namun penampakkan yang ada hanyalah gambaran dari persepsi di otak kita.

Jadi semua yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita cium hanyalah sebuah gambaran semu yang hadir karena persepsi dari otak kita, karena itu sekali lagi kita tertipu dengan menganggap segala sesuatu yang ada, adalah sebagai wujud nyata, padahal itu ada dalam persepsi otak kita.

Untuk lebih memudahkan anda memahami konsep ini mari kita pelajari bagian berikut ini :

Dunia dalam Mimpi

Pernahkah anda mimpi?, anggap teman anda atau anda bermimpi menjadi seorang pilot pesawat terbang dengan berbagai panel desekeliling yang membingungkan, dan anda bisa dapat dengan mudah mengoperasikan semua panel pesawat dengan baik dan mendaratkan pesawat dengan sempurna.

Sadarkah anda selama anda dalam mimpi, anda menganggap bahwa itu adalah nyata, karena anda bisa menyentuh, meraba, merasakan dan mendengar desingan mesin pesawat, padahal anda tidak menggerakkan tangan, tidak menggerakkan kaki dan tidak mengoperasikan panel pesawat, melainkan hanya tidur mendengkur.

Dan anda akan tersadar setelah bangun dari tidur, bahwa semua pengalaman itu hanya sebuah mimpi, tapi apakah anda akan sadar bila anda tidak pernah bangun dari tidur itu?.

Itu pula yang sangat mungkin terjadi pada hidup kita, ketika kita terbangun dari mimpi, maka tidak ada alasan logis untuk mengatakan bahwa kita telah mengalami mimpi yang lebih panjang yang kita sebut sebagai dunia nyata.

Alasan kita menyebut mimpi sebagai hayalan dan menyebut dunia ini adalah dunia yang nyata, adalah hanya karena prasangka kita. Bagaimana jika ternyata dunia nyata yang kita jalani ini hanya sebuah mimpi yang lebih panjang?.

Siapakah yang Melihat ?

Setelah semua kenyataan materi ini terungkap, kini muncul pertanyaan terpenting, Jika pengalaman dialam materi yang kita alami sekedar penampakkan, bagaimana dengan otak kita ?, oleh karena otak kita termasuk sebagai materi, seperti lengan kita, kaki kita dan benda lain, otak kita juga sekedar penampakkan sebagaimana semua benda yang ada.

Marilah kita memanjangkan semua syaraf-syaraf yang ada didalam otak kita dengan mengeluarkannya dari kepala kita, sehingga kita dapat melihatnya dengan mata kita.

Pada kondisi ini kita dapat melihat otak kita dan menyentuhnya dengan jari-jari kita. Dengan ini kita juga dapat menyadari bahwa otak kita adalah tidak lebih dari gambaran yang diberikan oleh panca indera kita.

Lalu kehendak apakah yang melihat, mendengar dan merasakan semua indera yang lain, jika bukan otak?, siapakah dia yang melihat, mendengar, meraba, merasakan rasa dan bau?, siapakah wujud ini yang berfikir, beralasan, memiliki perasaan dan berkata bahwa saya adalah saya?.

Salah satu pemikir terkemuka abad ini, Clarkly Brown juga memiliki pertanyaan yang sama.

Ternyata wujud ghaib yang menggunakan otak yang melihat dan mendengar serta merasakan adalah Ruh.

Alam materi adalah segala sesuatu yang tampak dan dirasakan oleh Ruh, dan inilah wujud absolut yang nyata dan Materi adalah penampakkan yang dilihat oleh Ruh.

Begitulah, kendatipun kita mulai dengan anggapan bahwa materi adalah wujud yang sesungguhnya, namun hukum-hukum fisika, kimia, dan biologi, semua menghantarkan kita pada kenyataan bahwa materi terbentuk dari khayalan, pada kenyataan yang pasti tentang adanya wujud yang ghaib dan “INILAH RAHASIA DIBALIK MATERI”

Kenyataan ini sangatlah pasti, sehingga mengkhawatirkan sejumlah ilmuwan materialis, yang meyakini materi sebagai wujud absolut. Dan para ilmuwan telah menyadari akan keterbatasan indera manusia.

Semua kenyataan ini menghadapkan kita kepada pertanyaan yang sangat penting, jika segala sesuatu yang ada, adalah penampakkan yang diberikan kepada Ruh kita, lalu apakah sumber penampakkan-penampakkan ini?, untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita harus mempertimbangkan bahwa alam materi tidak ada dengan sendirinya, akan tetapi sekedar penampakkan. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila penampakkan ini ada karena adanya kekuatan lain yang sangat besar dan berarti bahwa ini pasti telah diciptakan.

Lebih dari itu penciptaan ini harus terjadi terus menerus, jika tidak demikian maka apa yang kita sebut dengan materi akan musnah dan hilang. Hal ini bisa disamakan dengan televisi yang terus-menerus menampilkan penampakkan gambar, jika siaran dihentikan maka penampakkan gambar pada televisipun akan hilang.

Wujud Absolut Sesungguhnya

Siapakah yang membuat Ruh kita melihat tanah, manusia dan semua alam materi ini, sangat jelas bahwa ada pencipta Maha Agung yang telah menciptakan seluruh alam materi, yakni keseluruhan penampakkan dan terus menerus menciptakannya tanpa henti.

Karena pencipta ini memperlihatkan penciptaan yang luar biasa, IA pasti memiliki kekuatan dan kebesaran yang Abadi, semua penampakkan IA ciptakan sesuai kehendaknya, dan IA berkuasa atas yang diciptakannya setiap saat, pencipta ini adalah ALLAH penguasa Langit dan Bumi, wujud absolut sesungguhnya adalah ALLAH, segala sesuatu selain darinya adalah bayangan yang diciptakan.

Comments»

1. Letting.......... - 10 June, 2008

Suatu pemerhatian yang sangat menarik…

Saya juga kadangkala berfikir didalam arah yang sama tetapi didalam konteks yang berbeza… Mimpi atau bukan mimpi adalah sebahagian dari pertanyaan, tetapi persoalan saya , mengapakah kita tidak terfikir yang kita tidak merasa kekok hidup didunia ini? Kenapa kita tidak pernah merasakan bahawa kita sebenarnya bukanlah berasal dari dunia ini?

Kita seolah-olah lupa bahawa hidup kita hanyalah seumpama setitis air dilautan yang luas dalam usia dunia ini… Bentuk fikiran manusia dan corak pemikiran manusia lebih bersifat adaptif dan penyesuaian kepada alam sekitar. Kita jarang-jarang merasa ajaib melihat bagaimana tubuh kita berfungsi kerana ianya diterima akal kita sebagai normal.

Wallahu’alm

2. mejagambar - 11 November, 2009

Asalamualaikum,

Berdasarkan uraian mengenai hakikat dibalik materi, menurut pendapat bodoh saya, sebenarnya yang namanya manusia dalam hal ini “jiwa” hanyalah pengamat. Jiwa terhubung dengan raganya lewat “hati”. Bisa jadi sebenarnya kita ini tidak ada di dunia, hanya raga kita saja yang berada di dunia. Lalu dimana jiwa kita? jiwa kita ada dalam genggaman Allah SWT. karena dalam Al Quran pun disebutkan bahwa Allah lebih dekat dengan kita dibanding urat leher kita sendiri.

Jadi Kehidupan di dunia ini hanya ilusi bagi jiwa kita, itulah sebabnya jangan terlalu lekat dengan dunia, karena kita akan terjaga dari mimpi kita yang panjang.

Wallahu alam bi shawab

3. ayo - 28 November, 2009

STATEMENT

Mula-mula Dia. Selepas itu kita. Selepas itu Dia bagi kepada kita nafsu untuk membezakan di antara kita dengan malaikat. Selepas itu Dia bagi kepada kita akal untuk membezakan di antara kita dengan haiwan. Selepas itu Dia bagi kepada kita ilmu untuk membezakan di antara kita dengan iblis. Selepas itu Dia bagi kepada kita hidayah untuk membezakan di antara kita dengan Dia. Selepas itu Dia membahagikan di antara Dia dengan kita untuk menyatakan Allah Muhammad. Selepas ini kekallah Allah Muhammad. Maka nyatalah dengan ini Laailaahaillallah Muhammadurrasulullah itu di dalam solat. Maka barang siapa yang meninggalkan solat kufurlah ia.

Daripada Umrullah Imam Mahdi Al-Hakim Billah Sultan Auliya’ piakhirzaman ilayaumilqiamah

4. jha - 23 April, 2010

ada kekurangan tu ..patutnya akal dulu ,mata ,telinga,hidung,mulut.hati,tangan,perut dan kaki

5. kusnadi - 28 December, 2010

Semua uraian ini dapat mengubah pandangan tetntang dunia bagi siapa pun yang membaca dengan sungguh-sungguh. Fakta ini tidak dapat di bantah dengan menggunakan alat yang sama yaitu sains. Namun, memang kita tidak hanya berhubungan dengan nalat.Manusia juga dibekali dengan hati. Kesulitan mengakui fakta ini bukan pada tataran nalar, melainkan pada tataran hati dan perasaan. Hati kita sulit mengakui bahwa semua yang kita rasakan sebagai dunia, ternyata hanya gambaran yang lahir dalam mental kita tanpa realita. Untuk sedikit dapat membantu hati dan perasaan dalam mengakaui fakta ini, paling tidak, dibutuhkan tambahan uraian tentang fenomena di luar kelima alat indera, misalnya kalau memang benar semua bentuk dunia luar itu hanya persepsi, bagaimana kita menjelaskan fenomena hukum-hukum fisika dan kimia yang dapat menghancurkan diri kita yang sekaligus dapat menghancurkan seluruh persepsi kita yang hal ini tidak terjadi dalam dunia mimpi. Jika di dunia mimpi tubuh kita terbakar hangus,kita masih dapat bangun untuk kemudia tersadar dan pada kesempatan lainnya kita bermipi lagi yang bisa jadi dengan mimpi yang sama.Namun, kondisi dalam dunia yang kita sebut dunia nyata ini tidak demikian. Jika kejadian di dunia mimpi itu terjadi di dunia nyata, maka yang terjadi adalah hancurnya seluruh hidup dan lenyapnya seluruh persepsi yang selama ini dirasakan.

Rony - 9 May, 2012

sya punya jwban untuk sdra kusnadi di atas..
mnrut sya knpa kta baik2 sja saat brmimpi hngus atw dtbrak,sdngkn saat trbngun kta psti mti jika dbkar atw dtbrak itu krna adnya tangga realita dn tngkatn dunia,cba pkir,saat ssorg brmmpi mti dtbrak dia psti srta merta lngsung trbngun,artinya bralih dri mmpi k dunia sdar,artinya sluruh prsepsinya di alm mmpi hilang,bgtu pula org yng mti saat sdar,bkanya hlang smua prsepsi,ttpi bralih ktingkat dunia yg lbih tinggi atw akhirat,yg ksdranya jauh lbih tnggi..

6. ronym - 28 February, 2012

dan…
ilmu Fisika Kuantum ( Quantum Physics ) membenarkan “teori” diatas
bahwa materi… tersusun dari atom
tapi bukan itu “rahasia” nya
.
apakah atom benda “padat” ?
jika anda membaca Fisika Kuantum…
atom sebenarnya hanyalah “energi” ( gelombang elektromagnetik )
yang berputar pada orbitnya
.
pernah lihat rumus berikut ini …
E = m.C^2 ( e = m kali c kuadrat )
.
bagaimana jika kita ingin mendapatkan rumus “massa” = m ?
ya… dengan menukar sisi… sehingga persamaan menjadi
E / C^2 = m
atau
m = E / C^2
.
alias… massa adalah energi… dibagi kecepatan cahaya kuadrat
jadi… sebenarnya tidak ada benda “padat”… pada atom
kalaupun atom adalah benda padat…
hanya 1-10% saja yang “padat”
selebihnya adalah “ruang hampa”
seperti halnya bumi mengitari galaksi… dan diantara keduanya ada ruang angkasa ( ruang hampa )
.
ada hal menarik pula pada ilmu terbaru bernama Nanotechnology
kita bisa mengubah “sifat” atom…
hanya dengan mengubah diameter lintasan “orbit”
ataupun…
menyusun atom per atom… dengan nanobot
.
ya… mengubah besi… jadi emas…
menyusun… atom karbon dari arang, hidrogen, oksigen… menjadi “makanan”
adalah “mungkin”
dengan adanya Nanotechnology… dan Quantum Physics
.
Too many mystery… isn’t it ?

7. Universal Religion 2012 « Universal Religion - 11 March, 2012

[…] tanpa ada bukti nyata. Apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan hanyalah interpretasi otak terhadap sinyal-sinyal elektris sedangkan saat ini hampir semua otak dalam keadaan […]

8. Hakikat dibalik Materi. « Sang Pemuda - 5 June, 2012
9. A.shandra - 7 October, 2012

Keseragaman persepsi, yang membedakan nyata dan mimpi. Persepsi nyata berlaku untuk semua.. Sedang persepsi khayal atau mimpi bersifat individu, yang mana otak tak membedakanya dalam prosesnya. Walahu alam

10. anto - 18 October, 2012

Otak kita memang mempresepsikan sinyal2 listrik yg diterimanya tersebut. Namun jangan lupa sinyal2 tsb adalah sebuah respon yg terjadi atas sebuah objek nyata yang ada di depan mata. Jadi Objek fisik itu riil adanya. Jadi, biasakanlah melihat proses itu secara menyeluruh, jangan dipotong. Orang Islam harus cerdas. Kalau dikatakan semua kejadian didunia ini semu, maka konteksnya harus dibandingkan dengan periode kehidupan lain yg hakiki. yaitu akhirat. Baru bisa dikatakan kehidupan dunia sekarang ini semu adanya. Begitu…

11. Raimondo Rai - 21 January, 2013

sumber rangsangan yang kita tafsirkan dalam otak kita sebagai materi bisa saja berasal dari sumber yang semu brai!tentang keberadaan dunia luar itu nyata atau tidak,hal itu tidak bisa kita ketahui brai!!satu satunya dunia nyata yang kita ketahui adalah dunia dalam otak kita!!makanya dalam ilmu fisika,keberadaan dunia luar itu adalah postulat,sesuatu kebenaran yang kita terima begitu saja sebagai titik acuan disiplin ilmu fisika,dan apabila kita masuk ke ranah filsafat,maka pandangan tentang keberadaan dunia ini akan terbagi menjadi dua,yaitu idealisme dan materialisme!!!!!!!!yang jelas,tidak ada hubungan timbal balik antara dunia luar dengan dunia dalam otak kita!!!kebenaran baru bisa diterima bila ada hubungan timbal balik antara dua pengamatan!!!dalam ilmu filsafat,kebenaran itu harus bersifat korespondentif!!!!jadi bila kamu menanyakan materi itu real atau tidak,tergantung disiplin ilmu yang mana yang menjawabnya!!!!!

12. Raimondo Rai - 21 January, 2013

pertanyaan saya Tentang teori E=m.c2,menurut teori ini,energi potensial dari 1kg batubara sama dengan energi 1kg uranium karena nilai C nya adalah konstan,tapi dalam kenyataannya energi 1kg batubara hanya cukup untuk masak beras 5kg,tapi energi 1kg uranium bisa menghancurkan sebuah kecamatan!!!!

13. Apriana - 31 December, 2015

Assalamualaikum..
Disini ditegaskan bahwa Allah menciptakan penampakan termasuk raga kita ini,tetapi bagaimana dengan Allah menciptakan raga kita ini dari saripati tanah??
Mohon pendapat saudara semuanya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: